Bakul Purun Mulai Gantikan Kantong Plastik untuk Pembagian Daging Kurban

GalaPos ID, Banjarbaru.
Penggunaan bakul purun mulai menggantikan kantong plastik dalam pembagian daging hewan kurban di Masjid Agung Al Munawwarah, Kota Banjarbaru, Kamis, 28 Mei 2026.
Lebih dari 500 bakul purun disiapkan panitia untuk menyalurkan daging kurban kepada masyarakat.

Bakul Purun Mulai Gantikan Kantong Plastik untuk Pembagian Daging Kurban di Banjarbaru
Di saat kantong plastik masih dianggap “solusi praktis” yang ujung-ujungnya memenuhi selokan, Masjid Agung Al Munawwarah Banjarbaru justru memilih bakul purun: lebih ramah lingkungan, lebih berguna, dan tidak langsung berakhir jadi sampah. Foto: I. Mubarak

"Biasanya daging kurban habis sehari, kantong plastiknya bertahan puluhan tahun. Di Banjarbaru, bakul purun dipilih supaya yang tersisa bukan cuma sampah."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Masjid Agung Al Munawwarah Banjarbaru mengganti kantong plastik dengan lebih dari 500 bakul purun untuk pembagian daging kurban.
2. Penggunaan bakul purun dinilai lebih ramah lingkungan dan dapat dipakai kembali oleh masyarakat.
3. Program ini menjadi bagian dari upaya pengurangan sampah plastik sekaligus mendukung penggunaan produk anyaman lokal.


Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik sekali pakai yang selama ini identik dengan pembagian daging kurban saat Iduladha. Selain lebih ramah lingkungan, bakul purun juga dinilai memiliki nilai guna lebih panjang karena dapat dipakai kembali untuk kebutuhan sehari-hari.

Panitia kurban Masjid Agung Al Munawwarah, Manruni, mengatakan penggunaan wadah tradisional berbahan purun itu telah diterapkan selama beberapa tahun terakhir sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan.

“Tahun ini, seperti beberapa tahun terakhir, pembagian daging kurban menggunakan wadah ramah lingkungan. Alhamdulillah, kami mendapat bantuan 460 bakul dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, ditambah beberapa goodie bag, sehingga tidak menggunakan kantong plastik,” jelas Manruni, dikutip Kamis, 28 Mei 2026.

Baca juga:
DJP Kejar Tunggakan Pajak, Tapi Realisasi Baru 20 Persen: Ada Apa?

Selain membantu mengurangi limbah plastik, penggunaan bakul purun juga dinilai memberi manfaat ekonomi dan sosial karena produk anyaman lokal tersebut masih digunakan masyarakat.
 
Salah seorang penerima daging kurban, Ubai, mengaku lebih menyukai wadah bakul purun dibanding kantong plastik biasa karena bisa dimanfaatkan kembali.

“Wadahnya bagus aja, bisa dipakai kembali. Sebelumnya pernah menerima daging kurban lain, tapi pakai kantong plastik biasa,” ungkap Ubai.

Pada Iduladha tahun ini, Masjid Agung Al Munawwarah menyembelih empat ekor sapi dan satu ekor kambing.

Bukan Plastik Sekali Buang, Warga Banjarbaru Pulang Bawa Daging Kurban Pakai Bakul Purun
Ketika plastik sekali pakai masih jadi langganan setiap pembagian kurban, warga Banjarbaru mulai membuktikan kalau anyaman tradisional ternyata lebih panjang umur daripada janji pengurangan sampah. Foto: I. Mubarak

 

Sekitar 600 kupon daging kurban dibagikan kepada masyarakat, terutama warga di lingkungan sekitar masjid.

Proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban juga melibatkan warga yang aktif dalam kegiatan masjid.

 

 

Baca juga:
TRIV Group Salurkan Tujuh Ekor Sapi Kurban, Apa Motif Aksi Sosial

"Di saat kantong plastik masih dianggap “solusi praktis” yang ujung-ujungnya memenuhi selokan, Masjid Agung Al Munawwarah Banjarbaru justru memilih bakul purun: lebih ramah lingkungan, lebih berguna, dan tidak langsung berakhir jadi sampah."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Banjarbaru #BakulPurun #IdulAdha2026 #KurbanRamahLingkungan #KurangiSampahPlastik

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال