GalaPos ID, Jakarta.
Pemerintah dan berbagai pihak tengah berlomba memanfaatkan euforia Piala Dunia 2026. Bukan hanya untuk urusan olahraga, tetapi juga sebagai instrumen penggerak ekonomi masyarakat.
Program nonton bareng (nobar) kini menjadi salah satu strategi utama yang didorong di berbagai daerah.
"Di Indonesia, pertandingan sepak bola kadang lebih ampuh mengumpulkan warga dibanding rapat pembangunan."
Baca juga:
- Curi Motor di 18 TKP, Residivis Jember Kembali Masuk Penjara
- Cara Nonton Piala Dunia 2026 di HP dan TV, Panduan Resmi TVRI dan FolaPlay
- Dari Pedalaman Kalimantan ke Dunia Profesional, Perjalanan Inspiratif Nur Asfia
Gala Poin:
1. Pemerintah memperluas program nonton bareng hingga ratusan titik.
2. UMKM dan usaha kecil diproyeksikan mendapat manfaat ekonomi.
3. Publik perlu memastikan manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
Pemerintah menilai kerumunan penonton yang berkumpul menyaksikan pertandingan berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil.
TVRI melalui program "Bola Gembira" menggencarkan aktivasi Piala Dunia 2026 dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, komunitas, hotel, warung kopi, dan UMKM.
Program tersebut tidak sekadar bertujuan memperluas akses siaran pertandingan. Di balik layar, terdapat harapan agar aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak selama turnamen berlangsung.
Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga, Tsamara Amany, menyebut dampak Piala Dunia tidak hanya diukur dari jumlah penonton.
"Siaran gratis Piala Dunia 2026 melalui TVRI akan memberikan dampak ekonomi dan sosial yang luas," ujar Tsamara Amany.
Baca juga:
Dari Cagar Budaya ke Canda Bahagia, Potret Humanis Dinas Kebudayaan Makassar
"Pemerintah akan menambah sekitar 200 titik nonton bareng Piala Dunia 2026 melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan mitra strategis," kata Meutya Hafid.
Penambahan titik nobar tersebut dirancang untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk wilayah yang akses hiburannya relatif terbatas.
Namun di balik optimisme itu, muncul pertanyaan yang patut diajukan dari perspektif kepentingan publik: apakah manfaat ekonomi benar-benar akan dirasakan secara merata?
Pengalaman berbagai ajang olahraga besar menunjukkan bahwa efek ekonomi sering kali terkonsentrasi pada wilayah tertentu yang memiliki infrastruktur lebih baik. Daerah yang minim fasilitas publik berpotensi hanya menjadi penonton dari geliat ekonomi yang dinikmati pusat-pusat keramaian.
![]() |
| Pemerintah memperluas program nonton bareng hingga ratusan titik. UMKM dan usaha kecil diproyeksikan mendapat manfaat ekonomi. |
Piala Dunia 2026 memang menawarkan pesta sepak bola global. Namun bagi banyak pelaku usaha kecil di Indonesia, turnamen ini sesungguhnya adalah peluang ekonomi yang tak kalah penting dibanding hasil pertandingan di lapangan.
Pada akhirnya, gol yang paling ditunggu masyarakat bukan hanya tercipta di stadion. Melainkan juga pada meningkatnya pendapatan warga yang selama ini menunggu momentum untuk bangkit.
Baca juga:
Video Pesta Gay Karawang, Polisi Telusuri Dugaan Pelanggaran Kesusilaan
"Ketika harga kebutuhan naik, harapan baru UMKM datang dari gol, layar tancap, dan teriakan 'goool' di sudut kampung."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PialaDunia2026 #UMKMIndonesia #EkonomiDaerah #NobarPialaDunia #TVRIIndonesia
.jpeg)
.jpg)