Wortel dan Diabetes: Mitos, Fakta, dan Nutrisi Penting di Dalamnya

GalaPos ID, Palmerah.
Wortel merupakan salah satu sayuran yang paling sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Rasanya yang cenderung manis membuat sebagian penderita diabetes ragu untuk mengonsumsinya.
Kekhawatiran tersebut muncul dari asumsi bahwa rasa manis selalu identik dengan kandungan gula tinggi yang dapat memicu lonjakan gula darah.

Manis tapi Aman: Kandungan Nutrisi Wortel untuk Penderita Diabetes
Wortel termasuk dalam sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Sayangnya, karena rasanya yang cenderung manis, ada sebagian penderita diabetes yang mengaku khawatir untuk mengonsumsinya. Foto IG: mutiarajasmine_farm's

 

"Rasanya manis, warnanya oranye cerah. Wortel kerap dicurigai sebagai “musuh tersembunyi” bagi penderita diabetes. Namun, benarkah sayuran ini berbahaya, atau justru menyimpan manfaat penting bagi pengendalian gula darah?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Wortel aman dikonsumsi penderita diabetes karena karbohidrat dan indeks glikemiknya rendah.
2. Kandungan vitamin A, vitamin B6, dan serat pada wortel berperan dalam pengendalian gula darah.
3. Tidak semua sayuran aman bagi penderita diabetes; kentang, ubi jalar, jagung, dan kacang olahan perlu dibatasi.


Namun, fakta nutrisi menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Wortel tidak termasuk dalam daftar pantangan bagi penderita diabetes dan justru masih dapat dikonsumsi secara rutin.

Bagi penderita diabetes, pengendalian asupan gula dan kalori memang menjadi perhatian utama. Makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi berisiko mengacaukan kadar gula darah serta meningkatkan potensi komplikasi.

Meski demikian, wortel memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan makanan manis pada umumnya.

Dalam satu porsi wortel ukuran sedang, kandungan karbohidratnya hanya sekitar 4 gram. Jumlah ini tergolong rendah dan relatif aman bagi penderita diabetes. Selain itu, indeks glikemik wortel juga rendah sehingga tidak memicu lonjakan gula darah secara signifikan.

Dengan kata lain, rasa manis pada wortel tidak serta-merta menjadikannya berbahaya bagi penderita diabetes. Justru, jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, sayuran ini dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Baca juga:
Paparan Gadget Berlebih, Kesehatan dan Mental Anak Terancam

Wortel selama ini dikenal sebagai sayuran yang baik untuk kesehatan mata. Namun, kandungan nutrisinya tidak berhenti di situ. Sayuran berwarna oranye ini menyimpan berbagai zat gizi yang berperan dalam menjaga metabolisme tubuh.

Salah satu kandungan utama wortel adalah vitamin A. Selain berfungsi menjaga kesehatan penglihatan, vitamin ini juga berperan dalam membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah. Penelitian dengan hewan percobaan menunjukkan bahwa kekurangan vitamin A dapat mengganggu fungsi sel beta pankreas yang berperan dalam sekresi insulin.

Gangguan pada sekresi insulin dapat menyebabkan kadar gula darah terus meningkat. Kondisi ini berisiko memperparah diabetes dan memicu komplikasi, termasuk hiperglikemia. Oleh karena itu, asupan vitamin A yang cukup, salah satunya dari wortel, dinilai penting bagi penderita diabetes.

Selain vitamin A, wortel juga mengandung vitamin B6. Vitamin ini berperan dalam memperlancar metabolisme tubuh. Metabolisme yang berjalan optimal berkontribusi pada pengendalian kadar gula darah dan membantu menurunkan risiko komplikasi diabetes.

Tak kalah penting, wortel juga tinggi serat. Serat membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah, menjaga pencernaan tetap sehat, serta membantu kestabilan kadar gula darah.

Manis tapi Aman: Kandungan Nutrisi Wortel untuk Penderita Diabetes
Wortel juga termasuk dalam sayuran yang tinggi kandungan nutrisi. Selain itu, jika kita mengonsumsi wortel dengan ukuran sedang, hanya akan mendapatkan karbohidrat sebanyak 4 gram, jumlah yang cukup rendah dan aman bagi penderita diabetes. Foto IG: namasatria's

 

Meski wortel relatif aman, tidak semua sayuran dapat dikonsumsi bebas oleh penderita diabetes. Beberapa jenis sayuran justru perlu dibatasi karena kandungan karbohidrat dan indeks glikemiknya yang tinggi.

Kentang, misalnya, sering dianggap setara dengan sayuran lain. Padahal, kentang memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang mendekati nasi. Konsumsi berlebihan dapat memicu kenaikan gula darah. Sebagai alternatif, penderita diabetes lebih dianjurkan mengonsumsi gandum atau oatmeal yang tinggi serat.

Ubi jalar juga perlu diwaspadai. Kandungan karbohidrat dan indeks glikemiknya yang tinggi membuat konsumsinya berpotensi menaikkan kadar gula darah jika tidak dibatasi.

Beberapa jenis kacang-kacangan, terutama yang diolah dengan garam atau tambahan tepung seperti kacang atom dan kacang telur, mengandung kalori tinggi. Pola konsumsi seperti ini dapat membahayakan penderita diabetes.

Jagung, yang sering dijadikan campuran sayuran, juga memiliki kandungan kalori cukup tinggi sehingga konsumsinya sebaiknya dibatasi.

Baca juga:
Inovasi Selai Nanas, Strategi Mahasiswa KKN-T Unhas Dorong Ekonomi Lokal

Bagi penderita diabetes, keputusan memilih makanan seharusnya didasarkan pada informasi nutrisi, bukan semata rasa atau asumsi. Wortel menjadi contoh bahwa rasa manis tidak selalu identik dengan risiko tinggi.

Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis, sebagai bagian dari upaya menghadirkan referensi yang relevan dan bermanfaat bagi pembaca.

 

 

Jangan lupa. Bersama kita bisa lebih produktif! Tulis komentar terbaik dan saran Anda untuk GalaPos ID. 

Donasi
Dengan scan barcode di bawah, Anda mendukung penyebaran informasi penting sekaligus kemajuan UMKM lokal Nusantara.

 

Beberapa jenis sayuran yang sebaiknya diperhatikan bagi penderita diabetes. Jika wortel termasuk aman dan bahkan direkomendasikan bagi penderita diabetes, pakar kesehatan justru menyarankan penderita penyakit ini untuk berhati-hati dalam mengonsumsi beberapa jenis sayuran berikut ini.

Kentang
Meskipun tergolong sebagai sayuran, dalam realitanya kentang sebenarnya adalah makanan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi seperti nasi. Padahal, penderita diabetes harus membatasi asupan karbohidrat demi menjaga kadar gula darah, bukan?

Alih-alih makan kentang, penderita diabetes lebih direkomendasikan untuk makan gandum atau oatmeal yang tinggi serat dan bisa membantu mengendalikan kadar gula darah.

Ubi jalar
Ubi jalar tinggi kandungan karbohidrat dan indeks glikemik. Mengonsumsinya bisa memicu kenaikan kadar gula darah. Karena alasan inilah sayuran ini sebaiknya dibatasi konsumsinya oleh penderita diabetes.

Kacang-kacangan
Beberapa jenis kacang-kacangan, khususnya yang diolah dengan garam, atau diberi tambahan tepung seperti kacang atom dan kacang telur memiliki kandungan tinggi kalori yang bisa membahayakan penderita diabetes.

Jagung
Jagung yang sering dijadikan campuran sayuran lainnya tinggi kandungan kalori sehingga konsumsinya juga harus dibatasi oleh penderita diabetes.

 

 

 

Baca juga:
Eksperimen Sederhana, Strategi Mahasiswa KKN Unhas Ajarkan Fisika di Sidrap

"Wortel sering dianggap berbahaya karena rasanya manis. Artikel ini mengulas fakta nutrisi wortel, dampaknya terhadap gula darah, serta jenis sayuran yang perlu diwaspadai penderita diabetes."

#Kesehatan #Diabetes #Wortel #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال