Hujan Deras Picu Longsor TPT di Tanjungkerta Sumedang

GalaPos ID, Sumedang.
Tembok Penahan Tanah (TPT) dengan ketinggian sekitar 10 meter di Dusun Pogor, RT 03 RW 01, Desa Cipanas, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, longsor pada Kamis, 29 Januari 2026, pada pagi waktu setempat.
Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Sumedang sejak dini hari.

Hujan Deras Picu Longsor TPT di Tanjungkerta Sumedang

“Hujan deras yang mengguyur Sumedang kembali memicu bencana. Kali ini, Tembok Penahan Tanah (TPT) setinggi 10 meter di Desa Cipanas, Kecamatan Tanjungkerta, longsor dan menutup akses vital antar-dusun, memunculkan pertanyaan soal kesiapan infrastruktur menghadapi cuaca ekstrem.”

Baca juga:

Gala Poin:
1. TPT setinggi 10 meter di Desa Cipanas, Sumedang, longsor akibat hujan deras dan menutup akses jalan desa.
2. Longsor terjadi secara mendadak, didahului retakan dan runtuhan kecil, serta mengancam satu rumah di atas tebing.
3. Pemerintah dan warga melakukan penanganan darurat, sementara perbaikan permanen menunggu tindak lanjut pemerintah daerah.


Material longsoran menutup jalan desa yang menjadi akses penghubung antara Dusun Sudimampir dan Dusun Banceuy. Selain mengganggu mobilitas warga, satu bangunan rumah yang berdiri tepat di atas lokasi TPT dilaporkan berada dalam kondisi rawan terdampak.

Warga setempat, Nenden Srimayanti (33), mengungkapkan longsor terjadi secara mendadak. Saat kejadian, ia berada di rumah bersama anaknya. Sebelum longsor besar terjadi, runtuhan kecil lebih dulu muncul.

"Awalnya hanya sedikit, tidak lama kemudian langsung ambruk besar. Pagar rumah ikut runtuh semua. Saya langsung menjauh karena sebelumnya sudah terlihat retakan, ditambah hujan masih deras,” ujar Nenden.

Menurut Nenden, kondisi tanah di sekitar TPT memang telah menunjukkan tanda-tanda keretakan sebelum kejadian. Ia menduga curah hujan tinggi menjadi faktor utama penyebab longsor tersebut.

"Kejadiannya lagi turun hujan lumayan sih agak besar," ucapnya.

Baca juga:
Hujan Dua Hari, 46 RT di Jakarta Masih Tergenang

Sementara itu, Camat Tanjungkerta, Indra Wahyudinata, menyampaikan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Rumah yang terancam berada di atas tebing dan merupakan rumah singgah yang kebetulan sedang kosong,” kata Indra.

Pasca-kejadian, pemerintah kecamatan bersama unsur TNI, Polri, BPBD, pemerintah desa, dan warga setempat langsung melakukan penanganan darurat. Material longsoran dibersihkan secara manual guna membuka kembali akses jalan yang tertutup.

Untuk mengantisipasi longsor susulan, area terdampak ditutup menggunakan terpal guna mengurangi resapan air hujan ke dalam tanah. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan.

“Kami masih siaga karena hujan belum sepenuhnya reda. Warga juga kami imbau untuk tidak mendekati lokasi longsor demi keselamatan,” jelas Indra.

Longsor TPT Cipanas Sumedang, Rumah di Atas Tebing Terancam

Ia menambahkan, pagar rumah di atas TPT dilaporkan runtuh. Meski demikian, struktur bagian bawah TPT dinilai masih relatif stabil sehingga tidak memicu longsor yang lebih besar. Pemilik rumah telah diminta untuk mengosongkan bangunan sementara waktu.

“TPT yang longsor panjangnya sekitar 15 meter dengan tinggi 10 meter. Pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti dengan langkah perbaikan,” pungkasnya.

 

Baca juga:
Novita Hardini: Industri Kreatif Maju, Pekerja Rentan

“Tembok Penahan Tanah setinggi 10 meter di Desa Cipanas, Sumedang, longsor akibat hujan deras. Jalan desa tertutup material longsor dan satu rumah terancam terdampak.”

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Longsor #Sumedang #Jabar

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال