Alfons Manibui Dukung WFA Sebagai Solusi Efisiensi Energi Nasional

GalaPos ID, Jakarta.
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Alfons Manibui, memberikan apresiasi terhadap kebijakan yang tengah dikaji oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM tengah mempertimbangkan implementasi kebijakan Work From Anywhere (WFA) sebagai bagian dari strategi efisiensi energi nasional.

 

Efisiensi Energi: Alfons Manibui Apresiasi Langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Alfons ManibuiAlfons Manibui, mengapresiasi langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang mengkaji kebijakan Work From Anywhere (WFA) sebagai strategi efisiensi energi nasional. Foto: istimewa

"Di tengah lonjakan harga minyak dunia yang melampaui USD 100 per barel, sebuah langkah strategis muncul dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Alfons Manibui, anggota Komisi XII DPR RI, mengapresiasi kajian kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang dinilai dapat menjadi solusi efisiensi energi di Indonesia. Langkah ini, menurutnya, tidak hanya mengurangi konsumsi energi, tetapi juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap ketahanan energi nasional. Bagaimana dampaknya bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil seperti Papua Barat?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Apresiasi Alfons Manibui terhadap Kebijakan WFA: Alfons mendukung langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam mengkaji kebijakan WFA sebagai strategi efisiensi energi nasional.
2. Pentingnya Pengelolaan Konsumsi Energi: Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pasokan energi, tetapi juga pada pengelolaan konsumsi energi secara efisien.
3. Keadilan dalam Pembangunan Energi: Alfons menekankan pentingnya memastikan kebijakan energi nasional memperhatikan keadilan dan pemerataan, khususnya untuk daerah seperti Papua Barat.


Langkah ini diambil untuk menghadapi tantangan harga minyak dunia yang melambung tinggi, kini menembus angka lebih dari USD 100 per barel, serta dinamika geopolitik global yang tidak menentu. Alfons Manibui menilai kebijakan ini sebagai langkah antisipatif yang penting untuk menjaga stabilitas energi nasional.

“Kami mengapresiasi langkah strategis Menteri ESDM dalam mengkaji berbagai opsi efisiensi energi, termasuk wacana WFA, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global,” ujar Alfons, Selasa, 17 Maret 2026.

Ia menekankan bahwa kebijakan ini akan membantu mengelola konsumsi energi dengan lebih efisien, seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil di Indonesia.

Peningkatan Pengelolaan Energi
Dalam pernyataannya, Alfons menyoroti bahwa selain meningkatkan pasokan energi, pemerintah kini mulai lebih fokus pada pengelolaan konsumsi energi secara lebih efisien dan terukur.

Baca juga:
Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi BRIN, BMKG, dan Sidang Isbat Kemenag 


WFA, menurutnya, akan berpotensi mengurangi kebutuhan akan perjalanan dinas yang menghabiskan banyak energi, khususnya bahan bakar.

“Langkah ini penting sebagai bentuk mitigasi risiko sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah mulai memperkuat manajemen sisi permintaan energi, tidak hanya pada sisi pasokan,” tambahnya.

Namun, Alfons mengingatkan bahwa kajian terkait WFA harus dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif. Implementasinya, menurutnya, harus mengutamakan adaptasi yang optimal, serta memastikan produktivitas nasional tetap terjaga.

Efisiensi energi, menurutnya, bukan hanya soal penghematan biaya, tetapi juga mencakup perubahan perilaku dalam konsumsi energi masyarakat.

Kebijakan yang Adil dan Merata
Selain itu, sebagai wakil rakyat dari Papua Barat, Alfons menekankan pentingnya memastikan setiap kebijakan energi nasional tetap mempertimbangkan aspek pemerataan dan keadilan.

Alfons Manibui Sebut WFA Sebagai Solusi Strategis untuk Ketahanan Energi Nasional
Foto: Kemenpan RB

 

Papua Barat, yang masih memiliki tantangan besar dalam hal akses dan infrastruktur energi, harus tetap mendapatkan perhatian serius dalam setiap kebijakan energi.

“Kami berharap kebijakan efisiensi energi tetap memperhatikan kondisi daerah, agar seluruh wilayah, termasuk Papua Barat, tetap mendapatkan perhatian dalam pembangunan sektor energi nasional,” pungkas Alfons.

Meskipun kebijakan ini masih dalam kajian, penting bagi publik untuk memahami bahwa efisiensi energi bukan hanya soal pengurangan konsumsi energi, tetapi juga merupakan bagian dari transformasi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Baca juga:
Dari 1970 hingga 2026, Evolusi Bundaran Air Mancur Palembang

Tantangan Global dan Solusi Lokal
Langkah Bahlil Lahadalia dalam mengkaji WFA ini mencerminkan sebuah respons terhadap tantangan global yang semakin mendesak.

Sebagai negara dengan populasi besar dan berbagai kebutuhan energi, Indonesia harus mampu beradaptasi dengan cara-cara baru yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Kebijakan ini, jika berhasil diimplementasikan dengan baik, dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain yang menghadapi tantangan serupa.

 

 

Baca juga:
Di Tengah Tekanan Ekonomi Kota, Aksi Solidaritas Anak Muda Tebet Bantu Anak Yatim

"Alfons Manibui, anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, memberi apresiasi atas langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang tengah mengkaji kebijakan Work From Anywhere (WFA) sebagai strategi efisiensi energi nasional. Dalam menghadapi dinamika geopolitik dan harga minyak dunia yang tinggi, Alfons menilai kebijakan ini penting untuk mengelola konsumsi energi secara lebih efisien dan mendukung ketahanan energi nasional."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #EfisiensiEnergi #KebijakanWFA #EnergiNasional

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال