GalaPos ID, Toboali.
Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 membawa dampak ekonomi nyata bagi pelaku usaha di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dua minggu menjelang hari perayaan, permintaan hampers melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
"Dua pekan jelang Imlek 2026, permintaan hampers di Toboali melonjak hingga 50 persen. Apakah ini sinyal kebangkitan UMKM atau sekadar lonjakan musiman?"
Baca juga:
- Novita Hardini Ajak KWT Munjungan Olah Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos
- AMPRO Fight 2026 di TVRI Jadi Sinyal Kebangkitan Tinju Nasional
- GM Le Eminence: Media Punya Peran Strategis Dongkrak Hospitality
Gala Poin:
1. Permintaan hampers Imlek di Toboali meningkat hampir 50 persen dibandingkan 2025.
2. MC Bake House mencatat penjualan lebih dari 100 paket sebelum hari puncak.
3. Lonjakan musiman perlu diimbangi strategi keberlanjutan agar UMKM stabil sepanjang tahun.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampak signifikan adalah MC Bake House. Owner MC Bake House, Erfice, mengungkapkan kenaikan penjualan hampir 50 persen.
“Pasti meningkat dari tahun kemarin ya, hampir 50 persen itu meningkatnya. Kalau tahun kemarin sekitar 60-an, sekarang sekitar 100-an. Biasanya kalau sudah mendekati hari H makin meningkat lagi. Banyak juga yang baru order mendekati Imlek,” ujar Erfice, Sabtu, 14 Februari 2026.
Jika pada 2025 penjualan hanya sekitar 60 paket, tahun ini telah menembus lebih dari 100 paket bahkan sebelum puncak perayaan. Pesanan tidak hanya berasal dari Bangka Selatan, tetapi juga dikirim ke Pangkalpinang hingga luar wilayah Bangka Belitung.
Paket hampers yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp150 ribu hingga Rp800 ribu per paket. Selain paket standar, konsumen juga dapat memesan sesuai anggaran dan kebutuhan.
Baca juga:
Iftar Ramadan 2026, Hotel Bidakara Jakarta Bidik 8.000 Tamu
Secara ekonomi, lonjakan ini menjadi angin segar bagi UMKM lokal. Namun, pertanyaan mendasar tetap relevan: apakah peningkatan ini akan berkelanjutan setelah musim perayaan usai? Ketergantungan pada momen hari besar kerap membuat pelaku usaha menghadapi fluktuasi tajam.
Di sisi lain, tradisi berbagi hampers saat Imlek kini berkembang menjadi praktik sosial dan bisnis modern. Bingkisan bukan sekadar suguhan bagi tamu, tetapi simbol perhatian, relasi, dan jejaring usaha.
Dalam perspektif kepentingan publik, momentum ini semestinya diikuti penguatan kapasitas produksi, manajemen keuangan, dan akses pasar agar UMKM tidak hanya bertahan saat musim ramai, tetapi juga stabil sepanjang tahun.
Dengan tren pesanan yang masih meningkat, pelaku usaha optimistis capaian 2026 akan melampaui tahun sebelumnya. Kini, tantangannya adalah menjaga kualitas, kepercayaan konsumen, dan kesinambungan usaha setelah perayaan berakhir.
Sementara di Bangka Barat, jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, suasana di Kelenteng Kong Fuk Miau mulai dipenuhi aktivitas persiapan.
Hingga Sabtu, 14 Februari 2026, progres pembenahan baru mencapai sekitar 30 persen. Pengelola memastikan seluruh tahapan dilakukan bertahap demi menjamin kelancaran dan kekhidmatan ibadah.
Area utama hingga halaman kelenteng dibersihkan. Ornamen khas Imlek seperti lampion dan hiasan bernuansa merah mulai disiapkan. Tradisi tahunan ini bukan sekadar dekorasi, melainkan simbol harapan dan pembaruan dalam menyambut pergantian tahun penanggalan Tionghoa.
Baca juga:
Desa Kampale Go Digital, Mahasiswa Unhas Bangun Sistem Informasi Desa
"Permintaan hampers Imlek 2026 di Toboali, Bangka Selatan, meningkat hampir 50 persen. UMKM seperti MC Bake House mencatat lonjakan penjualan signifikan hingga menembus 100 paket sebelum hari puncak."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Imlek2026 #UMKMBangkaSelatan #EkonomiLokal
.jpeg)
.jpeg)