GalaPos ID, Mataram.
Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami kenaikan signifikan menjelang bulan Ramadan.
Komoditas yang sebelumnya dijual sekitar Rp25 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp60 ribu per kilogram.
![]() |
| Harga cabai di Kota Mataram melonjak hingga Rp60 ribu per kilogram jelang Ramadan 2026. Cuaca ekstrem dan distribusi terbatas memicu kekhawatiran pedagang dan konsumen. Foto: RSholihah |
"Menjelang bulan suci Ramadan, harga cabai di Kota Mataram kembali bergejolak. Kenaikan yang terjadi bukan sekadar fenomena musiman, tetapi memunculkan pertanyaan serius soal ketahanan pasokan dan efektivitas pengawasan pemerintah."
Baca juga:
- Tanda-Tanda Tubuh Berlebihan Konsumsi Garam
- Strategi Global Archipelago, Dari Karibia ke Arab Saudi
- Mahasiswa KKN-T Unhas Sulap Abu Sekam Padi Jadi Batu Ringan di Amparita
Gala Poin:
1. Harga cabai di Mataram naik drastis hingga Rp60 ribu per kilogram jelang Ramadan.
2. Cuaca dan distribusi menjadi faktor utama terganggunya pasokan.
3. Pemerintah menjanjikan pengawasan pasar, namun efektivitasnya masih diuji.
Kenaikan harga ini dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca hingga berkurangnya pasokan. Curah hujan yang tinggi disebut berdampak langsung terhadap hasil panen petani, sehingga distribusi cabai ke pasar menjadi terbatas di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Roh, salah seorang pedagang cabai di Kota Mataram, mengungkapkan bahwa musim hujan membuat produksi cabai menurun, sehingga distributor mengurangi pasokan ke pedagang.
“Musim hujan ini sangat berpengaruh. Panen petani berkurang, otomatis pasokan ke kami juga turun, jadi harga terpaksa naik,” ujar Roh, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia menambahkan, pada akhir 2025 harga cabai sempat menyentuh Rp75 ribu per kilogram sebelum kembali normal di kisaran Rp25 ribu per kilogram seiring membaiknya pasokan.
Baca juga:
Rieke Diah Pitaloka Soroti Banjir Karawang, Solusi Bukan Sekadar Sembako
Namun kondisi tersebut kini kembali terulang akibat distribusi yang belum stabil.
“Sekarang stok dari distributor berkurang. Kalau pasokan belum normal, kami khawatir harga bisa naik lagi,” tambahnya.
Pemerintah Kota Mataram mengakui adanya kenaikan harga tersebut. Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, menyebut faktor cuaca masih menjadi penyebab utama.
“Kenaikan harga cabai saat ini memang dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Selama ini kebutuhan cabai Kota Mataram disuplai dari Lombok Timur dan Pulau Sumbawa,” jelas Sri Wahyunida.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah berencana melakukan pengawasan intensif di pasar tradisional.
![]() |
| Kenaikan harga cabai di Mataram mencapai Rp60 ribu per kilogram menjelang Ramadan. Faktor cuaca, pasokan dari daerah pemasok, dan stabilitas distribusi jadi sorotan. Foto: RSholihah |
Pengawasan ini diklaim bertujuan memastikan tidak ada praktik permainan harga yang memanfaatkan lonjakan permintaan menjelang Ramadan.
“Kami akan melakukan pengawasan di pasar untuk memastikan tidak ada permainan harga. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan daerah pemasok agar distribusi cabai tetap lancar,” tutupnya.
Sementara, di tengah naik-turunnya harga cabai nasional, sepasang suami istri di lereng Imogiri memilih bertahan dengan cara mereka sendiri: menyatukan cabai dan ternak dalam satu ekosistem hidup.
Baca juga:
Perbaikan Speedometer, Suzuki Recall 148 Unit Grand Vitara
Di sebuah lereng perbukitan Padukuhan Srunggo 2, Kalurahan Selopamioro, Imogiri, Bantul, hidup sepasang suami istri yang tak pernah lelah bekerja.
Setiap pagi, Mbah Ngadiyo memulai hari dengan menyiram tanaman cabai rawit yang menjadi tumpuan harapan hidup keluarganya.
Bagi Mbah Ngadiyo, menyiram cabai bukan sekadar rutinitas. Setiap tetes air menjadi penentu keberlangsungan tanamannya. Bersama sang istri, ia merawat cabai sekaligus memelihara ternak dengan penuh kesabaran. Kekompakan mereka menjadi kekuatan utama menghadapi keterbatasan ekonomi.
Baca juga:
Hujan Deras Picu Longsor TPT di Tanjungkerta Sumedang
"Harga cabai di Kota Mataram, NTB, melonjak hingga Rp60 ribu per kilogram menjelang Ramadan. Cuaca, distribusi, dan pengawasan pasar menjadi faktor penentu stabilitas harga."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #HargaCabai #Mataram #Ramadan2026
.jpeg)
.jpeg)