China Luncurkan Stimulus Ekonomi Baru, Fokus ke Pendidikan dan Utang Daerah

GalaPos ID, Beijing.
Pemerintah China berencana meluncurkan stimulus ekonomi baru yang difokuskan untuk memperkuat sektor pendidikan serta membantu pemerintah daerah yang tengah terlilit utang.
Langkah ini menjadi sinyal serius Beijing dalam menghidupkan kembali ekonomi yang melambat pasca-pandemi COVID-19.

Beijing Siapkan Stimulus Ekonomi Baru, Fokus ke Pendidikan dan Pemerintah Daerah


“China kembali mengguncang panggung ekonomi global. Di tengah bayang-bayang perlambatan pasca-pandemi dan kekhawatiran investor, Beijing menyiapkan jurus baru untuk menstabilkan mesin pertumbuhannya—melalui stimulus besar-besaran yang menyasar pendidikan dan pemerintah daerah."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Stimulus baru China akan difokuskan pada pendidikan dan pemerintah daerah yang terlilit utang.
2. Ekonomi China melambat pasca-pandemi, dengan sektor tenaga kerja dan keuangan daerah mengalami tekanan.
3. Goldman Sachs menaikkan proyeksi pertumbuhan PDB China, menandakan kepercayaan baru terhadap arah kebijakan Beijing.


Langkah ini diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan China, Lan Fo’an, dalam sebuah pernyataan resmi, meski rincian besaran dan bentuk stimulus tersebut belum dijabarkan secara lengkap.

Langkah itu menjadi sinyal kuat bahwa Beijing semakin serius memperbaiki kinerja ekonominya setelah masa sulit akibat pandemi COVID-19.

Sejak pencabutan pembatasan kesehatan, ekonomi China terus menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Banyak perusahaan mengurangi perekrutan dan menekan upah, menciptakan tantangan baru bagi tenaga kerja muda dan sektor pendidikan yang bergantung pada subsidi pemerintah.

Pemerintah disebut tengah menyiapkan berbagai kebijakan, termasuk peningkatan beasiswa nasional serta penerbitan obligasi untuk memperkuat keuangan daerah.

Baca juga:
BYD Vs Kompetitor, Strategi Harga Kuasai Pasar Mobil Listrik Indonesia 


Tujuannya, agar mesin ekonomi China kembali berputar dengan lebih stabil.

“Langkah ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi ekonomi yang lesu,” ungkap pejabat di Kementerian Keuangan, mengonfirmasi arah kebijakan tersebut.

Sebelumnya, pasar saham China sempat menguat setelah kebijakan pelonggaran di sektor properti diumumkan pada September. Namun, sejumlah analis menilai efektivitas kebijakan itu masih belum terbukti di lapangan.

Investor pun kini menanti gebrakan baru dari stimulus lanjutan yang diumumkan pemerintah pusat. Di sisi lain, optimisme mulai muncul dari kalangan analis internasional. Goldman Sachs menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi China untuk dua tahun ke depan.

Dalam laporan terbarunya, lembaga keuangan global itu memproyeksikan Produk Domestik Bruto (PDB) China akan naik menjadi 4,9% pada 2024 dan 4,7% pada 2025.

Baca juga:
Memahami Arti Warna Kotoran di Telinga Anda

Dua ekonom Goldman Sachs, Hui Shan dan Lisheng Wang, menilai langkah pemerintah China kali ini menandakan perubahan besar dalam pendekatan ekonomi negara tersebut.

“Putaran stimulus Tiongkok terbaru dengan jelas menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan telah mengubah manajemen kebijakan siklus dan meningkatkan fokus mereka pada ekonomi,” tulis Hui Shan dan Lisheng Wang, seperti dikutip Bloomberg, Senin, 14 Oktober 2024.

Para pengamat melihat langkah ini bukan hanya strategi ekonomi, tetapi juga manuver politik untuk menjaga stabilitas sosial di tengah tekanan global dan domestik.

Dengan meningkatkan investasi di bidang pendidikan dan keuangan daerah, Beijing tampak berusaha memperkuat pondasi jangka panjang sekaligus menenangkan keresahan publik terkait lapangan kerja dan utang lokal.

Baca juga:
Ironi Hujan, Lombok Tengah Kekeringan di Tengah Musim Basah

Meski begitu, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab: Seberapa besar stimulus ini akan digelontorkan? Akankah kebijakan ini benar-benar mampu menggerakkan perekonomian terbesar kedua di dunia itu keluar dari jebakan perlambatan?

Satu hal pasti — dunia kini kembali menatap ke arah Beijing, menunggu apakah “obat baru” dari pemerintah China kali ini benar-benar manjur.

 


Baca juga:
Klaim “Air Pegunungan” Dipertanyakan, DPR Desak Transparansi AMDK

"Pemerintah China menyiapkan stimulus ekonomi baru untuk memperkuat sektor pendidikan dan pemerintah daerah yang terlilit utang. Langkah ini menjadi sinyal serius Beijing dalam menghidupkan kembali ekonomi yang melambat pasca-pandemi COVID-19."

#StimulusEkonomiChina #KebijakanBeijing #EkonomiGlobal #PendidikanChina #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال