GalaPos ID, Jakarta.
Capaian lifting minyak dan gas bumi (migas) nasional pada 2025 yang berhasil melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi sorotan DPR RI.
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Rusli Habibie, menilai capaian tersebut mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam memulihkan kinerja sektor hulu migas yang selama beberapa tahun terakhir berada di bawah tekanan penurunan produksi.
"Di tengah tren penurunan produksi migas selama bertahun-tahun, capaian lifting migas nasional yang melampaui target APBN 2025 menjadi sinyal penting: kepercayaan sektor hulu migas mulai pulih, dan kebijakan energi kembali diuji efektivitasnya."
Baca juga:
- Bau Menyengat dan Sampah Menumpuk di Caringin Bandung
- PDIP Petakan Delapan Krisis Nasional dalam Rekomendasi Rakernas 2026
- Presiden Prabowo Sentil Direksi BUMN yang Dablek
Gala Poin:
1. Capaian lifting migas 2025 yang melampaui target APBN dinilai sebagai indikator pemulihan sektor hulu migas.
2. Kepemimpinan Menteri ESDM dinilai membawa perubahan dalam pengambilan keputusan dan efektivitas kebijakan.
3. Dampak capaian lifting migas berkontribusi pada ketahanan energi, penguatan fiskal, dan pengurangan impor energi.
Menurut Rusli, capaian lifting migas ini tidak dapat dipahami sekadar sebagai angka statistik. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut menjadi indikator membaiknya tata kelola sektor migas nasional serta meningkatnya efektivitas kebijakan pemerintah di tengah tantangan lapangan migas yang menua dan kebutuhan investasi yang terus meningkat.
Rusli yang merupakan legislator asal daerah pemilihan Gorontalo itu menilai kepemimpinan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membawa perubahan signifikan dalam pola pengambilan keputusan di sektor hulu migas.
Pendekatan yang lebih langsung, cepat, dan berorientasi pada eksekusi dinilai mampu merespons berbagai persoalan teknis yang selama ini menjadi hambatan produksi.
“Keberhasilan melampaui target lifting migas APBN menunjukkan bahwa kebijakan yang dijalankan Kementerian ESDM berjalan efektif. Ini mencerminkan kepemimpinan yang mampu mengonsolidasikan seluruh pemangku kepentingan di sektor migas untuk bekerja lebih fokus dan terukur,” ujar Rusli, Senin, 12 Januari 2026.
Baca juga:
Pisang Goreng Nasional, Potret UMKM Pelajar di Tengah Potensi Jombang
Ia menambahkan, penguatan koordinasi antara Kementerian ESDM, SKK Migas, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi migas nasional.
Upaya optimalisasi lapangan eksisting serta percepatan pengembangan lapangan baru dinilai telah memberikan hasil yang konkret dan terukur. Dari sisi ekonomi makro, Rusli menilai keberhasilan melampaui target lifting migas APBN memberikan dampak strategis bagi negara.
Selain memperkuat posisi fiskal, capaian tersebut juga membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, yang selama ini membebani neraca perdagangan dan anggaran negara. Dalam pandangannya, sektor energi dan sumber daya mineral masih memegang peran sentral dalam menopang perekonomian nasional.
Oleh karena itu, keberhasilan di sektor hulu migas tidak boleh bersifat sementara, melainkan harus dijaga melalui kebijakan yang konsisten dan berorientasi jangka panjang.
Menutup pernyataannya, Rusli Habibie menegaskan bahwa capaian lifting migas 2025 menjadi fondasi penting bagi kinerja sektor migas ke depan.
“Dengan arah kebijakan yang semakin jelas serta kepemimpinan yang kuat di Kementerian ESDM, kami optimistis sektor hulu migas nasional dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi dan kepentingan nasional,” pungkasnya.
Baca juga:
Curve DAO Token: Prediksi dan Risiko Harga CRV
"Rusli Habibie menilai capaian lifting migas 2025 yang melampaui target APBN sebagai bukti keberhasilan kebijakan dan kepemimpinan Menteri ESDM dalam memulihkan kepercayaan dan kinerja sektor hulu migas nasional."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Lifting #Migas #RusliHabibie

