GalaPos ID, Jateng.
Geliat pariwisata Karimunjawa tak hanya terlihat dari ramainya wisatawan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan warga. Kebijakan pemerataan destinasi yang diusung melalui program “Karimunjawa Keren” mulai memberi harapan bagi pelaku usaha lokal dan wisatawan.
![]() |
| Karimunjawa Keren mendorong wisata berkelanjutan untuk pemerataan ekonomi masyarakat hingga Desa Kemujan dengan tetap menjaga kelestarian alam Karimunjawa. Foto: istimewa |
"Ketika wisata tak menumpuk di satu pulau, peluang ekonomi warga Karimunjawa pun semakin terbuka."
Baca juga:
- Strategi Wisata Karimunjawa, Ekonomi Lokal dan Konservasi
- Groundbreaking Jembatan Ancol–JIS Digelar 25 Januari 2026
- Misteri Mimpi, Fenomena yang Terjadi Saat Manusia Terlelap
Gala Poin:
1. Wisatawan mendukung pemerataan destinasi
2. Pelaku usaha lokal merasakan dampak ekonomi positif
3. Pemerataan wisata dinilai penting untuk keberlanjutan
Rahmat Supitar, wisatawan asal Kota Semarang, mengaku terkesan dengan kondisi alam Karimunjawa yang masih terjaga serta keramahan masyarakatnya.
“Karimunjawa ini alamnya masih sangat terjaga, lautnya bersih, dan warganya ramah. Kalau pengembangannya merata sampai Kemujan, saya yakin wisatawan akan punya banyak pilihan dan tidak menumpuk di satu tempat saja,” kata Rahmat.
Pandangan serupa dirasakan pelaku usaha lokal. Labiki, salah seorang pengrajin di Karimunjawa, mengungkapkan bahwa kunjungan wisata yang meningkat berdampak langsung pada usahanya, terutama saat libur Natal dan Tahun Baru.
“Alhamdulillah selama liburan kemarin banyak pesanan yang masuk karena wisatanya ramai. Semoga ke depan Karimunjawa bisa lebih maju dan semakin ramai,” ujarnya.
Baca juga:
Mengulik Klaim Manfaat Pisang, Seberapa Besar Buktinya?
Karimunjawa merupakan gugusan kepulauan di Laut Jawa yang telah ditetapkan sebagai Taman Nasional sejak 2001. Keindahan terumbu karang, hutan mangrove, dan keanekaragaman biota laut menjadikannya dijuluki “Caribbean van Java”.
Kondisi ini menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi, sekaligus sektor yang rentan jika tidak dikelola secara bijak.
Camat Karimunjawa, Nuril Abdillah, menegaskan bahwa perluasan wilayah destinasi menjadi langkah strategis untuk memastikan dampak ekonomi pariwisata dapat dirasakan seluruh masyarakat.
“Visi kami ke depan adalah pengembangan wisata hingga Desa Kemujan. Harapannya, pergerakan ekonomi bisa lebih merata sehingga seluruh wilayah Kecamatan Karimunjawa ikut tumbuh dan berkembang,” ujar Nuril, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis, 8 Januari 2026.
![]() |
| Program Karimunjawa Keren memperkuat pariwisata bahari berstandar nasional yang ramah lingkungan dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal. Foto: istimewa |
Karena itu, pemerataan wisata ke wilayah seperti Desa Kemujan dinilai penting agar tekanan terhadap lingkungan tidak terpusat di satu kawasan saja, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Ke depan, tantangan Karimunjawa bukan sekadar meningkatkan jumlah kunjungan, melainkan memastikan bahwa pariwisata benar-benar membawa manfaat luas tanpa mengorbankan alam yang menjadi aset utamanya.
Baca juga:
Daftar 70 Emiten Terancam Delisting 2026, Empat di Antaranya BUMN
"Wisata Karimunjawa yang merata membuka peluang ekonomi warga, dari pengrajin hingga pelaku usaha lokal, tanpa menumpuk wisatawan di satu pulau."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Karimunjawa #WisataBahari #Pariwisata
.jpeg)
.jpeg)