GalaPos ID, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar di wilayah pedesaan tidak selalu harus dilakukan melalui metode pembelajaran konvensional.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) menutup rangkaian program mengajar bahasa Inggris di Desa Kalosi, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan menggelar lomba bahasa Inggris bagi siswa sekolah dasar.
"Belajar bahasa Inggris tak harus kaku—mahasiswa KKN Unhas membuktikannya lewat lomba seru yang menutup program mengajar di Desa Kalosi."
Baca juga:
- Mata Uang Dunia
- Minuman Manis dan Ancaman Kesehatan Publik
- Diet Lacto-Vegetarian: Antara Etika, Lingkungan, dan Kesehatan
Gala Poin:
1. Mahasiswa KKN Unhas menggelar lomba bahasa Inggris sebagai penutup program mengajar selama tiga minggu di Desa Kalosi.
2. Kegiatan diikuti siswa kelas V SD dengan fokus pada keberanian, kelancaran, dan pengucapan bahasa Inggris.
3. Lomba menjadi sarana evaluasi pembelajaran sekaligus penguatan kepercayaan diri dan karakter siswa.
Kegiatan ini menjadi penutup program kerja mengajar yang telah berlangsung selama tiga minggu. Selain sebagai ajang kompetisi, lomba tersebut dirancang sebagai sarana evaluasi pembelajaran sekaligus upaya mendorong keberanian dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris secara aktif.
Perlombaan dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026, bertempat di BUMDes Sumber Kalosi, Desa Kalosi, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Peserta kegiatan merupakan siswa kelas V SD yang sebelumnya mengikuti pembelajaran bahasa Inggris yang dibimbing langsung oleh mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin.
Lomba dikemas dalam bentuk unjuk kemampuan berbicara bahasa Inggris secara individu. Setiap peserta diminta memperkenalkan diri, menyebutkan kesukaan, serta menjawab pertanyaan sederhana menggunakan bahasa Inggris.
Baca juga:
Suka Minuman Manis Harus Dibatasi, Mengapa?
Penilaian dilakukan berdasarkan keberanian tampil, kelancaran berbicara, dan kejelasan pengucapan. Konsep sederhana namun interaktif ini membuat suasana lomba berlangsung meriah, komunikatif, dan penuh semangat.
Penanggung jawab kegiatan, Theodorus Kevin Makarios, mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa lomba ini memiliki fungsi ganda.
“Perlombaan ini kami rancang sebagai media evaluasi sekaligus apresiasi bagi siswa. Selama tiga minggu mengajar, terlihat adanya peningkatan keberanian, kepercayaan diri, dan minat belajar siswa terhadap bahasa Inggris. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna,” ujar Theodorus, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Senin, 27 Januari 2026.
Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan motivasi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Inggris serta mengikis rasa takut dalam berbicara menggunakan bahasa asing.
Perlombaan juga menjadi ruang ekspresi bagi siswa untuk menunjukkan potensi yang selama ini mungkin belum tersalurkan dalam proses pembelajaran formal.
Melalui program mengajar yang ditutup dengan kegiatan lomba ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di Desa Kalosi, khususnya dalam penguatan kemampuan bahasa Inggris sejak usia dini.
Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol penutup pengabdian mahasiswa yang berorientasi pada pembelajaran, pemberdayaan, dan penguatan karakter siswa.
Baca juga:
Tambora dan Ancaman Kejahatan Jalanan yang Tak Kunjung Reda
"Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin menutup program mengajar bahasa Inggris di Desa Kalosi, Sidrap, dengan menggelar lomba bagi siswa kelas V SD. Kegiatan ini mendorong kepercayaan diri, partisipasi aktif, dan minat belajar bahasa Inggris sejak dini."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KKN #Unhas #PendidikanDesa
.jpeg)
.jpeg)