Dari 1970 hingga 2026, Evolusi Bundaran Air Mancur Palembang

GalaPos ID, Sumsel.
Revitalisasi Bundaran Air Mancur di pusat Kota Palembang tidak sekadar menghadirkan wajah baru kota. Desain Tugu Cempako Telok yang kini berdiri di depan Masjid Agung Palembang memuat pesan filosofis yang mengakar pada tradisi masyarakat setempat.
Desainnya menggambarkan prinsip adat dipangku syariat dijunjung yang menjadi panduan hidup masyarakat Palembang.

Cempako Telok, Simbol Baru Perpaduan Adat dan Syariat di Palembang
Kilau lampu warna-warni dan tarian air di Bundaran Air Mancur Palembang kembali hidup. Revitalisasi Tugu Cempako Telok di titik nol kilometer kota ini bukan sekadar proyek estetika, tetapi simbol identitas sejarah, religiusitas, dan masa depan Palembang. Foto: AM

"Di balik kemegahan Tugu Cempako Telok di Bundaran Air Mancur Palembang, tersimpan filosofi budaya dan syariat Islam yang menjadi panduan hidup masyarakat setempat."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Revitalisasi Bundaran Air Mancur mengusung filosofi adat dan syariat Islam.
2. Ornamen lima kelopak bunga melambangkan rukun Islam dan waktu salat.
3. Tugu Cempako Telok menjadi simbol identitas budaya sekaligus ruang publik baru Palembang.


Konsep utama yang diusung adalah falsafah “adat dipangku, syariat dijunjung”—sebuah prinsip yang telah lama menjadi pedoman kehidupan masyarakat Palembang.

Ketua Tim 11 revitalisasi kawasan, Mang Dayat, menjelaskan bahwa konsep tersebut merupakan refleksi dari pandangan hidup masyarakat Palembang.

“Adat dan syariat Islam berjalan beriringan dan saling menguatkan,” ujar Mang Dayat, Senin, 5 Januri 2026, lalu.

Menurutnya, filosofi ini dikenal sebagai sendok piyogo, yang menjadi panduan moral dan sosial masyarakat.

Arsitektur Penuh Makna
Elemen arsitektur tugu dirancang dengan simbolisme yang kuat. Pada bagian atas, terdapat ornamen bunga Cempako Telok berwarna emas yang menjadi lambang keindahan adat dan religiusitas.

Baca juga:
Gangguan Usus Bisa Picu Stres hingga Diabetes 


Lima kelopak bunga yang menghiasi struktur tersebut bukan sekadar dekorasi. Kelima elemen itu merepresentasikan lima rukun Islam sekaligus lima waktu salat yang menjadi kewajiban umat Muslim.

Sementara itu, ukiran Asmaul Husna pada struktur tugu mempertegas nuansa religius yang ingin ditampilkan oleh Pemerintah Kota Palembang.

Selain simbol religius, desain struktur juga menampilkan dulang yang dipangku tiang. Filosofi ini menggambarkan Palembang sebagai kota yang mampu menampung keberagaman masyarakat.

Revitalisasi Bundaran Air Mancur tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan pusat kota, tetapi juga membangun identitas baru bagi Palembang sebagai kota religius sekaligus modern.

Atraksi air mancur menari yang dilengkapi lampu RGB menjadikan kawasan ini berpotensi menjadi destinasi wisata malam yang ramai dikunjungi warga.

Filosofi Tugu Cempako Telok Palembang: Adat Dipangku, Syariat Dijunjung
Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang menghadirkan Tugu Cempako Telok sebagai ikon baru kota. Dengan konsep religi modern dan atraksi air mancur menari, landmark ini memperkuat identitas budaya Melayu-Islam Palembang. Foto: AM

 

Dengan posisi strategis di titik nol kilometer kota, kawasan ini kembali menjadi ruang publik yang hidup—tempat masyarakat berkumpul, berinteraksi, dan merayakan identitas kota mereka.

Di tengah perkembangan urban yang pesat, Tugu Cempako Telok kini bukan hanya simbol estetika kota, tetapi juga pengingat bahwa modernisasi dapat berjalan beriringan dengan nilai tradisi dan spiritualitas.

Kilau cahaya dan gemericik air memecah malam Minggu, 15 Maret 2026, di titik nol kilometer Kota Palembang. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam dan disaksikan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

“Sebagai kota tertua di Indonesia, kita ingin BAM Tugu Cempako Telok Palembang Darussalam menjadi kebanggaan masyarakat Sumsel, khususnya Palembang,” tegas Ratu Dewa, Minggu, 15 Maret 2026.

 

 

Baca juga:
Aktivis HAM Andrie Yunus Diserang Air Keras Usai Podcast

"Tugu Cempako Telok di Bundaran Air Mancur Palembang menyimpan filosofi budaya Melayu-Islam. Desainnya menggambarkan prinsip adat dipangku syariat dijunjung yang menjadi panduan hidup masyarakat Palembang."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Palembang #SumateraSelatan #BudayaMelayu

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال