GalaPos ID, Karawang.
Banjir yang melanda Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terus meluas dan berdampak signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 21 dari 30 kecamatan di Karawang terdampak banjir, dengan total 64 desa terendam secara signifikan.
![]() |
| Foto Instagram: @riekediahp |
"Banjir yang merendam hingga atap rumah di Karawang menyingkap masalah lama: bantuan darurat datang, tetapi solusi struktural tak kunjung tuntas."
Baca juga:
- Tutorial Tabel Keterangan Blogger yang Rapi dan Profesional
- MSCI Tekan Pasar Saham Indonesia, Analis Soroti Peluang Buy on Dip
- Optimasi SEO Onpage Agar Sesuai dengan Social Media
Gala Poin:
1. Banjir Karawang meluas hingga 21 kecamatan dan 64 desa
2. Bantuan logistik dinilai belum menyelesaikan akar persoalan banjir
3. DPR RI mendorong intervensi anggaran pusat untuk perbaikan tanggul
Kondisi ini mendorong Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, untuk meninjau langsung lokasi banjir parah di Karawang pada Sabtu, 24 Januari 2026, lalu.
Dalam kunjungannya, Rieke memperlihatkan kondisi permukiman warga yang terendam hingga atap rumah, tumpukan sampah yang terbawa arus, serta tanggul yang jebol.
Situasi tersebut memunculkan keprihatinan mendalam, terutama karena bantuan logistik yang disalurkan dinilai belum menyentuh akar persoalan banjir yang terus berulang setiap tahun.
Di sektor pendidikan, banjir turut merendam 14 sekolah di Karawang akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai. Sejumlah sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar, sementara beberapa lainnya menjalankan pembelajaran secara daring.
Baca juga:
Peraturan KPK 2026, SK Gratifikasi Kini Berdasar Level Jabatan
Pasca bencana, Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang menyatakan akan memperbaiki fasilitas sekolah serta merenovasi gedung menjadi dua lantai bagi sekolah-sekolah yang kerap terdampak banjir.
Dalam kunjungannya bersama Bupati Karawang, Rieke menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur sungai, khususnya tanggul Sungai Citarum yang jebol, membutuhkan intervensi anggaran dari pemerintah pusat.
Hal ini karena kewenangan pengelolaan sungai berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sehingga tidak dapat sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang yang terbatas.
Rieke berkomitmen mengawal pengajuan anggaran melalui kementerian terkait agar terjadi sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah demi percepatan perbaikan infrastruktur.
"Jadi kan pengajuan bisa lewat kementeriannya, dimasukin ke anggaran kementerian di Karawang. Kemudian kita dari DPR-nya jadi matching. Minimal di anggaran perubahan ada gitu masuk," tegas Rieke seperti dikutip dari akun Instagram @riekediahp, Kamis, 29 Januari 2026.
Diektahui, banjir kembali merendam Kampung Pangasinan dan Kampung Kampek, Desa Kalangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 29 Januari 2026. Air yang sempat surut selama beberapa jam, kembali naik dan menggenangi ratusan rumah warga.
Bagi warga Desa Kalangligar, banjir bukan lagi peristiwa mengejutkan. Polanya nyaris selalu sama setiap kali terjadi: air datang, surut sebentar, lalu kembali merendam permukiman dengan ketinggian yang kerap lebih parah.
Salah seorang warga Kampung Pangasinan, Mak Iip (69 tahun), mengaku kelelahan menghadapi banjir yang datang berulang dalam waktu singkat.
“Ini banjir lagi. Baru surut sebentar, dua sampai tiga jam, air datang lagi. Sekarang sudah masuk rumah lagi. Saya sudah capek,” keluh Mak Iip.
Baca juga:
Karawang Dua Pekan Terendam, Warga Kalangligar Mulai Pasrah Direlokasi
"Sebanyak 21 kecamatan di Karawang terdampak banjir. Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menegaskan bahwa solusi banjir bukan hanya bantuan sembako, melainkan perbaikan tanggul dengan intervensi anggaran pusat."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #RiekeDiahPitaloka #Banjir #Karawang
.jpg)
.jpeg)