GalaPos ID, Padang.
Suasana siang di kawasan Universitas Andalas (Unand), Kota Padang, mendadak berubah mencekam setelah seorang pemuda berinisial M (25) ditemukan tewas tergantung di pohon karet di area perkebunan kampus, Kamis, 28 Mei 2026.
Korban diketahui bekerja sebagai Office Boy (OB) di Fakultas Kedokteran Unand.
"Kampus sering bicara soal masa depan cerah, tetapi tak semua orang di dalamnya berhasil melewati gelapnya hari ini."
Baca juga:
- Saham MPMX Melonjak 9 Persen, Publik Bertanya: Fundamental atau Euforia?
- Alexia Putellas Dipuja, Real Sociedad Diam-Diam Guncang Barcelona
- DJP Kejar Tunggakan Pajak, Tapi Realisasi Baru 20 Persen: Ada Apa?
Gala Poin:
1. Pemuda berinisial M (25), pegawai OB Fakultas Kedokteran Unand, ditemukan tewas tergantung di pohon karet di kawasan kampus.
2. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat melakukan panggilan telepon kepada kakaknya di Medan yang memicu kekhawatiran keluarga.
3. Polisi masih melakukan penyelidikan sambil mengamankan barang bukti dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar.
Peristiwa itu kembali menyoroti persoalan kesehatan mental yang kerap luput dari perhatian publik. Di tengah lingkungan pendidikan yang identik dengan intelektualitas dan aktivitas akademik, tragedi tersebut justru terjadi dalam sunyi, jauh dari keramaian ruang kuliah.
Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, membenarkan adanya penemuan jasad korban di kawasan lahan milik Unand, Jalan Kampus Unand Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
"Benar, kami menerima laporan dari piket security Unand mengenai adanya sesosok mayat laki-laki yang diduga gantung diri di pohon karet lahan milik Unand. Setelah menerima informasi tersebut, personel piket dan pawas langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ujar AKP Edi Harto, Kamis, 28 Mei 2026, sore waktu setempat.
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban sempat melakukan panggilan telepon kepada kakak kandungnya di Medan sekitar pukul 12.00 WIB. Percakapan itu memunculkan kecurigaan karena dinilai menunjukkan gelagat tidak biasa.
Baca juga:
TRIV Group Salurkan Tujuh Ekor Sapi Kurban, Apa Motif Aksi Sosial
Tak jauh dari kendaraan tersebut, korban ditemukan sudah dalam kondisi tergantung di pohon karet.
Melihat kejadian itu, saksi langsung melaporkannya ke pos keamanan kampus yang kemudian diteruskan ke Polsek Pauh.
"Sekira pukul 13.00 WIB, jasad korban berhasil dievakuasi dari pohon tersebut. Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan jeratan tali di lehernya. Personel kami bersama tim Identifikasi Polresta Padang langsung mengamankan TKP dan memasang garis polisi (police line)," jelas Kapolsek Pauh.
| Di negeri yang gemar bertanya “kerja di mana?”, masih sedikit yang peduli bertanya, “kamu baik-baik saja?” |
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar guna proses pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam bernomor polisi BA 3834 NAD serta barang pribadi milik korban.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Polsek Pauh dan Satreskrim Polresta Padang untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa.
Di balik garis polisi dan proses penyelidikan, tragedi ini menyisakan pertanyaan yang lebih besar bagi masyarakat: seberapa jauh lingkungan kerja, sosial, dan pendidikan benar-benar hadir mendengar tekanan yang dialami seseorang sebelum semuanya terlambat?
Baca juga:
Wortel dan Diabetes: Mitos, Fakta, dan Nutrisi Penting di Dalamnya
"Di tengah hiruk-pikuk kampus yang sibuk mengejar prestasi dan angka akademik, seorang pemuda justru ditemukan menggantung sunyi di pohon karet. Ketika kesehatan mental sering kalah prioritas dibanding formalitas, tragedi seperti ini kembali mengetuk nurani publik Indonesia."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #UniversitasAndalas #PadangHariIni #KesehatanMental #BeritaSumbar #IsuSosialIndonesia
