Kurang Tidur Lebih Berbahaya dari Tidur Pakai Bra?

GalaPos ID, Jakarta.
Mitos bahwa tidur dengan bra dapat menyebabkan kanker payudara telah beredar selama puluhan tahun. Klaim ini kerap memicu kekhawatiran, terutama di kalangan perempuan muda. Namun hingga kini, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung tudingan tersebut.

Mitos Bra dan Kanker Payudara Terbantahkan Riset
Nadia Alaydrus dikenal sebagai dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang aktif mengedukasi masyarakat lewat media sosial. Tak hanya menangani pasien, ia juga rutin membagikan konten kesehatan informatif, tips medis, dan gaya hidup sehat yang mudah dipahami, menjadikannya salah satu dokter influencer populer di Indonesia. Foto IG: @nadialaydrus

"Benarkah tidur memakai bra menyebabkan kanker payudara? Mitos yang beredar puluhan tahun ini kembali viral. Namun, penelitian ilmiah justru menunjukkan fakta berbeda—dan risiko nyata ternyata datang dari kebiasaan lain yang kerap dianggap sepele."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Tidak ada bukti ilmiah yang mengaitkan tidur memakai bra dengan risiko kanker payudara.
2. Kurang tidur kronis, obesitas, alkohol, dan terapi hormon justru memiliki dasar risiko yang lebih kuat.
3. Edukasi berbasis riset dan pencegahan aktif lebih penting daripada mempercayai mitos kesehatan.


Sebuah studi populasi berbasis kasus yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention menemukan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kebiasaan memakai bra saat tidur dan risiko kanker payudara.

Penelitian ini melibatkan 454 wanita dengan Invasive Ductal Carcinoma (IDC), 590 wanita dengan Invasive Lobular Carcinoma (ILC), serta 469 wanita kontrol tanpa kanker, berusia antara 55 hingga 74 tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa baik durasi pemakaian bra, jenis bra, maupun kebiasaan tidur dengan bra tidak memengaruhi risiko kanker payudara.

Lebih lanjut, tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan di World Journal of Meta-Analysis juga menyimpulkan bahwa meskipun beberapa penelitian tampak menunjukkan kemungkinan adanya kaitan, bukti yang ada masih terlalu lemah untuk menyimpulkan adanya hubungan sebab-akibat yang valid.

Baca juga:
Dua Warung di Padang Utara Ditertibkan karena Buka Siang Saat Puasa

Secara ilmiah, hingga hari ini, tidur memakai bra tidak terbukti menyebabkan kanker payudara.
 
Asal Mula Mitos: Buku Populer Tanpa Dasar Biologis Kuat
Narasi ini bermula dari buku berjudul Dressed to Kill (1995) karya Sydney Ross Singer dan Soma Grismaijer.

Buku tersebut mengklaim bahwa bra dapat menghambat aliran getah bening (limfatik) di area payudara, menyebabkan penumpukan racun, dan akhirnya memicu kanker.

Namun, para ahli menilai klaim tersebut tidak memiliki dasar biologis yang kuat. Sistem limfatik manusia bekerja secara kompleks dan tidak ada bukti bahwa tekanan dari bra mampu menghambat aliran getah bening hingga menimbulkan kanker.

Dalam konteks kepentingan publik, penting untuk membedakan antara opini populer dan temuan berbasis bukti. Ketakutan yang tidak didukung data justru berisiko mengalihkan perhatian dari faktor risiko yang benar-benar terbukti.
Kurang Tidur Lebih Berbahaya dari Tidur Pakai Bra?
Nama Nadia Alaydrus semakin dikenal berkat kiprahnya sebagai dokter sekaligus kreator konten kesehatan. Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini aktif memberikan edukasi medis.  Foto IG: @nadialaydrus

Risiko Nyata: Kurang Tidur, Hormon, dan Gaya Hidup
Berbeda dengan mitos bra, kurang tidur kronis justru memiliki dasar biologis yang lebih jelas dalam kaitannya dengan kanker payudara.

Kurang tidur—kurang dari 6–7 jam per malam—dapat:
- Menurunkan hormon melatonin (anti-kanker),
- Meningkatkan kadar estrogen,
- Melemahkan sistem imun,
- Memicu peradangan kronis dan kerusakan DNA.

Pekerja shift malam atau mereka yang sering begadang memiliki risiko lebih tinggi karena terganggunya ritme sirkadian tubuh.

Organisasi seperti World Health Organization juga mencatat kanker payudara sebagai jenis kanker paling umum pada perempuan di dunia, dengan jumlah kasus yang terus meningkat setiap tahun.

Baca juga:
Kasus Sudewo, KPK Sita Dokumen dan Elektronik dari Rumah Riyoso

Artinya, perhatian publik seharusnya lebih diarahkan pada faktor risiko yang terverifikasi, bukan pada mitos yang belum terbukti.

Dampak Kurang Tidur bagi Kesehatan
Kurang tidur tidak hanya berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara, tetapi juga berdampak luas pada kesehatan:

- Memicu resistensi insulin dan diabetes
- Meningkatkan risiko stroke
- Menyebabkan hipertensi
- Mengganggu fungsi kognitif
- Memicu depresi dan kecemasan
- Meningkatkan berat badan
- Menurunkan daya tahan tubuh
- Mengganggu kesehatan kulit
- Menurunkan performa seksual

Secara biologis, saat tidur tubuh memproduksi sitokin untuk melawan infeksi dan memperbaiki sel. Ketika waktu tidur berkurang, kemampuan ini ikut menurun.

Baca juga:
Harga Emas Dunia Sideways, Investor Tunggu Negosiasi AS-Iran

Kebiasaan yang Terbukti Meningkatkan Risiko Kanker Payudara
Berdasarkan berbagai sumber kesehatan global seperti Cancer.org dan WebMD, beberapa kebiasaan berikut lebih relevan terhadap peningkatan risiko kanker payudara:

- Merokok dan paparan asap rokok
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Pola makan tinggi lemak jenuh dan gula
- Kurang aktivitas fisik
- Obesitas, terutama pascamenopause
- Gangguan tidur kronis
- Terapi hormon jangka panjang
- Paparan radiasi berlebihan
- Stres kronis yang memicu perilaku tidak sehat

Nadia Alaydrus juga menyoroti pentingnya tidak menormalisasi begadang sebagai gaya hidup.

"STOP begadang! Kamu masih suka begadang ga nih?," tulis dr. Nadia, Senin, 12 Januari 2026.

13 Bahaya Kurang Tidur bagi Kesehatan, Memicu Kanker Payudara!
Nadia Alaydrus, dokter cantik lulusan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang memadukan dunia medis dan digital. Melalui konten edukasi kesehatan di media sosial, ia berhasil membangun personal branding kuat sebagai dokter influencer yang informatif, profesional, dan inspiratif. Foto IG: @nadialaydrus.

Dalam video yang dibagikannya, dr. Nadia memperlihatkan tulisan salah satu alasan begadang juga pola tidak sehat. karena begadang dapat menyebabkan obesitas. karena hormon lapar naik, hormon kenyang turun.

Pesan tersebut sejalan dengan temuan ilmiah bahwa gangguan tidur dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang berperan dalam metabolisme dan regulasi berat badan.

Fokus pada Pencegahan yang Terbukti
Alih-alih mengkhawatirkan bra saat tidur, pakar kesehatan menekankan langkah preventif yang lebih berdampak:

- Melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin,
- Menjalani skrining mammografi sesuai anjuran dokter,
- Menjaga berat badan ideal,
- Berolahraga minimal 150 menit per minggu,
- Menghindari rokok dan alkohol berlebihan,
- Menjaga kualitas tidur 7–8 jam per malam.

Pilihan memakai atau tidak memakai bra saat tidur kembali pada kenyamanan pribadi. Secara medis, tidak ada larangan khusus.

Dalam isu kesehatan publik, literasi berbasis bukti adalah kunci. Mitos bisa viral, tetapi data ilmiah harus tetap menjadi rujukan utama.

 


Baca juga:
Modus Kemitraan Tambang Ilegal, Kejari Tahan Direktur CV Diratama

"Studi dalam Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention menegaskan tidak ada hubungan antara tidur memakai bra dan risiko kanker payudara. Sementara itu, kurang tidur kronis, obesitas, alkohol, hingga terapi hormon justru terbukti meningkatkan risiko. Simak laporan lengkap berbasis riset dan pandangan dokter."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KankerPayudara #CekFaktaKesehatan #HidupSehat #StopBegadang #LiterasiKesehatan

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال