Salak Pondoh Pronojiwo: Buah, Tradisi, dan Harapan Petani

GalaPos ID, Lumajang.
Salak pondoh Pronojiwo dari Kabupaten Lumajang telah lama dikenal sebagai varietas unggulan dengan rasa manis dominan, daging tebal, dan kandungan air lebih banyak dibanding salak pondoh dari daerah lain seperti Sleman.
Didukung tanah vulkanik Semeru, komoditas unggulan ini berpotensi agrowisata dan produk olahan.

Keunggulan Salak Pondoh Pronojiwo Dibanding Daerah Lain
Salak pondoh pronojiwo, komoditas unggulan lereng semeru dengan rasa yang tak tertandingi

"Bukan sekadar manis, salak pondoh Pronojiwo menyimpan kekuatan tanah dan tradisi petani lereng Semeru."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Salak pondoh Pronojiwo memiliki rasa manis, renyah, dan berair.
2. Faktor tanah dan iklim Semeru menjadi pembeda utama kualitas buah.
3. Berpotensi besar untuk agrowisata dan produk olahan lokal.

 

Keunggulan tersebut tidak lepas dari kondisi geografis Kecamatan Pronojiwo yang berada di dataran tinggi lereng Gunung Semeru. Karakteristik tanah vulkanik dan suhu yang relatif dingin memberi pengaruh signifikan terhadap kualitas buah.

Salak pondoh Pronojiwo memiliki tekstur daging yang renyah dan rasa segar tanpa sepat. Keunikan ini menjadikannya komoditas pertanian utama dan ikon Kecamatan Pronojiwo.

Tak hanya dipasarkan di Lumajang, salak ini juga dikirim ke daerah lain seperti Surabaya, Jember, hingga Bali.

Selain dijual sebagai buah segar, salak pondoh Pronojiwo juga diolah menjadi berbagai produk, salah satunya keripik salak yang kini menjadi oleh-oleh khas daerah.

Potensi ini membuka peluang pengembangan usaha kecil dan menengah berbasis pertanian lokal. Tak berhenti di sektor perdagangan, kebun salak di Pronojiwo juga memiliki potensi agrowisata.

Baca juga:
Paparan Gadget Berlebih, Kesehatan dan Mental Anak Terancam 


Wisatawan dapat menikmati pengalaman memetik salak langsung dari kebun, sekaligus mengenal tradisi unik petani setempat.

Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah “Manten Salak”, ritual simbolik dengan mengarak bunga jantan dan betina salak sebagai lambang perkawinan tanaman untuk meningkatkan hasil produksi.

Di tengah tantangan bencana alam dan fluktuasi ekonomi, salak pondoh Pronojiwo tetap menjadi bukti ketangguhan petani lereng Semeru. Buah ini bukan hanya produk pertanian, tetapi juga cerminan hubungan antara alam, budaya, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.

Salak Pondoh Pronojiwo, Komoditas Unggulan dari Lereng Semeru

Salak pondoh khas Pronojiwo dikenal memiliki cita rasa berbeda dibandingkan salak dari daerah lain. Faktor tanah vulkanik dan iklim sejuk kaki Gunung Semeru diyakini memberi pengaruh besar terhadap kualitas rasa dan tekstur buah.

Harga salak pondoh Pronojiwo juga terbilang terjangkau. Sriati, pedagang salak setempat, mengatakan satu kilogram salak dijual seharga Rp3.000.

“Harganya sangat murah hanya tiga ribu rupiah per kilogram. Sekarang lagi musim dan panen raya, kami juga mengirimkan ke beberapa daerah terdekat di Jawa Timur jika panenan melimpah,” kata Sriati, dikutip Jumat, 2 Januari 2026.

Meski demikian, para petani dan pedagang tak menutup mata terhadap dampak erupsi Gunung Semeru pada 19 November 2025. Aktivitas ekonomi sempat menurun tajam setelah bencana tersebut.

 

Baca juga:
Luminesa Hidupkan Layar Tancep jadi Ruang Literasi dan Keakraban Sosial

"Salak pondoh Pronojiwo Lumajang dikenal manis, renyah, dan berair. Didukung tanah vulkanik Semeru, komoditas unggulan ini berpotensi agrowisata dan produk olahan."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #SalakPondoh #Pronojiwo #Semeru

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال