GalaPos ID, Palu.
Di pinggiran Palu, tepatnya di Jalan Malonda, Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, berdiri Warung Sup Ubi Tumbelaka yang menjadi rujukan pencinta kuliner lokal. Menu andalannya sederhana: sup ubi. Sup ubi khas Palu menjadi menu rumahan favorit warga Sulawesi Tengah.
Berbahan dasar ubi jalar dengan kuah bening tanpa santan, hidangan ini dikenal sederhana, sehat, dan mengenyangkan.
![]() |
| Bagi warga Palu, sup ubi bukan sekadar makanan hangat. Ia adalah warisan dapur yang merekatkan keluarga dan menjaga tradisi. Foto: Fin |
"Dari pondok berdinding papan hingga dikenal luas, Warung Sup Ubi Tipo di Palu bertahan sejak 2008 dengan cita rasa yang disebut tak berubah."
Baca juga:
- Politik Transportasi Pram: Menjebol Tembok Administratif, Perluas Mobilitas
- Sambut Ramadan, Tradisi Megengan Meriah Digelar di Surabaya
- Sidang Isbat 17 Februari 2026: Hilal Masih Minus, Puasa 18 Februari?
Gala Poin:
1. Warung Sup Ubi Tumbelaka berdiri sejak 2008 di Palu.
2. Ciri khasnya perpaduan ubi rebus dengan babat, usus, dan paru sapi goreng.
3. Resep keluarga dipertahankan dengan harga tetap terjangkau.
Pemilik warung, Nilawati, mengisahkan usaha itu dirintis sejak 2008.
“2008 mulai, mulai bagus (berjualan tahun) 2010,” kata Nilawati, saat ditemui GalaPos ID, Jumat, 6 Februari 2026.
Warung ini awalnya hanya pondok sederhana.
“Masih pondok, dinding papan,” kenangnya.
Namun, konsistensi rasa membuatnya bertahan. Sup ubi yang lazimnya berisi daging sapi atau ayam, di sini dipadukan dengan babat, usus, dan paru sapi goreng. Perpaduan itu menghadirkan sensasi gurih berbeda dari sup ubi rumahan pada umumnya.
Baca juga:
E-Commerce Global 2025 Tembus USD 1,24 Triliun, 70 Persen Transaksi Batal
Isian tersebut bercampur dengan ubi rebus yang empuk, toge, bihun, serta taburan kacang tanah goreng. Kuahnya bening, harum bawang goreng dan daun bawang.
“Memang dari 2010 memang begini rasanya sampai sekarang,” tegasnya.
Harga yang ditawarkan pun terjangkau.
“Masih harga 2500 per porsi,” cerita Nilawati saat awal membuka usaha kuliner tersebut.
Kini, seporsi sup ubi dibanderol Rp 25.000. Warung buka setiap hari pukul 10.00–20.00 WITA.
Resep Keluarga, Cita Rasa Bertahan
Nilawati menegaskan resep sup ubi berasal dari keluarganya.
“Resep dari keluarga juga, tante resepnya,” lanjutnya.
Ia tak pelit berbagi.
“Kalau orang mau tanya resep, kita kasi. Tapi beda tangan beda rasa,” pungkas Nilawati.
Dalam lanskap kuliner modern yang cepat berubah, konsistensi menjadi modal utama. Sup ubi Tumbelaka membuktikan bahwa cita rasa tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat.
Sup ubi telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat Palu. Menu ini kerap hadir di meja makan keluarga sebagai hidangan hangat yang praktis sekaligus mengenyangkan.
Berbahan dasar ubi jalar, sup ini mencerminkan kesederhanaan kuliner Sulawesi Tengah. Ubi direbus hingga empuk, lalu dimasak dengan kuah bening berbumbu bawang, garam, dan rempah sederhana. Tanpa santan, kuahnya terasa ringan dan segar.
Sebagian keluarga menambahkan daging sapi atau ayam. Ada pula yang memadukannya dengan mie kuning sesuai selera.
Baca juga:
Inovasi Kuliner Sate Lalat: Hidangan Kecil dengan Rasa yang Besar
"Warung Sup Ubi Tipo atau Sup Ubi Tumbelaka di Palu menjadi ikon kuliner Sulawesi Tengah. Berdiri sejak 2008, warung milik Nilawati ini mempertahankan resep keluarga dengan harga terjangkau dan cita rasa konsisten."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #SupUbiPalu #KulinerSulawesiTengah #WarungLegendaris #Palu
.jpeg)
.jpg)
.jpeg)