GalaPos ID, Jakarta.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan keselarasan dengan indeks utama seperti LQ45 dan IDX30. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi ini sebagai indikasi pasar yang lebih sehat dan berbasis fundamental.
![]() |
| Pergerakan IHSG disebut semakin sehat dan sejalan dengan indeks utama. Di tengah outflow investor asing, OJK menilai pasar mulai berbasis fundamental. Foto: fin |
"IHSG mulai bergerak lebih sehat dan sejalan dengan indeks utama—tapi benarkah ini tanda pemulihan, atau sekadar jeda dari tekanan global?"
Baca juga:
- Hotel Bali Andalkan Pengelolaan Sampah Mandiri, Investasi Teknologi Mahal
- Bisnis Ikan Nila Menggiurkan, Tapi Biaya Pakan Jadi Penentu
- Okupansi Hotel Mataram Tertekan, Event Nasional Jadi Harapan
Gala Poin:
1. IHSG mulai selaras dengan LQ45 dan IDX30, disebut lebih sehat
2. Outflow asing masih besar meski indeks menguat
3. Stabilitas pasar dinilai masih rapuh dan dipengaruhi faktor global
“Kalau diperhatikan, sekarang pergerakan IHSG sudah inline dengan indeks seperti LQ45 dan IDX30,” kata Friderica di Istana Negara, disiarkan daring Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, 5 Mei 2026.
Menurut Friderica, perubahan ini mencerminkan pergeseran perilaku pasar. Saham-saham dinilai tidak lagi bergerak liar, melainkan lebih mencerminkan kinerja emiten.
Namun, di balik klaim tersebut, arus keluar dana asing masih terus terjadi. OJK mengakui bahwa tekanan global, khususnya kebijakan suku bunga tinggi oleh Federal Reserve, menjadi faktor utama.
“Tekanan global seperti geopolitik dan kebijakan ‘higher for longer’ dari The Fed memang memicu outflow. Tapi selama fundamental kita kuat, ini bisa berbalik,” ujar Kiki, sapaan akrab Friderica.
Data perdagangan menunjukkan IHSG ditutup naik 0,50 persen ke level 7.092,46 pada Rabu, 6 Mei 2026, di tengah transaksi yang relatif rendah dan nilai tukar rupiah di kisaran 17.372 per dolar AS.
Baca juga:
Reintegrasi Sosial Lewat Budidaya Ikan Nila di Minahasa Utara
Dari sisi eksternal, sentimen positif datang dari penurunan harga minyak dunia serta meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
“Dari mancanegara, sentimen positif berasal dari koreksi harga minyak mentah di tingkat global, yang mana minyak jenis WTI turun 8,86 persen ke level 93,21 dolar AS per barel, sedangkan minyak jenis Brent turun 7,75 persen ke level 101,36 dolar AS per barel pada perdagangan hari ini pukul 17.00 WIB,” sebut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, Rabu, 6 Mei 2026.
Selain itu, sinyal diplomasi dari Presiden AS terkait Iran juga turut meredakan kekhawatiran pasar global.
Di dalam negeri, Bank Indonesia menempuh berbagai langkah menjaga stabilitas rupiah, mulai dari intervensi pasar hingga penguatan likuiditas.
Namun demikian, dinamika pasar menunjukkan bahwa stabilitas masih bersifat rapuh. Sebanyak 290 saham melemah meski indeks secara keseluruhan menguat.
Dalam perspektif publik, transparansi, stabilitas, dan perlindungan investor menjadi kunci utama. Tanpa itu, klaim pasar “lebih sehat” berpotensi hanya menjadi narasi optimistis yang belum sepenuhnya teruji.
Baca juga:
Cara Efektif Membuat Press Release agar Dilirik Media Nasional
"Pergerakan IHSG disebut semakin sehat dan sejalan dengan indeks utama. Di tengah outflow investor asing, OJK menilai pasar mulai berbasis fundamental."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #IHSG #PasarSaham #OJK #EkonomiGlobal #Investor
.jpg)
.jpeg)