GalaPos ID, Jakarta.
Penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus membuka kembali kekhawatiran tentang keselamatan pembela hak asasi manusia di Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat.
Menurut kronologi yang dihimpun KontraS, sekitar pukul 23.37 WIB korban mengendarai motor Yamaha Aerox berwarna kuning ketika melihat dua orang tak dikenal mengendarai motor melawan arah.
![]() |
| Dua pria berboncengan motor diduga menyiram air keras ke arah Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam. Foto: tangkapan layar CCTV |
"Serangan terhadap aktivis HAM kembali memicu kekhawatiran tentang keamanan pembela hak asasi manusia di Indonesia. Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus menyisakan banyak pertanyaan tentang motif dan pelaku."
Baca juga:
- Mengapa Kue Rintak Wajib Ada Saat Lebaran di Belitung?
- Basarnas Siaga 19 Hari, SAR Cilacap Antisipasi Kecelakaan Mudik Lebaran
- Siapa Amanda Rigby? Aktris yang Dijodohkan Netizen dengan Andre Taulany
Gala Poin:
1. Dua pelaku bermotor menyiram air keras ke arah aktivis KontraS Andrie Yunus di Salemba.
2. Serangan terjadi usai korban melakukan aktivitas advokasi dan podcast soal UU TNI.
3. Tidak ada barang yang hilang, memperkuat dugaan serangan bermotif intimidasi.
Motor tersebut diduga merupakan skuter matik Honda Beat keluaran 2016–2021 atau Honda Vario model lama.
Pelaku berjumlah dua orang laki-laki yang mengendarai satu kendaraan. Pengendara mengenakan kaos kombinasi putih-biru dengan helm hitam, sementara penumpang belakang memakai penutup wajah atau masker menyerupai buff hitam.
Saat motor mendekat, salah satu pelaku menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh korban.
Korban Berteriak Kesakitan
Cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh korban, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan.
Andrie langsung berteriak kesakitan hingga menghentikan motornya dan menjatuhkannya di lokasi kejadian.
Dalam kesaksiannya, korban berteriak:
“AAAH, AAHH, AAHH, AHHH, AHHH, AHHH, AHHH, AHHH PANAS AAAHHH, AAAHHH, PANAS”
Baca juga:
Kue Rintak, Warisan Kuliner Belitung yang Diburu Saat Lebaran
Setelah melakukan serangan, pelaku langsung melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya.
Barang Tidak Ada yang Hilang
Menariknya, tidak ada barang milik korban yang hilang dalam peristiwa tersebut.
Motor, tas, dan barang lainnya masih berada di tempat kejadian, yang menguatkan dugaan bahwa motif serangan bukan perampokan.
Korban kemudian dibawa oleh dua rekannya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sekitar pukul 23.48 WIB untuk mendapatkan perawatan medis.
Tim dokter dari berbagai spesialisasi menangani korban, termasuk dokter mata, THT, saraf, tulang, thorax, organ dalam, dan kulit.
Saat ini korban masih menunggu tindakan operasi mata berupa transplantasi membran amnion atau cangkok jaringan.
Dugaan Teror Terhadap Aktivis
KontraS menyebut korban sebelumnya juga pernah mengalami intimidasi setelah terlibat dalam sejumlah aksi advokasi, termasuk aksi menolak rancangan Undang-Undang TNI pada Maret 2025.
“Terlebih, peristiwa ini menunjukkan bahwa korban mendapat serangan pasca melakukan kerja-kerjanya sebagai pembela HAM yang dapat dilihat melalui aktivitasnya sebelum melakukan perekaman siniar di YLBHI, yaitu korban sempat meninggalkan Kantor KontraS sekitar pukul 15.30 untuk menghadiri pertemuan di Kantor Celios membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta mengenai Aksi Agustus 2025,” terang Dimas, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Jumat, 13 Maret 2026.
Baca juga:
Anthoni Salim Raup Dividen BCA, Potensi Kantongi Ratusan Miliar
Di sekitar lokasi kejadian, terdapat beberapa kamera CCTV yang diduga dapat membantu proses penyelidikan.
Kamera tersebut berada di sekitar BPK Penabur, Pusdiklat Tekfunghan Kementerian Pertahanan, serta persimpangan Jalan Talang.
KontraS mendesak aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku dan motif penyerangan demi menjamin keselamatan pembela HAM di Indonesia.
Baca juga:
Pijat Plus di Asahan Bertahan Saat Ramadhan, Tarif Capai Rp800 Ribu
"Kronologi lengkap serangan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus di Jakarta Pusat. Dua pelaku bermotor diduga melakukan penyerangan usai korban menyelesaikan aktivitas advokasi."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #AktivisHAM #TerorDemokrasi #IndonesiaDaruratHAM
.jpg)
.jpg)