Strategi Global Archipelago, Dari Karibia ke Arab Saudi

GalaPos ID, Jakarta.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan pola wisata, Archipelago International memilih jalur yang tidak populer: tumbuh perlahan, berbasis sistem, dan menahan ekspektasi keuntungan cepat. Strategi itu dipaparkan langsung oleh President & CEO Archipelago International, John Flood, dalam forum The CEO Table: Hospitality Unpacked bersama Sindikasi Media Network di Jakarta, Rabu, 29 Januari 2026.

John Flood Buka Peta Ekspansi Archipelago di Pasar Dunia
Archipelago International memilih tumbuh perlahan namun berkelanjutan melalui investasi sistem dan teknologi, membangun fondasi ekspansi hotel global dari Kuba hingga Timur Tengah. Foto: SMN

"Dari Karibia hingga Timur Tengah, Archipelago International tidak hanya menjual kamar hotel, tetapi membangun sistem global yang dirancang untuk bertahan puluhan tahun di tengah volatilitas industri perhotelan dunia."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Archipelago menempatkan Karibia dan Arab Saudi sebagai pasar strategis jangka panjang.
2. Investasi sistem dan teknologi menjadi fondasi utama ekspansi global.
3. Perhotelan dipandang sebagai bisnis berjangka panjang, bukan keuntungan instan.


Ekspansi terbaru Archipelago menyasar Dominican Republic, kawasan Karibia yang dinilai memiliki daya tarik strategis karena menjadi salah satu destinasi luar negeri utama wisatawan Amerika Serikat, bersama Meksiko.

Dengan pasar outbound AS yang besar dan stabil, John Flood melihat peluang jangka panjang, terutama pada segmen residensi, sewa, dan second home.

Langkah ke Karibia bukan keputusan instan. Sekitar 12 tahun lalu, Archipelago lebih dulu masuk ke Kuba, setelah mendapat undangan pemerintah setempat untuk mengelola hotel dan membuka akses pasar Asia.

Lingkungan bisnis Kuba diakui penuh tantangan, mulai dari keterbatasan likuiditas hingga sistem pembayaran yang kompleks akibat embargo ekonomi.

Namun, bagi Archipelago, Kuba berfungsi sebagai laboratorium ketahanan bisnis sekaligus pintu masuk menuju pasar Karibia yang lebih terbuka, seperti Dominican Republic dan Meksiko.

Baca juga:
Karawang Dua Pekan Terendam, Warga Kalangligar Mulai Pasrah Direlokasi 


Selain ekspansi wilayah, Archipelago juga melakukan penyesuaian terhadap perubahan perilaku konsumen, khususnya pada layanan makanan dan minuman. John Flood menilai, menu hotel konvensional yang berat dan seragam tidak lagi relevan dengan preferensi wisatawan modern.

Sebagai respons, Archipelago menghadirkan konsep rotasi street food global dengan tema berbeda setiap enam bulan—mulai dari Korea, Jepang, hingga Meksiko. Pendekatan ini tidak hanya memberi variasi bagi tamu, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kompetensi tim dapur hotel.

Di sisi merek, Archipelago yang selama ini dikenal kuat di segmen bintang tiga dan empat, mulai memasuki wilayah ultra-luxury melalui kolaborasi dengan Tonino Lamborghini. Kolaborasi tersebut melahirkan Tonino Lamborghini Hotels by Huxley dan Tonino Lamborghini Residences, dengan proyek awal di Dominican Republic, Kolombia, dan Miami.

Hotel-hotel ini diposisikan sebagai properti mewah berkelas dunia dengan tarif tinggi, namun tetap mengedepankan desain ikonik dan efisiensi operasional—sebuah kombinasi yang jarang ditemukan dalam segmen ultra-luxury.

Meski demikian, John Flood menegaskan bahwa industri perhotelan bukan bisnis dengan siklus cepat. Dari penandatanganan proyek hingga pembukaan hotel, diperlukan waktu sekitar empat tahun, dengan masa pengembalian investasi yang dapat mencapai tujuh hingga delapan tahun.

Membaca Masa Depan Hotel Dunia ala Archipelago International
President & CEO Archipelago International John Flood mengungkap pendekatan pertumbuhan jangka panjang perusahaan, dari Karibia hingga Madinah, dengan fokus pada sistem, teknologi, dan kesabaran investasi. Foto: SMN

 

Karena itu, Archipelago memilih membangun sistem operasional dan teknologi internal terlebih dahulu sebelum melakukan ekspansi agresif. Investasi pada sistem digital bahkan dilakukan secara besar-besaran di masa pandemi COVID-19, ketika banyak pelaku industri justru menahan belanja.

Pendekatan berbasis sistem tersebut juga diterapkan di Arab Saudi, khususnya proyek bersama Knowledge Economic City di Madinah yang mencakup 2.600 kamar hotel untuk jamaah. Keunggulan Archipelago di pasar ini terletak pada kemampuannya membawa permintaan jamaah Indonesia dalam skala besar, didukung jaringan hotel nasional dan sistem distribusi terintegrasi.

Bagi John Flood, industri perhotelan bukan sekadar soal pertumbuhan angka, melainkan perjalanan panjang tanpa garis akhir. Kesabaran, konsistensi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi fondasi utama Archipelago untuk bertahan dan berkembang di panggung global.

 

Baca juga:
Tutorial Tabel Keterangan Blogger yang Rapi dan Profesional

"President & CEO Archipelago International John Flood membeberkan strategi ekspansi global perusahaan dari Karibia hingga Arab Saudi. Berbasis sistem, teknologi, dan kesabaran investasi, Archipelago menantang pola lama industri perhotelan dunia."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #ArchipelagoInternational #IndustriPerhotelan #SindikasiMediaNetwork

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال