PDIP Petakan Delapan Krisis Nasional dalam Rekomendasi Rakernas 2026

GalaPos ID, Jakarta.
PDI Perjuangan resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 dengan membacakan Rekomendasi Eksternal Partai yang memetakan delapan tantangan besar yang dinilai tengah dihadapi Indonesia.
Penutupan berlangsung di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Senin, 12 Januari 2026.

Rakernas PDIP: Dari Krisis Etika hingga Ancaman Otoritarianisme

"Di tengah sorotan publik atas arah demokrasi dan ekonomi nasional, PDI Perjuangan menutup Rakernas I 2026 dengan peringatan keras: Indonesia sedang menghadapi delapan tantangan besar yang saling berkait dan berpotensi menentukan masa depan bangsa."

Baca juga:

Gala Poin:
1. PDIP memetakan delapan tantangan besar bangsa dalam Rakernas I 2026.
2. Krisis etika, ekologi, hukum, dan ekonomi menjadi sorotan utama.
3. Partai menegaskan kebenaran ideologis dan konstitusional sebagai dasar sikap politik.


Rakernas kali ini mengusung tema, “Satyam Eva Jayate: Di sanalah Aku Berdiri Untuk Selama-lamanya,” sebuah penegasan sikap politik bahwa kebenaran harus menjadi fondasi utama perjuangan partai dalam membaca persoalan kebangsaan.

Rekomendasi tersebut dibacakan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham. Ia menegaskan bahwa seluruh sikap politik partai berpijak pada nilai-nilai Pancasila serta pandangan kebangsaan yang diwariskan Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri.

“PDI Perjuangan menempatkan etika-moral, keteladanan, dan kebenaran hakiki sebagai pandu perjuangan politik,” ujar Jamaluddin.

Baca juga:
Pisang Goreng Nasional, UMKM Pelajar Jombang Beromzet Jutaan

Ia menambahkan bahwa kebenaran yang dimaksud bukan sekadar normatif, melainkan menyangkut dasar ideologis dan konstitusional negara.

“Kebenaran itu adalah kebenaran ideologis Pancasila, kebenaran konstitusional UUD 1945, serta kebenaran etika yang berpihak kepada rakyat,” lanjutnya saat membacakan rekomendasi Rakernas.

Menurut Jamaluddin, delapan tantangan tersebut bersifat fundamental dan saling berkaitan. Tantangan pertama adalah krisis keteladanan dalam kehidupan bernegara akibat penyelewengan etika dan tata perilaku penyelenggara negara.

Tantangan berikutnya menyangkut bencana dan malapetaka ekologis sebagai dampak kesalahan kebijakan tata ruang, konversi hutan yang tidak terkendali, serta industrialisasi berbasis ekonomi ekstraktif.

Selain itu, PDIP menyoroti robohnya supremasi hukum yang menyebabkan hukum kehilangan ruh kemanusiaan yang beradab. Persoalan ekonomi sistemik juga masuk dalam daftar, mencakup keterbatasan fiskal, penumpukan utang luar negeri, korupsi, hingga deindustrialisasi yang berdampak pada meningkatnya pengangguran dan kemiskinan.

Delapan Tantangan Indonesia Versi PDIP, dari Ekologi hingga Supremasi Hukum

 

Rakernas ini menempatkan rekomendasi tersebut sebagai pijakan moral partai dalam merespons dinamika nasional yang dinilai semakin kompleks dan menuntut keberanian politik.

“Seluruh tantangan ini hanya dapat dijawab dengan keberanian untuk berdiri pada kebenaran. Karena sebagaimana tema Rakernas, kebenaran pasti menang,” tegas Jamaluddin.

 

Baca juga:
Lansia 78 Tahun Hilang di Hutan Pekuncen, SAR Banyumas Diterjunkan

"PDI Perjuangan menutup Rakernas I 2026 dengan membacakan rekomendasi eksternal partai yang menyoroti delapan tantangan besar bangsa, mulai dari krisis etika hingga ancaman geopolitik global."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Rakernas #PDIP #Politik

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال