GalaPos ID, Jakarta.
Siapa bilang kolesterol tinggi hanya akan terjadi pada para lansia saja. Faktanya, anak-anak juga berisiko mengalami masalah kesehatan ini, terutama jika sejak dini terbiasa menjalani gaya hidup tidak sehat.
Salah satu pemicu utamanya adalah pola makan yang tinggi lemak jahat dan rendah gizi.
"Kolesterol tinggi bukan lagi penyakit orang tua. Pola makan anak yang dipenuhi junk food dan makanan olahan diam-diam membuka jalan bagi penyakit serius sejak usia dini."
Baca juga:
- Acai Berry untuk Tubuh: Manfaat, Risiko, dan Fakta Penting
- Operasi SAR Ditutup, Lansia Hilang di Hutan Pekuncen Masih Misterius
- Dari Brimob ke Donbass, Kisah Disersi Bripda Muhammad Rio
Gala Poin:
1. Kolesterol tinggi tidak hanya mengancam lansia, tetapi juga anak-anak akibat pola makan tidak sehat.
2. Makanan cepat saji, gorengan, dan daging olahan menjadi pemicu utama kolesterol tinggi pada anak.
3. Peran orang tua sangat krusial dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini.
Pakar kesehatan menyoroti kecenderungan anak-anak yang kurang menyukai sayur dan buah. Sebaliknya, mereka lebih memilih makanan gurih dan instan seperti makanan cepat saji dan gorengan.
Padahal, jenis makanan tersebut mengandung lemak jahat dalam jumlah tinggi yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
Jika dikonsumsi secara rutin, lemak jahat ini dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah. Kondisi tersebut tidak hanya berbahaya bagi orang dewasa, tetapi juga mengancam kesehatan jangka panjang anak-anak.
Masalah tidak berhenti di situ. Makanan cepat saji dan gorengan umumnya juga tinggi kalori. Konsumsi berlebihan berpotensi meningkatkan berat badan dan memicu obesitas, yang dalam banyak kasus berkaitan erat dengan kolesterol tinggi.
Baca juga:
Emas Rp1 Miliar Kembali, Lima Pembobol Toko Ditangkap di Madiun
Selain makanan cepat saji dan gorengan, pakar kesehatan menyebut sejumlah makanan lain yang sebaiknya dibatasi konsumsinya demi mencegah kolesterol tinggi pada anak.
Telur puyuh menjadi salah satunya. Meski digemari karena rasanya yang lezat dan mudah diolah, telur puyuh mengandung kolesterol yang sangat tinggi. Dalam 100 gram telur puyuh terdapat sekitar 844 mg kolesterol, jauh melampaui batas asupan harian yang dianjurkan, yakni maksimal 300 mg per hari.
Kuning telur juga perlu dikonsumsi dengan bijak. Kandungan kolesterolnya mencapai 1.085 mg per 100 gram. Meski demikian, pakar kesehatan menyebut konsumsi satu hingga dua butir telur per hari masih tergolong aman bagi tubuh.
Sementara itu, cumi yang kerap diolah dengan cara digoreng atau bersantan juga mengandung kolesterol tinggi. Dalam 100 gram cumi terdapat sekitar 260 mg kolesterol. Cara pengolahan yang tidak sehat berpotensi memperparah risikonya.
Daging olahan seperti nugget, sosis, ham, dan kornet menjadi perhatian serius. Selain tinggi kolesterol jahat, makanan ini juga mengandung natrium tinggi yang dapat memicu kenaikan tekanan darah.
Bahkan, sebagian pakar kesehatan menyebut konsumsi rutin daging olahan berpotensi meningkatkan risiko kanker akibat kandungan bahan kimia tertentu.
Tak kalah penting, kerang juga termasuk makanan tinggi kolesterol. Konsumsi 85 gram kerang saja sudah mengandung sekitar 166 mg kolesterol. Jika dikonsumsi berlebihan, kadar kolesterol dalam darah dapat meningkat signifikan.
Pola makan anak bukan sekadar soal selera, tetapi menyangkut investasi kesehatan jangka panjang. Membiarkan anak terbiasa mengonsumsi makanan tinggi kolesterol tanpa pengawasan berarti membuka risiko penyakit degeneratif sejak dini.
Orang tua memiliki peran kunci dalam mengarahkan pola makan yang lebih seimbang, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta membatasi makanan olahan dan cepat saji. Edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah kolesterol tinggi dan dampak kesehatan yang lebih serius di masa depan.
Baca juga:
Digital Skill for Success Dorong Siswa SMKN 10 Bandung Siap Hadapi Era Digital
"Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, gorengan, dan daging olahan membuat anak berisiko mengalami kolesterol tinggi. Pakar kesehatan mengingatkan dampak seriusnya bagi pembuluh darah dan masa depan kesehatan anak."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KesehatanAnak #KolesterolTinggi #PolaMakanSehat