GalaPos ID, Jakarta.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menyoroti masih tingginya angka kematian ibu (AKI) dan kasus kanker serviks di Indonesia.
Di tengah berbagai kampanye kesehatan yang terus digaungkan pemerintah, akses layanan kesehatan perempuan dinilai masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam aspek pemerataan edukasi dan pencegahan dini.
"Di negeri yang masih sering menganggap kesehatan perempuan sebagai urusan “nanti dulu”, pemerintah kini mengajak masyarakat bermain padel sambil mengingatkan bahwa ibu sehat seharusnya bukan sekadar slogan tahunan."
Baca juga:
- Di Balik Senyum Xi dan Trump: Perang Dagang Belum Benar-Benar Usai
- Dana Rakyat Tak Boleh Bocor, Gus Ipul Tantang Mafia Bansos di Kemensos
- Film Pesta Babi Dipersoalkan, Yusril: Kritik dan Diskusi Harus Tetap Hidup
Gala Poin:
1. Menteri PPPA menyoroti tingginya angka kematian ibu dan kanker serviks yang masih menjadi masalah serius di Indonesia.
2. Kemen PPPA bersama POGI mendorong edukasi kesehatan perempuan dan vaksin HPV gratis bagi remaja sejak usia 12 tahun.
3. Pemerintah menilai kesehatan perempuan membutuhkan keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, dan generasi muda secara bersama-sama.
Dalam kegiatan Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) Padel Tournament di Jakarta, Kamis, Rabu, 14 Mei 2026, Menteri PPPA menegaskan bahwa kesehatan perempuan bukan sekadar isu individu, melainkan fondasi utama bagi kualitas generasi masa depan.
“Perempuan harus mendapatkan akses kesehatan setara, karena mereka adalah pilar kesehatan keluarga. Perempuan akan melahirkan dan membesarkan generasi masa depan yang sehat. Kalau perempuan Indonesia sehat, maka bangsanya akan kuat,” kata Menteri PPPA, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Jumat, 15 Mei 2026.
Pernyataan tersebut muncul di tengah fakta bahwa Indonesia masih menghadapi persoalan serius terkait kesehatan reproduksi perempuan. Tingginya angka kematian ibu dan rendahnya kesadaran deteksi dini kanker serviks menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Baca juga:
Publikasi Program Kerja Kampus Kini Lebih Profesional dan Kredibel
Menteri PPPA mengakui bahwa upaya perbaikan kesehatan perempuan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan organisasi profesi dan tenaga kesehatan menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran masyarakat.
Ia memberikan apresiasi kepada Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) yang dinilai selama ini berada di garis depan dalam menjaga kesehatan perempuan Indonesia.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada POGI yang selama ini berada di garis depan dalam menjaga kesehatan perempuan Indonesia. Para dokter kandungan dan tenaga kesehatan memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya sebagai tenaga medis, tetapi juga sebagai pendidik, advokat kesehatan perempuan, pelindung hak-hak perempuan, sekaligus agen perubahan sosial di tengah masyarakat,” ujar Menteri PPPA.
Namun di balik kampanye yang terus digaungkan, publik masih mempertanyakan efektivitas pemerataan layanan kesehatan perempuan, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil yang masih kesulitan mengakses pemeriksaan rutin dan vaksinasi.
Kegiatan SPRIN Padel Tournament menjadi salah satu pendekatan baru pemerintah dalam mengampanyekan kesehatan perempuan melalui olahraga dan keterlibatan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri PPPA turut bermain padel bersama suami dan anaknya. Menurutnya, menjaga kesehatan perempuan tidak bisa dibebankan kepada perempuan semata, tetapi membutuhkan dukungan keluarga secara aktif.
Peserta kegiatan juga diajak membangun kesadaran bahwa pola hidup sehat, olahraga rutin, dan perhatian terhadap kesehatan reproduksi harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Menteri PPPA meluncurkan Youth Sprinter, yakni duta gerakan SPRIN yang diwakili 10 pelajar terdiri dari lima siswa dan lima siswi.
Baca juga:
Jelang Iduladha 1447 H, Kementan Wanti-Wanti Panitia Kurban Asal Potong
Program ini difokuskan pada edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan kanker serviks melalui vaksin HPV gratis bagi anak usia 12 tahun ke atas.
Menurut Menteri PPPA, keterlibatan generasi muda penting untuk membangun kesadaran sejak dini terkait kesehatan perempuan.
Sementara, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan yang berhasil meraih juara pertama dalam SPRIN Padel Tournament menegaskan bahwa gerakan tersebut berfokus pada langkah preventif dan peningkatan kesadaran perempuan terhadap kesehatan reproduksi.
“Perempuan harus berani bergerak dan percaya bahwa kesehatan reproduksi merupakan hak setiap perempuan. Kesadaran untuk menjaga kesehatan perlu dimulai sejak dini, termasuk melalui kebiasaan hidup sehat dan aktif berolahraga, hingga melakukan pemeriksaan kesehatan. Pemerintah bersinergi dengan POGI untuk membangun kesadaran tersebut, karena ketika kita mengedukasi seorang perempuan, sesungguhnya kita sedang mengedukasi sebuah generasi,” kata Wamen PPPA Veronica Tan.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat POGI Budi Wiweko menyebut gerakan SPRIN diharapkan berkembang menjadi gerakan nasional dengan fokus pada peningkatan kesadaran publik, pelayanan komprehensif, serta perluasan akses layanan kesehatan perempuan.
Meski demikian, tantangan terbesar tetap berada pada implementasi di lapangan. Kampanye kesehatan perempuan selama ini kerap ramai di ruang publik, tetapi belum sepenuhnya mampu menurunkan angka kematian ibu maupun meningkatkan pemeriksaan dini kanker serviks secara merata di seluruh daerah.
Baca juga:
Dari Gudang Warga ke Mapolsek: 52 Senjata Rakitan Disita Sukarela
"Ketika angka kematian ibu dan kanker serviks masih tinggi, kampanye hidup sehat akhirnya dibuat lebih modern: dari seminar formal menuju lapangan padel. Pertanyaannya, apakah kesadaran publik ikut bergerak atau hanya raketnya saja?"
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KesehatanPerempuan #KankerServiks #VaksinHPV #ArifahFauzi #POGI
.jpg)
.jpg)
.jpg)