Puting Berdarah Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kanker Payudara

GalaPos ID, Aceh.
Banyak perempuan menganggap keluarnya darah dari puting payudara hanyalah luka ringan akibat gesekan pakaian atau aktivitas menyusui.
Padahal, kondisi tersebut juga dapat menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, mulai dari infeksi hingga kanker payudara.

Puting Berdarah Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kanker Payudara
Sering panik saat layar ponsel retak, tapi mengabaikan puting yang mengeluarkan darah. Padahal tubuh memberi peringatan lebih penting daripada notifikasi media sosial. Kenali penyebab puting berdarah sebelum terlambat. Foto: ilustrasi

"Indonesia rajin mencari diskon belanja, tetapi sering menunda periksa saat tubuh memberi sinyal bahaya. Puting berdarah bukan promo yang bisa ditunggu sampai besok."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Puting berdarah tidak selalu akibat luka ringan, tetapi juga dapat menjadi gejala infeksi, tumor jinak, hingga kanker payudara.
2. Papiloma intraduktal, mastitis, dermatitis, penyakit Paget, dan duct ectasia merupakan penyebab yang sering ditemukan selain puting lecet saat menyusui.
3. Segera lakukan pemeriksaan medis jika perdarahan terjadi tanpa menyusui, muncul benjolan, perubahan bentuk payudara, atau keluar cairan bercampur darah.


Meski sebagian besar kasus disebabkan oleh kondisi yang tidak berbahaya, perdarahan pada puting tetap memerlukan perhatian medis, terutama jika terjadi tanpa penyebab yang jelas, berlangsung berulang, atau disertai benjolan dan perubahan bentuk payudara.

Secara medis, puting berdarah dapat dipicu oleh berbagai kondisi. Penyebab paling umum adalah puting lecet saat menyusui akibat posisi pelekatan bayi yang kurang tepat. Selain itu, gesekan bra yang terlalu ketat, benturan, maupun aktivitas olahraga dengan intensitas tinggi juga dapat menyebabkan iritasi hingga perdarahan.

Namun, di balik gejala yang tampak sederhana, terdapat sejumlah penyakit yang tidak boleh diabaikan.


Penyakit Paget
Penyakit Paget pada puting merupakan kondisi langka yang sering berkaitan dengan kanker payudara. Penderitanya dapat mengalami kemerahan, pembengkakan, peradangan, kulit menyerupai eksim, hingga perdarahan pada puting.

Karena berkaitan dengan kanker, dokter umumnya akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti biopsi apabila kondisi ini dicurigai.

Baca juga:
Diskusi Publik Tak Lagi Asal Ramai, GalaPos ID Tawarkan EO Profesional dan Terukur

Infeksi Candida
Ibu menyusui juga berisiko mengalami infeksi jamur Candida pada puting. Infeksi ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri, sensasi terbakar, kulit areola mengelupas, pembengkakan, hingga keluarnya darah apabila infeksi bertambah berat.
 
 
Mastitis
Mastitis merupakan infeksi jaringan payudara yang paling sering dialami ibu menyusui. Selain nyeri dan pembengkakan, kondisi ini dapat menyebabkan puting berdarah. Faktor risiko mastitis juga meliputi diabetes, obesitas, kebiasaan merokok, serta riwayat persalinan.


Duct Ectasia
Penyumbatan saluran ASI dapat menyebabkan duct ectasia, yakni pelebaran saluran susu yang memicu pembengkakan, nyeri, dan keluarnya cairan bercampur darah. Meski bukan kanker, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena payudara menjadi lebih sensitif terhadap gesekan.


Dermatitis
Dermatitis atau peradangan kulit akibat alergi terhadap sabun, parfum, maupun bahan tertentu juga dapat menyerang area puting. Jika iritasi terus berlangsung dan luka bergesekan dengan pakaian, perdarahan dapat terjadi.

Puting Berdarah Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kanker Payudara
Puting berdarah tidak selalu akibat luka ringan, tetapi juga dapat menjadi gejala infeksi, tumor jinak, hingga kanker payudara. Papiloma intraduktal, mastitis, dermatitis, penyakit Paget, dan duct ectasia merupakan penyebab yang sering ditemukan selain puting lecet saat menyusui. Foto: ilustrasi

 

Papiloma Intraduktal
Papiloma intraduktal merupakan tumor jinak yang tumbuh di saluran susu dan menjadi salah satu penyebab paling sering keluarnya darah dari puting pada perempuan yang tidak sedang menyusui. Meski bukan kanker, tumor ini tetap memerlukan pemeriksaan karena dapat menimbulkan nyeri dan mengganggu kualitas hidup.


Kanker Payudara
Perdarahan pada puting juga dapat menjadi salah satu gejala kanker payudara, terutama jika disertai benjolan, perubahan ukuran payudara, keluarnya cairan berbau tidak sedap, puting tertarik ke dalam, maupun pembengkakan yang semakin meluas.


Kapan Harus Segera ke Dokter?
Pemeriksaan medis tidak boleh ditunda apabila mengalami kondisi berikut:

Baca juga:
Jejak Digital dan Press Release, Kunci Kepercayaan Publik

- Puting mengeluarkan darah tanpa sedang menyusui.
- Perdarahan terjadi berulang atau semakin banyak.
- Muncul benjolan pada payudara.
- Areola berubah warna atau bentuk.
- Keluar cairan bercampur darah dengan bau tidak sedap.
- Payudara terasa nyeri, bengkak, atau semakin sensitif.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti USG payudara, mammografi, maupun biopsi bila diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Baca juga:
Divisi Media Coordinator GalaPos ID

Perdarahan pada puting memang tidak selalu menandakan kanker. Namun, menganggapnya sebagai masalah sepele tanpa pemeriksaan justru dapat membuat penyakit serius terlambat terdeteksi. Semakin dini penyebab diketahui, semakin besar peluang penanganan yang efektif dan mencegah komplikasi yang lebih berat.

 

 

Baca juga:
Tentang GalaPos ID - Media Publikasi Indonesia

Layar HP retak langsung ganti. Puting berdarah malah ditunggu sembuh sendiri. Prioritas kesehatan masyarakat Indonesia memang kadang lebih menyayangi gadget daripada tubuhnya.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KesehatanPerempuan #KankerPayudara #DeteksiDini #EdukasiKesehatan #CekPayudara

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال