Ikan Nila Jadi Peluang Usaha Baru Warga Desa Kalosi

GalaPos ID, Kab. Sidenreng Rappang (Sidrap).
Potensi perikanan air tawar di Desa Kalosi selama ini belum sepenuhnya dioptimalkan. Ikan nila, salah satu komoditas unggulan desa, umumnya hanya dipasarkan dalam kondisi segar atau diolah secara sederhana tanpa nilai tambah yang signifikan.
Kondisi ini mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi pengolahan ikan nila menjadi nugget sebagai strategi peningkatan nilai jual sekaligus penguatan gizi masyarakat.

Dari Kolam ke Meja Makan, Nugget Ikan Nila Karya KKN Unhas

"Ikan nila yang selama ini dijual segar kini diolah menjadi nugget bergizi oleh mahasiswa KKN Unhas demi nilai jual dan pencegahan stunting di Desa Kalosi."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 menginisiasi pengolahan ikan nila menjadi nugget sebagai upaya peningkatan nilai jual dan gizi.
2. Nugget ikan nila dipadukan dengan wortel sebagai alternatif pangan praktis yang lebih sehat dibanding produk komersial.
3. Program menyasar kader posyandu sebagai agen penyebaran informasi pangan bergizi dan peluang usaha rumah tangga.


Program bertajuk “Strategi Inovasi Pemanfaatan Ikan Nila menjadi Nugget untuk Meningkatkan Nilai Jual di Desa Kalosi” dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Kantor Desa Kalosi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan fokus pada pengembangan pangan lokal bernilai ekonomi dan gizi.

Selama ini, ikan nila di Desa Kalosi umumnya hanya diolah dengan cara digoreng, dibakar, atau dimasak berkuah. Padahal, ikan nila memiliki kandungan protein tinggi dan kadar lemak yang relatif rendah, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.

Protein sendiri merupakan salah satu zat gizi utama yang berperan penting dalam pencegahan stunting. Melihat peluang tersebut, mahasiswa KKN Unhas memperkenalkan nugget ikan nila sebagai alternatif produk pangan yang lebih praktis, tahan simpan, dan memiliki peluang pasar lebih luas.

Baca juga:
Wortel dan Diabetes: Mitos, Fakta, dan Nutrisi Penting di Dalamnya

Di sisi lain, nugget yang beredar di pasaran kerap dikaitkan dengan makanan cepat saji yang kurang sehat. Kandungan daging pada nugget komersial sering kali tidak diketahui secara pasti dan tidak jarang mengandung bahan tambahan seperti pengawet.

Menjawab kekhawatiran tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan nugget berbahan dasar ikan nila yang dipadukan dengan wortel. Penambahan wortel bertujuan meningkatkan kandungan vitamin dan serat, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya kaya protein, tetapi juga lebih seimbang secara gizi.

Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan demonstrasi. Pada tahap sosialisasi, mahasiswa menyampaikan materi mengenai kandungan gizi ikan nila, perannya dalam pencegahan stunting, serta potensi nilai tambah yang dapat diperoleh melalui pengolahan lanjutan.

Materi juga mencakup peluang usaha nugget ikan nila yang dapat dikembangkan sebagai usaha rumah tangga maupun usaha skala kecil. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan nugget ikan nila yang melibatkan ibu-ibu kader posyandu secara langsung.

Mahasiswa KKN Unhas Olah Ikan Nila Jadi Nugget Bernilai Jual Tinggi

Mahasiswa KKN Gelombang 115 Universitas Hasanuddin dari Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Adzania Fazria Ningsih, menyampaikan harapannya agar inovasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Selain meningkatkan nilai jual ikan nila, nugget berbahan dasar ikan nila dapat menjadi sumber protein hewani yang berperan penting dalam pencegahan stunting serta membuka peluang usaha skala rumah tangga,” ujar Adzania Fazria Ningsih, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Senin, 26 Januari 2026.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap kader posyandu dan aparat desa dapat menjadi agen penyebaran informasi mengenai pangan bergizi berbasis ikan nila. Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan produk olahan sehat sekaligus mendukung peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat Desa Kalosi secara berkelanjutan.

 

Baca juga:
Mata Uang Dunia

"Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin Gelombang 115 menghadirkan inovasi pengolahan ikan nila menjadi nugget bergizi di Desa Kalosi. Program ini bertujuan meningkatkan nilai jual ikan, mencegah stunting, dan membuka peluang usaha berbasis pangan lokal."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KKNUnhas #Inovasi #PanganDesa 

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال