GalaPos ID, Jakarta.
Lonjakan harga emas dunia turut mendorong rekor baru di pasar domestik. Emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) diperdagangkan di level Rp2.917.000 per gram pada Senin, 26 Januari 2026, naik Rp30.000 dibandingkan perdagangan terakhir pada 24 Januari.
| Harga emas dunia menembus level yang dulu dianggap mustahil. Di balik reli ekstrem ini, ketidakpastian global kembali menjadi bahan bakar utama pasar. Foto: Emas Antam |
"Saat emas dunia meledak ke level historis, dampaknya merembet ke pasar domestik dan saham tambang. Tapi, apakah reli ini benar-benar berkelanjutan?"
Baca juga:
- Harga Emas Sentuh US$5.000, Pasar Global Diliputi Ketegangan
- Operasi SAR 24 Jam di Cisarua, Korban Longsor Terus Bertambah
- Perut Kembung Berulang, Sepele atau Tanda Penyakit?
Gala Poin:
1. Harga emas Antam mencetak rekor tertinggi di Rp2,9 juta per gram.
2. Saham emiten tambang emas berpotensi terdorong sentimen positif jangka pendek.
3. Reli emas dan perak menyimpan peluang, namun risiko volatilitas tetap besar.
Harga tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang masa bagi emas Antam. Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) juga ikut melonjak ke Rp2.750.000 per gram, naik Rp28.000 dan kembali mencetak rekor.
Kenaikan harga emas domestik terjadi seiring reli tajam harga emas dunia yang bergerak di atas US$5.000 per troy ons. Sejak awal tahun 2026, emas global telah menguat lebih dari 11%, memperpanjang reli luar biasa setelah melonjak 64% sepanjang tahun lalu.
Berdasarkan informasi yang bersumber dari Bloomberg, Stockbit menilai lonjakan harga emas berpotensi memberi dampak positif bagi emiten tambang emas di Bursa Efek Indonesia.
“Kenaikan harga emas berpotensi memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emiten di sektor emas — seperti $BRMS, $ARCI, $EMAS, MDKA, PSAB, ANTM, dan HRTA — karena berpotensi meningkatkan harga jual rata–rata (ASP) dan volume transaksi perseroan,” tulis Stockbit, Senin, 26 Januari 2026.
Baca juga:
Tragedi Longsor Cisarua: Rumah Hilang, Nyawa Melayang
Namun, reli emas tidak hanya berhenti pada logam kuning. Harga perak juga mencetak rekor baru dengan menembus US$100 per troy ons. Pada penutupan perdagangan Jumat (23/1/2026), harga perak melonjak 7,04% ke US$102,95 per troy ons, bahkan sempat menyentuh US$103 secara intraday.
Pada perdagangan Senin pagi (26/1/2026), harga perak kembali menguat 1,69% ke level US$104,68 per troy ons.
Philip Newman, direktur di Metals Focus, menilai perak akan terus mendapat dukungan dari faktor yang sama dengan emas.
"Perak seharusnya terus diuntungkan dari banyak kekuatan yang sama yang mendukung permintaan investasi emas," ujarnya.
Optimisme pasar juga tercermin dari proyeksi lembaga keuangan global.
![]() |
| Ketegangan geopolitik dan kebijakan AS menjadi pemicu utama lonjakan harga. |
Goldman Sachs menaikkan target harga emas akhir 2026 menjadi US$5.400 per troy ons, dari sebelumnya US$4.900.
"Kami berasumsi pembeli diversifikasi sektor swasta, yang pembeliannya melindungi risiko kebijakan global dan telah mendorong kejutan positif pada perkiraan harga kami, tidak akan melikuidasi kepemilikan emas mereka pada tahun 2026," tulis Goldman Sachs.
Meski demikian, Goldman Sachs mengingatkan bahwa penurunan tajam persepsi risiko kebijakan global berpotensi memicu likuidasi lindung nilai dan menjadi faktor penekan harga emas ke depan.
Bagi investor domestik, reli emas saat ini membuka peluang sekaligus risiko. Rekor harga memang menguntungkan pemegang aset, tetapi volatilitas tinggi dan ketergantungan pada isu geopolitik global menuntut kehati-hatian ekstra.
Baca juga:
Lima Kampus, Satu Lapangan: Liga Golf Alumni 2026 Dimulai
"Harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang masa seiring lonjakan emas dunia, memicu sentimen positif saham tambang dan perhatian investor domestik."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #EmasAntam #ANTM #InvestasiEmas
.jpg)