Rakor Intelijen TNI 2026, Respons Ancaman Nonmiliter Kian Mendesak

GalaPos ID, Jakarta Timur.
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Intelijen TNI Tahun Anggaran 2026 di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap, Rabu, 25 Februari 2026.
Agenda tahunan ini disebut sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi dan respons intelijen menghadapi dinamika keamanan yang semakin cepat berubah.

Dari Cilangkap, TNI Tegaskan Strategi Intelijen Hadapi Tantangan 2026
Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon membuka Rapat Koordinasi Intelijen TNI 2026 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 25 Februari 2026. Rakor ini sebagai langkah strategis memperkuat peran intelijen dalam mendukung pengambilan keputusan pimpinan TNI serta menjaga stabilitas dan kedaulatan negara. Foto: istimewa

 

"Di tengah memanasnya geopolitik kawasan Indo-Pasifik dan meningkatnya ancaman multidimensi, TNI menegaskan pentingnya reformulasi peran intelijen. Rapat Koordinasi Intelijen TNI 2026 menjadi panggung konsolidasi strategi menghadapi ancaman konvensional hingga nonmiliter yang kian kompleks."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Rakor Intelijen TNI 2026 menjadi momentum konsolidasi strategi menghadapi ancaman konvensional dan nonmiliter.
2. Kasum TNI menegaskan tantangan geopolitik Indo-Pasifik dan ancaman nasional multidimensi kian kompleks.
3. Insan intelijen dituntut adaptif, responsif, dan prediktif dalam mendukung pengambilan keputusan strategis TNI.


Didampingi Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto, pembukaan Rakor ini menandai dimulainya pembahasan arah kebijakan intelijen TNI ke depan, terutama dalam mendukung proses pengambilan keputusan pimpinan di tengah lanskap ancaman yang berkembang.

Dalam arahannya, Richard menyoroti perubahan lingkungan strategis yang kian kompleks dan tidak lagi didominasi ancaman konvensional semata. Spektrum ancaman kini meluas ke ranah nonmiliter, mulai dari geopolitik kawasan hingga tantangan nasional yang bersifat multidimensi.

“Di dalam era saat ini memang tantangannya itu berat, geopolitik saat ini Indo Pasifik dan terakhir, tantangan nasional bersifat multi dimensi,” ujar Richard.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa intelijen TNI dituntut tidak sekadar mengumpulkan informasi, tetapi juga mampu membaca arah perubahan global dan regional secara presisi. Kawasan Indo-Pasifik yang menjadi episentrum kompetisi kekuatan besar dunia menjadi salah satu variabel strategis yang tak bisa diabaikan.

Baca juga:
Eksploitasi Digital Berkedok Lowongan Kerja, WNI Jadi Operator Scam

Richard menekankan bahwa karakter adaptif, responsif, dan prediktif harus menjadi fondasi insan intelijen. Adaptif dalam mengikuti perubahan, responsif dalam merespons ancaman secara cepat, serta prediktif dalam memetakan risiko sebelum berkembang menjadi krisis nyata.

Menurutnya, kecepatan analisis dan ketepatan membaca situasi menjadi kunci dalam mendukung pengambilan keputusan strategis pimpinan TNI. Tanpa itu, respons terhadap ancaman berpotensi tertinggal dari dinamika yang bergerak cepat.

Mengakhiri arahannya, ia secara simbolis membuka Rakor Intelijen TNI Tahun 2026. "Rapat Koordinasi Intelijen Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka," ujar Richard.

Rakor ini diharapkan menjadi forum penyelarasan langkah antarunsur intelijen TNI, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara. Kegiatan kemudian ditutup oleh Asintel Panglima TNI sebagai bentuk komitmen memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi tantangan mendatang.

Rakor Intelijen TNI 2026 Dibuka, Kasum TNI Soroti Ancaman Multidimensi
Melalui Rakor Intelijen TA 2026, TNI menegaskan komitmen membangun sinergitas solid antar unsur intelijen guna menjaga stabilitas nasional. Dengan pendekatan adaptif, responsif, dan prediktif, forum ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan geopolitik dan ancaman multidimensi di masa mendatang. Foto: istimewa

 

Di tengah ketidakpastian global dan dinamika nasional yang terus berkembang, publik tentu menaruh harapan agar fungsi intelijen tidak hanya solid secara internal, tetapi juga akuntabel dan selaras dengan kepentingan pertahanan negara secara transparan dan profesional.

 

Baca juga:
Polisi Amankan Pengemudi Mobil Lawan Arah di Gunung Sahari

"Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon membuka Rakor Intelijen TNI 2026 di Mabes TNI Cilangkap. Dalam arahannya, ia menegaskan insan intelijen harus adaptif, responsif, dan prediktif menghadapi tantangan geopolitik Indo-Pasifik serta ancaman multidimensi nasional."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #TNI #IntelijenTNI #GeopolitikIndoPasifik #KeamananNasional #PertahananNegara

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال