GalaPos ID, Batubara.
Kepercayaan publik terhadap pengelolaan lembaga pemasyarakatan kembali diuji. Ratusan warga mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhanruku, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Selasa, 7 Juli 2026, untuk meminta penjelasan atas beredarnya informasi mengenai dugaan penyelundupan telepon seluler, peredaran narkotika, serta meninggalnya seorang tahanan di dalam lapas.
"Isu bisa menyebar dalam hitungan menit, tetapi kepercayaan publik sering membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk dipulihkan."
Baca juga:
- IHSG Anjlok 34,74 Persen, OJK Klaim Tekanan Pasar Mulai Mereda
- INI Kota Semarang Perkuat Aksi Kemanusiaan, Donor Darah
- Peti Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Diarak, Dunia Soroti Masa Depan Politik Iran
Gala Poin:
1. Ratusan warga mendatangi Lapas Labuhanruku untuk meminta klarifikasi terkait isu penyelundupan ponsel, narkotika, dan meninggalnya seorang tahanan.
2. Pihak lapas menegaskan tahanan meninggal karena sakit serta menyatakan keluarga menolak dilakukan eksumasi.
3. Lapas membantah adanya peredaran narkotika maupun telepon seluler dan mengklaim rutin melakukan razia bersama kepolisian serta BNN.
Aksi tersebut menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap isu transparansi di lingkungan pemasyarakatan. Publik menuntut kepastian apakah informasi yang beredar merupakan fakta atau sekadar isu yang memicu keresahan.
Menanggapi tuntutan massa, Kepala Tata Usaha Lapas Labuhanruku, Natal Joseva Purba, membantah seluruh informasi yang menyebut adanya penyimpangan di dalam lapas.
"Terkait adanya tahanan yang meninggal dunia kemarin, kami sudah pastikan bahwa memang meninggal karena sakit, dan pihak keluarga membenarkan hal tersebut," kata Kepala Tata Usaha Lapas Labuhanruku, Natal Joseva Purba, Selasa, 7 Juli 2026.
Baca juga:
Dari Bandung ke Dunia: Diplomasi, AI, dan Anak Muda Jadi Sorotan Festival KAA 2026
Selain isu kematian tahanan, pihak lapas juga membantah tudingan mengenai maraknya peredaran narkotika maupun penggunaan telepon seluler di dalam lingkungan lapas.
"Tidak ada, saya berani jamin tidak ada. Karena kami bekerjasama dengan pihak kepolisian, BNN, untuk merazia hunian," katanya.
Pihak Lapas Labuhanruku menyatakan pemeriksaan dan razia rutin dilakukan bersama aparat kepolisian serta Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai bagian dari upaya mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lapas.
Di akhir keterangannya, pihak lapas mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang beredar.
Penulis: Taufiq BB
Baca juga:
Nasib 15 Ribu Pekerja Tambang Kaltim di Ujung IUP, Siapa Bertanggung Jawab?
Kalau semua dipastikan baik-baik saja, mengapa ratusan warga merasa perlu datang meminta penjelasan langsung? Di ruang publik, kepercayaan lahir dari transparansi, bukan sekadar bantahan.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #LapasLabuhanruku #Batubara #SumateraUtara #TransparansiPublik #Pemasyarakatan
.jpg)
.jpg)