GalaPos ID, Palembang.
Kilau cahaya dan gemericik air memecah malam Minggu, 15 Maret 2026, di titik nol kilometer Kota Palembang.
Ribuan warga memadati kawasan depan Masjid Agung Palembang untuk menyaksikan peresmian kembali Bundaran Air Mancur (BAM) Tugu Cempako Telok Palembang Darussalam.
"Kilau lampu warna-warni dan tarian air di Bundaran Air Mancur Palembang kembali hidup. Revitalisasi Tugu Cempako Telok di titik nol kilometer kota ini bukan sekadar proyek estetika, tetapi simbol identitas sejarah, religiusitas, dan masa depan Palembang."
Baca juga:
- Bazar Ramadan Murah Kodim 1714 Puncak Jaya Diserbu Warga
- Investigasi Awal Serangan Air Keras Aktivis KontraS: Pelaku Diduga Dua Orang
- Pijat Bayi: Antara Tradisi, Sains, dan Peran Kritis Orang Tua
Gala Poin:
1. Revitalisasi Bundaran Air Mancur menghadirkan Tugu Cempako Telok sebagai ikon baru Kota Palembang.
2. Desain tugu mengusung filosofi budaya Melayu-Islam dengan ornamen Asmaul Husna dan kelopak bunga simbol rukun Islam.
3. Diharapkan menjadi magnet wisata dan ruang publik yang memperkuat identitas sejarah Palembang.
Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam dan disaksikan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.
Revitalisasi besar-besaran ini mengubah wajah kawasan yang selama puluhan tahun menjadi salah satu landmark paling dikenal di Kota Palembang.
Dalam sambutannya, Ratu Dewa menegaskan bahwa keberadaan BAM Tugu Cempako Telok tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur kota, tetapi juga simbol identitas masyarakat.
“Sebagai kota tertua di Indonesia, kita ingin BAM Tugu Cempako Telok Palembang Darussalam menjadi kebanggaan masyarakat Sumsel, khususnya Palembang,” tegas Ratu Dewa, Minggu, 15 Maret 2026.
Ornamen bertuliskan “Palembang Darussalam” pada tugu tersebut menjadi pengingat sejarah panjang kesultanan Islam yang pernah berkembang di wilayah ini.
Baca juga:
Gangguan Usus Bisa Picu Stres hingga Diabetes
Sementara ukiran Asmaul Husna serta desain kelopak bunga pada tugu dimaknai sebagai representasi nilai keimanan, kearifan lokal, dan semangat gotong royong masyarakat Palembang.
Peresmian semakin semarak dengan kehadiran pendakwah nasional Abdul Somad yang memimpin doa bersama dalam momen tersebut. Kehadiran ulama yang dikenal luas dengan sebutan Ustaz Abdul Somad itu turut menarik perhatian masyarakat yang memadati kawasan pusat kota.
Ikon Lama dengan Wajah Baru
Sejarah mencatat Bundaran Air Mancur Palembang pertama kali dibangun pada 1970 dengan bentuk sederhana. Landmark ini kemudian mengalami perubahan besar ketika Palembang menjadi tuan rumah 2011 Southeast Asian Games.
Saat itu, bundaran dihiasi bendera negara peserta sebagai simbol kebersamaan kawasan Asia Tenggara. Kini, pada 2026, wajah BAM kembali berubah signifikan dengan konsep arsitektur yang lebih megah serta sarat filosofi budaya.
Air mancur dilengkapi sistem pencahayaan RGB berwarna-warni yang mampu menari mengikuti irama musik, menciptakan atraksi malam yang menarik bagi warga maupun wisatawan.
Lokasinya yang berada di pusat kota menjadikan kawasan ini berpotensi berkembang sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata malam.
Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga memperkuat identitas Palembang sebagai kota dengan akar budaya Melayu-Islam yang kuat.
Kini, BAM Tugu Cempako Telok berdiri sebagai ikon baru Kota Palembang—sebuah ruang publik yang diharapkan menjadi magnet wisata sekaligus sumber kebanggaan masyarakat.
Baca juga:
Aktivis HAM Andrie Yunus Diserang Air Keras Usai Podcast
"Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang menghadirkan Tugu Cempako Telok sebagai ikon baru kota. Dengan konsep religi modern dan atraksi air mancur menari, landmark ini memperkuat identitas budaya Melayu-Islam Palembang."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Palembang #TuguCempakoTelok #Sumsel #WisataIndonesia #BudayaMelayu
.jpg)
.jpg)