GalaPos ID, Jakarta.
Dukungan untuk Prof. KH. Husnan Bey Fananie, terus menguat menjelang Muktamar ke-35 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada akhir September 2025.
Mantan Duta Besar RI untuk Azerbaijan ini didukung berbagai tokoh, kader, dan alumni pesantren ternama seperti Gontor untuk maju sebagai calon Ketua Umum PPP.
“PPP terjungkal di Pemilu 2024. Kini, seorang tokoh berpengalaman siap memimpin kebangkitan partai Islam tertua ini. Prof. Husnan Bey Fananie datang membawa janji perubahan dan konsistensi, dengan misi jelas: mengembalikan PPP ke panggung politik utama Indonesia.”
Baca juga:
- RUU Hak Cipta Disorot, BCL Minta Regulasi Jangan Sepihak
- Hipotermia di Pos 5, Pendaki Diselamatkan Setelah 10 Jam
- Golaga dan Curug Sumba: Dua Destinasi Alami Penuh Pesona
Gala Poin:
1. Prof. Husnan Bey Fananie didukung maju sebagai Ketua Umum PPP dengan target membawa partai kembali ke DPR pada 2029.
2. Muktamar 2025 dianggap momentum penting untuk evaluasi dan reformasi menyeluruh setelah kegagalan PPP di Pemilu 2024.
3. Husnan menunjuk ATS & Partner Law Firm untuk mengawal proses muktamar agar berlangsung adil dan sesuai aturan, sebagai bentuk komitmen menjaga demokrasi internal.
Husnan menyebut Muktamar kali ini sebagai momentum krusial untuk melakukan evaluasi dan reformasi besar-besaran setelah PPP gagal menempatkan wakilnya di DPR pada Pemilu 2024.
“Kita baru pertama kalinya (pemilu 2024) Partai Persatuan Pembangunan sebagai umat Islam kehilangan kepercayaan dari masyarakat untuk menempatkan wakil-wakilnya di DPR,” ujarnya, Rabu, 27 Agustus 2025.
Kegagalan ini menjadi peringatan keras.
“Ini Muktamar yang sangat memprihatinkan karena kita harus membongkar secara mendalam penyebab kegagalan tersebut. Kita harus kembali membangun marwah partai,” tegas Husnan.
Baca juga:
DJ Panda Bungkam, Syntia Menuntut Keadilan
Menurut Husnan, kebangkitan PPP harus berakar dari basis masyarakat, terutama pesantren, madrasah, dan kantong suara tradisional.
“Kita harus turun ke bawah, ke pesantren, madrasah, dan kantong suara tradisional. Tidak boleh hanya bertahan di pusat. Target kita, 2029 PPP harus kembali duduk sejajar dengan partai lain di Senayan,” katanya.
Ia juga menegaskan peran PPP sebagai benteng nilai Islam rahmatan lil alamin di tengah dinamika politik nasional.
“Indonesia adalah pertahanan terakhir peradaban Islam dunia,” ujarnya.
Menghadapi muktamar, Husnan mengajak seluruh kader tetap solid.
“Kompetisi itu hal biasa. Namun, PPP adalah rumah besar umat Islam. Seperti masjid, semua golongan harus bisa berkumpul di dalamnya,” katanya.
Sebagai langkah serius menjaga proses demokrasi internal, Husnan menunjuk Kantor Hukum Achmad Taufan Soedirdjo (ATS) & Partner Law Firm sebagai kuasa hukum untuk mengawal proses pencalonannya.
Pimpinan ATS & Partner, Achmad Taufan Soedirdjo, menyatakan siap menempuh jalur hukum jika ada pelanggaran dalam proses muktamar.
Baca juga:
Tragedi di Kantor Camat, Pemuda Tewas Dikeroyok Remaja
“Jika ada pelanggaran atau cacat hukum, kami siap menempuh jalur hukum, termasuk ke pengadilan, demi tercapainya pemilihan yang adil dan berkeadilan,” ujar Taufan.
Managing Partner ATS & Partner, Ahid Syaroni, menambahkan, pihaknya sudah membentuk tim khusus berisi 10 pengacara untuk memastikan semua tahap mulai pendaftaran hingga pengesahan hasil muktamar berjalan sesuai aturan.
Langkah ini menjadi bukti keseriusan Husnan menjaga marwah PPP sekaligus menghindari praktik yang merusak demokrasi internal partai.
Baca juga:
Polres Batu Bara Musnahkan 78 Kg Narkoba
“Prof. Husnan Bey Fananie mantap maju sebagai calon Ketua Umum PPP di Muktamar 2025. Dengan dukungan kader dan alumni pesantren, ia bertekad melakukan reformasi partai agar PPP kembali ke Senayan pada 2029. Tim hukum ATS & Partner siap kawal proses muktamar agar berjalan adil dan sesuai aturan.”
#PPP2029 #HusnanBeyFananie #ReformasiPPP #MuktamarPPP2025 #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia