GalaPos ID, Teheran.
Untuk pertama kalinya sejak dinyatakan tewas akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026, peti jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Syahid Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya diperlihatkan kepada publik.
"Pemakaman bisa berlangsung tujuh hari, tetapi dampak wafatnya Ali Khamenei diperkirakan akan terasa jauh lebih lama. Saat dunia menyaksikan prosesi, pertarungan pengaruh baru mulai menghitung langkah."
Baca juga:
- Dari Bandung ke Dunia: Diplomasi, AI, dan Anak Muda Sorotan Festival KAA 2026
- Nasib 15 Ribu Pekerja Tambang Kaltim di Ujung IUP, Siapa Bertanggung Jawab?
- Ren dan Reina Jadi Ikon Kampanye 60 Seconds to Tokyo di Archipelago Hotels
Gala Poin:
1. Peti jenazah Syahid Ayatollah Ali Khamenei untuk pertama kalinya ditampilkan ke publik setelah wafat akibat serangan udara gabungan AS dan Israel pada Februari 2026.
2. Iran memberlakukan pengamanan luar biasa, termasuk penutupan jalan dan pembatasan wilayah udara, selama prosesi pemakaman tujuh hari.
3. Pemakaman menjadi perhatian dunia karena berlangsung di tengah transisi kepemimpinan Iran dan dinamika geopolitik Timur Tengah yang masih memanas.
Ribuan hingga jutaan warga diperkirakan memadati sejumlah titik di Teheran dan kota-kota lain sepanjang rangkaian prosesi pemakaman yang berlangsung selama tujuh hari, dari 3 hingga 9 Juli 2026. Pemerintah Iran bahkan menutup sejumlah jalan protokol, membatasi wilayah udara nasional, serta menghentikan sementara berbagai aktivitas di ibu kota demi mengamankan jalannya prosesi.
Kemunculan peti jenazah Khamenei menjadi momen yang selama berbulan-bulan dinantikan publik. Pemakaman yang semula dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026 harus ditunda karena konflik bersenjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih berlangsung.
Pada Senin, 6 Juli 2026, ribuan pelayat mulai memadati jalan-jalan utama Teheran sejak pagi. Mereka berharap dapat menyaksikan langsung iring-iringan peti jenazah sebelum diberangkatkan menuju kota-kota lain di Iran dan Irak.
Menurut laporan Al Jazeera, jutaan pelayat diperkirakan mengikuti rangkaian upacara keagamaan tersebut. Prosesi juga dihadiri para pemimpin dunia, pejabat tinggi negara, ulama, serta tokoh agama dari berbagai negara.
Baca juga:
Pegadaian Kanwil XI Semarang Perluas Akses Khitan Modern
Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia pada usia 86 tahun dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kompleks kediamannya pada 28 Februari 2026. Dalam serangan tersebut, beberapa anggota keluarganya juga dilaporkan turut menjadi korban.
Kematian tokoh yang selama lebih dari tiga dekade menjadi figur sentral politik dan keagamaan Iran itu menjadi salah satu peristiwa paling menentukan dalam dinamika geopolitik Timur Tengah sepanjang 2026.
Lima Kota Menjadi Rute Prosesi Pemakaman
Rangkaian penghormatan terakhir terhadap Ali Khamenei digelar di lima kota yang memiliki nilai sejarah dan religius bagi umat Syiah.
1. Teheran
Prosesi dimulai pada 3 Juli melalui upacara kenegaraan yang dihadiri para pemimpin dunia, pejabat tinggi, ulama, dan tokoh agama. Pada 4–5 Juli, masyarakat diberi kesempatan memberikan penghormatan terakhir di Grand Mosalla.
2. Qom
Pada 6–7 Juli, iring-iringan jenazah bergerak menuju Qom, kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan Islam Syiah di Iran. Kota ini juga menjadi bagian penting perjalanan pendidikan agama Khamenei.
3. Najaf, Irak
Pada 8 Juli, rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Najaf sebelum prosesi dilanjutkan ke kota suci tersebut yang menjadi lokasi makam Imam Ali bin Abi Thalib.
4. Karbala, Irak
Dari Najaf, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Karbala, kota suci yang menjadi lokasi makam Imam Husain dan Abbas serta salah satu pusat ziarah terbesar umat Islam Syiah.
Baca juga:
Pesta Bolon Sagala Raja 2026 di Samosir, Budaya Batak dan Aksi Hijau
5. Mashhad
Prosesi ditutup pada 9 Juli dengan pemakaman di kompleks makam Imam Reza, Mashhad. Kota ini merupakan tempat kelahiran Khamenei sekaligus lokasi yang dipilih sesuai wasiatnya.
Di balik besarnya prosesi tersebut, perhatian dunia tetap tertuju pada situasi politik dan keamanan Iran pascawafatnya Khamenei. Pemakaman bukan sekadar seremoni kenegaraan, tetapi juga menjadi penanda babak baru bagi kepemimpinan dan arah politik Republik Islam Iran setelah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah modern negara itu meninggal dunia.
Baca juga:
Tragedi Pilot PT AMA di Papua, Penghormatan Terakhir Digelar di Sentani
Peti jenazah ditampilkan, jalanan ditutup, jutaan pelayat berdatangan. Namun, yang paling ramai diperebutkan bukan hanya ruang berkabung, melainkan masa depan politik Iran.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Iran #AliKhamenei #TimurTengah #Geopolitik #BeritaInternasional
.jpg)
.jpg)