GalaPos ID, Jakarta.
Suasana ruang rapat Komisi XIII DPR RI berbeda dari biasanya. Kali ini, bukan hanya pejabat dan birokrat yang hadir, tetapi juga pelaku industri musik.
Salah satu suara paling lantang datang dari penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL), yang hadir mewakili Vibrasi Suara Indonesia (VISI).
“Bunga Citra Lestari, penyanyi papan atas, hari itu tak menyanyi. Di kompleks parlemen, suaranya berbeda: tajam, jernih, dan mewakili ribuan pelaku industri musik yang tak pernah terdengar. Ia tidak meminta panggung—ia menuntut keadilan.”
Baca juga:
- Hipotermia di Pos 5, Pendaki Diselamatkan Setelah 10 Jam
- Golaga dan Curug Sumba: Dua Destinasi Alami Penuh Pesona
- DJ Panda Bungkam, Syntia Menuntut Keadilan
Gala Poin:
1. Bunga Citra Lestari menekankan bahwa regulasi hak cipta harus menjadi solusi bersama, bukan hanya menguntungkan satu pihak.
2. Ia menyoroti pentingnya kejelasan sistem perizinan dalam penciptaan lagu oleh banyak orang untuk mencegah konflik.
3. Penyanyi dinilai kerap disalahpahami, padahal mereka telah mendukung hak cipta secara konkret melalui kontrak kerja.
Bukan tanpa alasan ia hadir. Dalam pembahasan bersama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dan Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), BCL menegaskan bahwa revisi RUU Hak Cipta harus dirancang sebagai solusi kolektif, bukan aturan yang menguntungkan satu pihak saja.
“Kalau saya lihat, sebenarnya pemikiran kita semua hampir sama, hanya sudut pandangnya berbeda. Aturan yang ada jangan hanya jadi solusi untuk satu pihak, tapi harus bisa menjawab kebutuhan seluruh ekosistem musik,” ujar BCL dalam keterangan, Rabu, 27 Agustus 2025.
Baca juga:
Tragedi di Kantor Camat, Pemuda Tewas Dikeroyok Remaja
Di balik sebuah lagu, ada rantai panjang kerja kreatif—pencipta lagu, penyanyi, musisi, produser, hingga pihak distribusi digital. Namun selama ini, kerap kali regulasi tak mampu menyentuh kompleksitas itu.
Salah satu isu krusial yang disorot BCL adalah mekanisme perizinan, terutama jika sebuah lagu diciptakan oleh lebih dari satu orang.
“Pertanyaannya, kalau tiga pencipta, dua setuju tapi satu tidak, apakah itu dianggap sah? Hal seperti ini harus jelas agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya tajam.
Di tengah polemik yang sering mengambinghitamkan penyanyi soal royalti, BCL meluruskan bahwa banyak penyanyi—termasuk dirinya—justru telah mendukung sistem royalti sejak lama.
“Jangan sampai penyanyi dianggap tidak peduli. Justru kami ingin semua jelas, ada aturan dari negara supaya tidak membingungkan di lapangan,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa para penyanyi telah lebih dulu mencantumkan pembayaran royalti pencipta lagu dalam kontrak kerja, bahkan sebelum wacana regulasi hak cipta ini mencuat.
Baca juga:
Polres Batu Bara Musnahkan 78 Kg Narkoba
BCL menutup pernyataannya dengan harapan bahwa keterlibatan penyanyi dan pelaku industri musik lainnya dalam pembahasan RUU ini dapat mendorong lahirnya aturan yang adil, transparan, dan mengakomodasi semua pihak.
Ia tidak berbicara untuk dirinya sendiri, tapi untuk ratusan pekerja seni yang tak punya mikrofon di ruang kekuasaan.
Baca juga:
Geger di Solo! Syntia Ngaku Dihamili DJ Panda
“Penyanyi Bunga Citra Lestari angkat suara di parlemen. Bukan untuk tampil di panggung, tapi menuntut keadilan dalam sistem hak cipta musik. Dalam rapat bersama DPR dan pelaku industri musik, BCL mengingatkan: regulasi jangan jadi alat sepihak, tapi solusi bersama.”
#HakCiptaMusik #RegulasiMusikAdil #MusisiBersuara #TransparansiRoyalti #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia