GalaPos ID, Subang.
Banjir yang melanda wilayah Pantura Kabupaten Subang, Jawa Barat, terus meninggi. Ratusan rumah warga di lima dusun Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Ciasem setelah diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir.
![]() |
| Luapan Sungai Ciasem memicu banjir setinggi satu meter di Pantura Subang. Lima dusun terdampak, warga dievakuasi, dan aktivitas ekonomi terhenti. Foto: H Rahmadani |
"Banjir di jalur Pantura Subang kian meninggi. Ketika air Sungai Ciasem meluap hingga satu meter, ratusan warga terancam terjebak, rumah terendam, dan lahan pertanian yang baru ditanami padi ikut tenggelam."
Baca juga:
- Hujan Deras Berhari-hari, BPBD Catat Puluhan RT Masih Banjir
- Paparan Gadget Berlebih, Kesehatan dan Mental Anak Terancam
- Inovasi Selai Nanas, Strategi Mahasiswa KKN-T Unhas Dorong Ekonomi Lokal
Gala Poin:
1. Sekitar 600 rumah di lima dusun Desa Dukuh, Subang, terendam banjir hingga satu meter.
2. Akses jalan utama Pantura lumpuh dan ratusan hektare sawah yang baru ditanami padi ikut terendam.
3. Petugas gabungan melakukan evakuasi dan mengimbau warga segera mengungsi karena banjir berpotensi memburuk.
Ketinggian air yang terus bertambah membuat petugas gabungan melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya masih terendam dan belum mengungsi. Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi, mengingat potensi banjir semakin parah dan risiko warga terjebak di dalam rumah.
Kepala Desa Dukuh, Ade Godam, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Subang dan sekitarnya sehingga Sungai Ciasem tidak mampu menampung debit air.
“Sekitar 600 rumah warga di lima dusun terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter,” ujar Ade Godam, dikutip Minggu, 25 Januari 2026.
Adapun lima dusun yang terdampak banjir meliputi Dusun Dukuh Hilir Timur, Dusun Dukuh Hilir Barat, Dusun Dukuh Tengah, Dusun Dukuh Girang Timur, dan Dusun Dukuh Girang Barat.
Baca juga:
Eksperimen Sederhana, Strategi Mahasiswa KKN Unhas Ajarkan Fisika di Sidrap
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi akses jalan utama di kawasan Pantura Desa Dukuh. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh, termasuk mobilitas warga dan distribusi barang yang bergantung pada jalur tersebut.
Dampak banjir tidak berhenti di permukiman dan akses jalan. Ratusan hektare area persawahan yang baru ditanami padi turut terendam banjir. Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi gagal panen dan kerugian ekonomi bagi para petani.
Salah seorang warga terdampak, Anih, mengungkapkan air mulai masuk ke rumah dan terus meninggi seiring waktu. Warga berharap banjir segera surut agar aktivitas kehidupan dapat kembali normal.
![]() |
| Banjir Pantura Subang akibat luapan Sungai Ciasem merendam sekitar 600 rumah warga Desa Dukuh. Akses jalan utama lumpuh dan sawah terancam gagal panen. Foto: H Rahmadani |
Pihak desa bersama petugas gabungan terus mengimbau masyarakat untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Imbauan ini disampaikan mengingat curah hujan masih tinggi dan berpotensi memperburuk kondisi banjir di wilayah Pantura Subang.
Baca juga:
Minuman Manis dan Ancaman Kesehatan Publik
"Banjir akibat luapan Sungai Ciasem merendam sekitar 600 rumah di Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, Subang. Akses Pantura lumpuh, sawah terendam, dan warga diminta segera mengungsi."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Subang #Pantura #Banjir
.jpeg)
.jpeg)