GalaPos ID, Kab. Banyumas.
Operasi pencarian yang dilakukan oleh BASARNAS bersama Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil pada hari ketiga, Minggu, 2 Maret 2026. Survivor atas nama Azril Arjun Rafif (9), warga Desa Banteran, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terbawa arus hingga aliran Sungai Serayu, sejauh 20,5 kilometer dari lokasi kejadian.
![]() |
| BASARNAS dan Tim SAR Gabungan menemukan bocah 9 tahun yang hilang di Sungai Tajum, Banyumas, sejauh 20,5 km hingga Sungai Serayu dalam kondisi meninggal dunia. Foto: istimewa. |
"Tiga hari pencarian tanpa henti akhirnya berujung duka. Seorang bocah 9 tahun yang hilang saat berenang di Sungai Tajum ditemukan sejauh 20,5 kilometer dari lokasi awal, terbawa arus hingga Sungai Serayu, Kabupaten Banyumas."
Baca juga:
- Dana Mustadhafin Perluas Santunan Ramadhan ke Lima Daerah
- Stabilitas Energi Jadi Sorotan DPR di Tengah Konflik Iran-AS
- Panglima TNI Serahkan Jenazah Wapres ke-6 RI ke Negara
Gala Poin:
1. Korban ditemukan sejauh 20,5 kilometer dari lokasi kejadian setelah tiga hari pencarian intensif.
2. Operasi melibatkan tiga SRU dengan metode penyisiran air dan darat hingga ke Sungai Serayu.
3. Peristiwa bermula saat korban berenang usai memancing tanpa pengawasan di Sungai Tajum.
"Pada pukul 14.13 WIB Tim SAR Gabungan berhasil melihat survivor yang sudah terbawa arus ke sungai Serayy, kemudian Tim SAR Gabungan langsung melakukan evakuasi terhadap survivor 20.5km dari LKP pada koordinat 7°34'19.41"S 109°10'8.56"T dalam kondisi meninggal dunia. Survivor selanjutnya dievakuasi ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut" Tutup Amin Riyanto
Peristiwa bermula pada Sabtu kemarin, 28 Februari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Korban bersama rekannya, Rekhan, pergi memancing di Sungai Tajum, Kecamatan Wangon.
Setelah memancing, korban memutuskan berenang di sungai tersebut. Rekannya menolak dan memilih pulang serta melaporkan kepada keluarga korban.
Saat keluarga melakukan pengecekan ke lokasi, korban tidak ditemukan. Hanya pakaian dan alat pancing yang tertinggal di tepi sungai.
Baca juga:
Kurang Tidur Lebih Berbahaya dari Tidur Pakai Bra?
Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala desa dan diteruskan ke USS Banyumas untuk dilakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Memasuki hari ketiga, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian hingga ke Sungai Serayu. Operasi dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan tiga unit LCR ke arah hilir sejauh 20,5 kilometer dari LKP.
SRU 2 melakukan penyisiran menggunakan perahu rafting sejauh 5 kilometer ke arah hilir. SRU 3 melakukan penyisiran darat sejauh 10 kilometer ke arah hilir.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius bagi masyarakat terkait risiko berenang di aliran sungai dengan arus yang tidak terprediksi, terutama bagi anak-anak tanpa pengawasan ketat orang dewasa.
Baca juga:
Siapa Lindi Fitriyana? Aktris dan Penyanyi yang Kini Jadi Istri Virgoun
"Tiga hari pencarian, BASARNAS dan Tim SAR Gabungan menemukan bocah 9 tahun yang hilang di Sungai Tajum, Banyumas, sejauh 20,5 km hingga Sungai Serayu dalam kondisi meninggal dunia."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Banyumas #BASARNAS #SungaiSerayu
.jpg)
.jpg)