Drama GBLA! Thom Haye Heran Persib Gagal Menang Meski Lepas 20 Tembakan

GalaPos ID, Jakarta.
Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, tidak bisa menyembunyikan rasa lega setelah Maung Bandung resmi menjuarai Super League 2025/26 sekaligus mencetak sejarah dengan meraih gelar liga tiga musim berturut-turut.

Thom Haye Tak Peduli Skor Imbang, yang Penting Persib Bandung Juara
Thom Haye pun terang-terangan mengaku tak peduli skor akhir, sebab trofi tetap mendarat di Bandung. Foto: istimewa

 

"Klub lain mungkin menang besar demi konten media sosial. Tapi Persib Bandung cukup butuh satu hal: tetap juara."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Persib Bandung resmi juara Super League 2025/26 usai imbang kontra Persijap Jepara.
2. Thom Haye mengaku heran Persib gagal menang meski menciptakan sekitar 20 tembakan.
3. Persib mencetak sejarah sebagai tim kedua yang menjuarai Liga Indonesia tiga musim berturut-turut.


Persib memastikan gelar juara usai bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara pada laga pamungkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu, 23 Mei 2026.

Meski gagal meraih kemenangan di kandang sendiri, hasil tersebut cukup membawa Persib finis di puncak klasemen dengan koleksi 79 poin dan unggul head to head atas Borneo FC Samarinda.

Bagi Thom Haye, hasil akhir menjadi satu-satunya hal yang penting. Ketegangan sepanjang laga langsung sirna ketika peluit panjang memastikan Persib kembali mengangkat trofi liga.

“Kami tahu sebenarnya hasil imbang sudah cukup, tapi kami saling bilang ingin menang. Saya tidak tahu bagaimana kami tidak menang. Saya pikir kami melepaskan sekitar 20 tembakan,” ujar Haye, Sabtu, 23 Mei 2026.

Baca juga:
Hotel Naraya Batalkan Acara Reformasi 1998, Mahasiswa Curiga Ada Tekanan

Sepanjang pertandingan, Persib memang tampil dominan dan terus menekan pertahanan Persijap. Namun, banyaknya peluang gagal dikonversi menjadi gol.
 
Situasi itu sempat membuat suasana Stadion GBLA menegang. Bobotoh dibuat harap-harap cemas karena skor tetap bertahan 0-0 hingga akhir pertandingan.

Namun bagi Haye, kecemasan itu akhirnya tidak berarti apa-apa setelah Persib resmi memastikan gelar juara.

“Di akhir pertandingan memang tetap terasa menegangkan dengan skor nol-nol. Tapi saya tidak peduli, kami juara,” tutur Haye.

Pernyataan tersebut seolah menggambarkan mental Persib musim ini. Tidak selalu menang besar, tidak selalu tampil sempurna, tetapi tetap mampu menjaga konsistensi hingga akhir kompetisi.
“Kami Bermain Sepanjang Tahun untuk Laga Ini” — Thom Haye Usai Persib Juara Liga
Dalam sepak bola Indonesia, kadang 20 tembakan tanpa gol tetap lebih berharga daripada pesta gol tanpa trofi. Foto: istimewa

Saat ditanya mengenai kepercayaan diri tim menjelang laga penentuan, Thom menegaskan seluruh pemain sudah memahami tanggung jawab masing-masing sejak awal musim.

“Sebelum pertandingan kami bilang, kami bermain sepanjang tahun untuk laga ini. Semua pemain tahu apa yang harus dilakukan, kami kuat. Tahun ini kami tidak kalah di kandang. Hari ini kami juga tidak kalah dan kami juara,” ucapnya.

Keberhasilan ini membuat Persib Bandung menjadi tim kedua dalam sejarah Liga Indonesia yang mampu meraih gelar liga tiga musim berturut-turut.

Sebelumnya, pencapaian serupa hanya pernah diraih PSMS Medan pada periode 1968 hingga 1971.

Di tengah kompetisi sepak bola nasional yang kerap dipenuhi drama pergantian pelatih, proyek jangka pendek, hingga ambisi instan, Persib justru menunjukkan satu hal yang mulai langka di Liga Indonesia: konsistensi.

 

 

Baca juga:
Seni, Difabel, dan Pasar: Misi Panasonic-GOBEL Lewat ART with HEART 2026

"Sebagian klub sibuk mencari alasan kegagalan di akhir musim, Persib Bandung malah sibuk menambah sejarah. Thom Haye pun terang-terangan mengaku tak peduli skor akhir, sebab trofi tetap mendarat di Bandung."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PersibJuara #ThomHaye #Bobotoh #SuperLeague2025 #LigaIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال