GalaPos ID, Asahan.
Dugaan praktik pijat “plus-plus” di sebuah tempat spa di Kisaran memicu kritik tajam dari kalangan pemuda. Tokoh pemuda Asahan, Dony Syaputra, menilai pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak cukup tegas karena tempat tersebut disebut masih beroperasi selama bulan Ramadan.
![]() |
| Tokoh pemuda Asahan menyoroti dugaan spa di Kisaran yang tetap beroperasi selama Ramadan dan disebut menawarkan pijat “plus-plus”. Foto: Taufiq BB |
"Dugaan praktik pijat “plus-plus” di Kisaran kembali memicu sorotan publik. Tokoh pemuda menuding pemerintah daerah dan aparat keamanan tidak tegas karena sebuah tempat spa disebut tetap beroperasi selama Ramadan meski ada larangan aktivitas hiburan malam."
Baca juga:
- Basarnas Siaga 19 Hari, SAR Cilacap Antisipasi Kecelakaan Mudik Lebaran
- Siapa Amanda Rigby? Aktris yang Dijodohkan Netizen dengan Andre Taulany
- Kue Rintak, Warisan Kuliner Belitung yang Diburu Saat Lebaran
Gala Poin:
1. Tokoh pemuda Asahan menilai pemerintah dan aparat tidak tegas karena spa di Kisaran diduga tetap beroperasi selama Ramadan.
2. Tempat usaha yang disorot adalah District X di Komplek Graha Kisaran yang disebut menawarkan pijat “plus”.
3. Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani menyatakan polisi akan menyelidiki dugaan tindak pidana, termasuk kemungkinan prostitusi terselubung.
Tempat yang dimaksud adalah District X, yang berada di kawasan Komplek Graha, Kisaran. Menurut Dony, usaha tersebut tetap membuka layanan pijat yang diduga menawarkan layanan tambahan meski ada imbauan pemerintah agar tempat hiburan dan aktivitas serupa tidak beroperasi selama Ramadan.
“Jelas salah jika memang itu tempat maksiat masih beroperasi, ini kan bulan puasa yang maksiat di jauhi lah dulu tutup lah,” tegas Dony, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia bahkan menuding adanya kemungkinan pembiaran dari pihak berwenang jika aktivitas tersebut benar terjadi secara terbuka.
Lanjut nya tapi kalau ini terus dibiarkan berarti Pemerintah tidak bernyali atau tidak ada mental yang kuat menghadapi pengusaha itu bisa jadi ada nya setoran.
Baca juga:
Anthoni Salim Raup Dividen BCA, Potensi Kantongi Ratusan Miliar
"Kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan apakah ada tindak pidana dalam perkara tersebut," jelas nya singkat dalam pesan Whatsapp, kepada awak media, Jumat 13 Maret 2026.
![]() |
| Kapolres Asahan Revi Nurvelani menyatakan komitmennya untuk menyelidiki berbagai dugaan praktik ilegal di wilayahnya sesuai prosedur hukum yang berlaku. Foto: Taufiq BB |
Penyelidikan akan difokuskan pada dugaan adanya tindak pidana, termasuk kemungkinan praktik prostitusi terselubung yang disamarkan dalam layanan pijat.
Kasus ini kembali menyoroti tantangan pengawasan tempat hiburan di daerah selama bulan Ramadan. Selain penegakan aturan, transparansi dan respons cepat aparat juga menjadi sorotan publik agar tidak muncul dugaan pembiaran terhadap praktik yang dianggap melanggar norma dan hukum.
Penulis: Taufiq BB
Baca juga:
Pijat Plus di Asahan Bertahan Saat Ramadhan, Tarif Capai Rp800 Ribu
"Tokoh pemuda Asahan menyoroti dugaan spa di Kisaran yang tetap beroperasi selama Ramadan dan disebut menawarkan pijat “plus-plus”. Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani menyatakan polisi akan melakukan penyelidikan terkait dugaan praktik prostitusi terselubung."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Asahan #Ramadan2026 #PenegakanHukum #SorotanPublik #Kisaran

