GalaPos ID, Caracas.
Sejumlah ledakan mengguncang ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu, 3 Januari 2026, pada dini hari waktu setempat. Suara pesawat terbang rendah dan helikopter dilaporkan terdengar di beberapa wilayah, memicu kepanikan warga.
Video kejadian tersebut diunggah akun Instagram resmi Trtworld, memperlihatkan helikopter terbang di atas kota bersamaan dengan beberapa ledakan di bawahnya.
"Dentuman ledakan dan helikopter yang membelah langit Caracas memicu ketegangan geopolitik baru. Pemerintah Venezuela langsung menuding Amerika Serikat melakukan agresi militer serius."
Baca juga:
- Dari Kemang, Jurnalis Indonesia Luncurkan Sindikasi Media Network
- Salak Pondoh Pronojiwo: Buah, Tradisi, dan Harapan Petani
- Curah Hujan Tinggi, Permukiman Nanggalo Terendam Banjir
Gala Poin:
1. Ledakan dan aktivitas udara militer mengguncang Caracas.
2. Pemerintah Venezuela menuduh AS melakukan agresi militer serius.
3. Venezuela menetapkan darurat nasional dan membawa kasus ke PBB.
Merespons peristiwa tersebut, pemerintah Venezuela menetapkan keadaan darurat nasional dan secara terbuka menuduh Amerika Serikat (AS) berada di balik serangan tersebut. AFP melaporkan, pemerintah menyebut insiden itu sebagai bentuk “serangan AS” dan langsung menginstruksikan mobilisasi nasional.
"Venezuela di hadapan komunitas internasional menolak, menyangkal, dan mengecam agresi militer sangat serius yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela," demikian pernyataan resmi Pemerintah Venezuela, dikutip dari AFP.
Pemerintah Venezuela juga menuding serangan tersebut memiliki motif perebutan sumber daya strategis nasional, termasuk minyak dan mineral. Tuduhan itu memperkuat narasi lama Caracas soal kepentingan ekonomi global di balik tekanan politik terhadap Venezuela.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada hari yang sama menetapkan keadaan darurat atas apa yang disebut sebagai “agresi militer yang sangat serius.”
Baca juga:
Salak Pondoh Khas Pronojiwo, Buah Manis dari Lereng Semeru
Sedikitnya tujuh ledakan dan kepulan asap terlihat dari berbagai lokasi di Caracas serta wilayah negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
"Rakyat turun ke jalan!" demikian bunyi pernyataan pemerintah Venezuela menyusul rentetan ledakan terdengar di area ibu kota Caracas.
Pemerintah juga menyerukan mobilisasi total pendukungnya.
"Pemerintahan Bolivarian menyerukan kepada semua kekuatan sosial dan politik di negara ini untuk mengaktifkan rencana mobilisasi dan menolak serangan imperialis ini," tegas pernyataan tersebut.
"Rakyat Venezuela dan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian, dalam kesatuan militer-polisi-rakyat yang sempurna, dikerahkan untuk menjamin kedaulatan dan perdamaian." Selain langkah domestik, Venezuela menyatakan akan membawa kasus ini ke tingkat internasional.
![]() |
| Foto: BBC News |
Pemerintah menyebut akan mengajukan pengaduan resmi kepada Dewan Keamanan PBB, Sekretaris Jenderal PBB, dan badan internasional lainnya untuk menuntut kecaman terhadap AS. Hingga berita ini disusun, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi.
Namun, sejumlah media AS seperti CBS News dan Fox News melaporkan bahwa pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi keterlibatan militer AS dalam serangan tersebut. Klaim ini masih belum diverifikasi secara independen.
Baca juga:
Banjir Rendam Jorong Sungai Asam, Tim SAR Evakuasi Warga
"Serangkaian ledakan mengguncang Caracas. Venezuela menetapkan darurat nasional dan menuduh Amerika Serikat melakukan agresi militer demi sumber daya strategis."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Venezuela #Caracas #Geopolitik
.jpeg)
.jpeg)