GalaPos ID, Trenggalek.
Anggota DPR RI, Novita Hardini, menegaskan pentingnya peran Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam mengatasi persoalan sampah organik sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga di Desa Munjungan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek.
Dalam kunjungan resminya, Novita mengajak masyarakat, khususnya perempuan, untuk memanfaatkan potensi sampah organik sebagai solusi atas kelangkaan dan harga pupuk yang terus melonjak.
"Anggota DPR RI Novita Hardini mengunjungi KWT Desa Munjungan untuk memberdayakan perempuan dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Inisiatif ini tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan ambisi Net Zero Carbon."
Baca juga:
- AMPRO Fight 2026 di TVRI Jadi Sinyal Kebangkitan Tinju Nasional
- Iftar Ramadan 2026, Hotel Bidakara Jakarta Bidik 8.000 Tamu
- GM Le Eminence: Media Punya Peran Strategis Dongkrak Hospitality
Gala Poin:
1. Pemanfaatan Sampah Organik: Novita Hardini mengajak KWT Desa Munjungan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos, mengatasi masalah kelangkaan pupuk dan dampak lingkungan.
2. Pemberdayaan Perempuan di Sektor Pertanian: Perempuan di desa diharapkan dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur dan buah guna memperkuat ketahanan pangan keluarga.
3. Dukungan Net Zero Carbon: Pengelolaan sampah organik oleh KWT diharapkan berkontribusi pada pencapaian target Net Zero Carbon Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
“Di satu sisi pupuk sulit dan mahal, di sisi lain sampah organik melimpah dan mencemari lingkungan. Jika dikelola dengan baik oleh KWT, ini bisa menjadi solusi yang berkelanjutan,” ujarnya kepada para anggota KWT yang hadir dalam kegiatan tersebut, Kamis, 12 Februari 2026.
Novita Hardini, legislator perempuan dari Dapil 7 Jawa Timur, mengungkapkan bahwa pemberdayaan perempuan di sektor pertanian tidak hanya bermanfaat dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga, tetapi juga menjadi solusi nyata untuk masalah lingkungan yang semakin mendesak.
Dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur dan buah, perempuan dapat mengurangi biaya hidup sekaligus memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Lebih jauh, ia mengusulkan agar KWT mulai fokus mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pertanian lokal.
Baca juga:
Desa Kampale Go Digital, Mahasiswa Unhas Bangun Sistem Informasi Desa
Dalam kesempatan tersebut, Novita juga menggarisbawahi bahwa pengelolaan sampah organik sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam mencapai target Net Zero Carbon. Menurutnya, untuk mewujudkan keberlanjutan lingkungan, pengolahan sampah organik harus dilakukan dengan serius di tingkat akar rumput.
“Kita dukung target Net Zero Carbon dengan memberdayakan KWT. Sampah organik harus diolah, bukan dibuang. Ini tentang membangun ekosistem yang berkesinambungan,” tegas politisi muda dari Fraksi PDI Perjuangan itu.
Dalam upayanya mengatasi permasalahan limbah, Novita juga mendorong Ketua Tim Penggerak PKK di setiap kecamatan agar lebih aktif mengkampanyekan pentingnya pengelolaan sampah. Ia berharap para Ketua PKK dapat bertindak sebagai “ibu asuh” yang menggerakkan masyarakat untuk mengolah sampah rumah tangga, SPPG, hingga limbah industri menjadi sumber ekonomi baru.
Sebagai Ketua PKK Kabupaten Trenggalek, Novita menekankan bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang peningkatan ekonomi, tetapi juga tentang menciptakan desa yang mandiri dan tangguh, dengan kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga lingkungan.
Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengurangi dampak sampah terhadap ekosistem, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Pemberdayaan perempuan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang membangun desa yang mandiri, tangguh, dan ramah lingkungan,” tutupnya dengan penuh semangat.
Baca juga:
Le Eminence Puncak Hadirkan Paket Ramadan dan Idul Fitri 2026
"Dalam kunjungannya ke KWT Desa Munjungan, Novita Hardini mendorong pemberdayaan perempuan melalui pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Upaya ini sejalan dengan komitmen Trenggalek menuju Net Zero Carbon dan mendorong ketahanan pangan berbasis ekonomi berkelanjutan."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #NetZeroCarbon #PemberdayaanPerempuan #Berkelanjutan
%20Trenggalek%20sampah%20organik.jpeg)
.jpg)