GalaPos ID, Surabaya.
Lebih dari 1.500 peserta dari 55 sasana Bio Energy Qi-Gong memadati halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu, 25 April 2026, dalam perayaan Hari Taichi dan Qi-Gong Sedunia.
Kegiatan ini tak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi kampanye terbuka tentang pentingnya pendekatan preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat.
![]() |
| Lebih dari 1.500 peserta memadati perayaan Hari Taichi dan Qi-Gong Sedunia 2026 di Surabaya, Sabtu, 25 April. Foto: W. Hidayat |
"Ribuan warga memadati Balai Kota Surabaya dalam perayaan Hari Taichi dan Qi-Gong Sedunia 2026. Di balik gerakan yang tampak tenang, tersimpan pesan penting soal kesehatan publik yang kerap diabaikan."
Baca juga:
- SAR Temukan Korban Laka Laut di Kebumen, Ini Detail Operasinya
- Pameran DXI 2026: Dari Komunitas ke Industri Global
- DXI 2026 Resmi Digelar, Ambisi Besar Pariwisata Petualangan Indonesia
Gala Poin:
1. Lebih dari 1.500 peserta mengikuti Hari Taichi dan Qi-Gong Sedunia 2026 di Surabaya.
2. Kegiatan ini menekankan pentingnya olahraga preventif dan kesehatan holistik.
3. Taichi dan Qi-Gong dinilai berpotensi mendukung kesehatan fisik, mental, dan emosional masyarakat.
Di tengah meningkatnya beban penyakit tidak menular, praktik seperti Taichi dan Qi-Gong mulai dilirik sebagai alternatif olahraga yang menekankan keseimbangan fisik dan mental. Surabaya pun menjadi bagian dari perayaan global yang digelar serentak di lebih dari 80 negara.
Secara historis, Hari Taichi dan Qi-Gong Sedunia pertama kali digagas pada 1998 di Kansas City, Amerika Serikat, oleh Bill Douglas bersama istrinya. Dari kegiatan sederhana di taman kota, gerakan ini berkembang menjadi kampanye kesehatan global yang diperingati setiap Sabtu terakhir bulan April.
Di Surabaya, kegiatan berlangsung meriah dengan demonstrasi gerakan massal yang terkoordinasi. Namun, di balik kemeriahan itu, pesan edukasi tentang kesehatan holistik menjadi fokus utama, terutama dalam mendorong masyarakat agar lebih sadar menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.
Baca juga:
Banyu Biru: Negara Tak Boleh Toleransi Eksploitasi PRT
Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPR RI Komisi IX bidang kesehatan, Indah Kurnia. Ia menilai Taichi dan Qi-Gong sebagai bentuk olahraga yang memiliki nilai preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena Taichi dan Qi-Gong menjadi salah satu upaya preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Ketua KORMI Jawa Timur, Debi Sisilia Samoa, juga menyoroti tingginya partisipasi masyarakat sebagai indikator meningkatnya kesadaran terhadap pola hidup sehat.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kota Surabaya, Dedik Irianto, menegaskan bahwa manfaat Taichi dan Qi-Gong tidak terbatas pada aspek fisik. Menurutnya, praktik ini juga berkontribusi pada stabilitas emosi dan ketenangan mental. Ia menambahkan bahwa indikator kesehatan seharusnya tidak hanya diukur dari kekuatan tubuh, tetapi juga dari kualitas napas, ketenangan pikiran, dan keseimbangan jiwa.
Sebagai penutup, pelepasan balon menjadi simbol harapan akan meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat terhadap kesehatan. Ketua Umum Duta Taichi Indonesia, Toni Liono, menegaskan bahwa kegiatan ini juga mempererat hubungan antar komunitas.
Di tengah tantangan kesehatan modern, perayaan ini menjadi pengingat bahwa pendekatan sederhana seperti Taichi dan Qi-Gong dapat menjadi bagian dari solusi—meski efektivitasnya tetap bergantung pada konsistensi praktik dan dukungan kebijakan kesehatan yang lebih luas.
Baca juga:
Dua Orang Diamankan, Polisi Sita 80 Gram Kokain di Kemayoran
"Lebih dari 1.500 peserta memeriahkan Hari Taichi dan Qi-Gong Sedunia 2026 di Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum kampanye kesehatan preventif dan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #HariTaichiSedunia #HidupSehat #SurabayaSehat #OlahragaPreventif #QiGongIndonesia
.jpg)
.jpg)