Ekosistem The Sandbox Kuat, Harga SAND Masih Tertekan

GalaPos ID, Jakarta.
The Sandbox dikenal sebagai salah satu platform metaverse berbasis blockchain yang menitikberatkan pada user-generated content. Ekosistem ini bertumpu pada tiga pilar utama: VoxEdit, Marketplace, dan Game Maker, dengan tata kelola berbasis DAO yang memberikan hak suara kepada pemegang token SAND.

Tokenomics SAND Jadi Pedang Bermata Dua

"Di balik volatilitas harga dan minat pasar yang menurun, The Sandbox (SAND) masih menyimpan ekosistem dan utilitas yang kompleks. Namun, apakah fondasi ini cukup kuat menghadapi tekanan 2026?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Ekosistem The Sandbox kuat, tetapi likuiditas pasar masih terbatas.
2. Tokenomics dan supply unlock berpotensi menekan harga.
3. Sentimen negatif GameFi menjadi tantangan terbesar 2026.


Token SAND sendiri berfungsi sebagai utility token ERC-20 untuk transaksi aset, LAND, avatar, serta sebagai instrumen staking dan governance. CoinMarketCap mencatat pasokan maksimal SAND mencapai 3 miliar token, dengan sekitar 2,66 miliar sudah beredar per Januari 2026.

Struktur tokenomics ini menjadi faktor penting dalam tekanan harga, terutama saat jadwal unlock token berlangsung. Dari sisi pasar, posisi SAND berada di sekitar peringkat 125 CoinMarketCap, dengan harga fluktuatif di kisaran $0,11–$0,13 dan kapitalisasi pasar sekitar Rp 5,22 triliun.

Volume perdagangan harian relatif tipis, sekitar Rp 555 miliar, menandakan likuiditas yang terbatas dibandingkan aset kripto utama. Upaya pengembangan tetap berjalan.

Integrasi SAND dengan Base, jaringan Layer-2 Ethereum milik Coinbase, serta koneksi ke Aerodrome DEX, bertujuan memperluas akses likuiditas dan interoperabilitas DeFi.

Baca juga:
Strategi Wisata Karimunjawa, Ekonomi Lokal dan Konservasi


Binance juga memfasilitasi deposit dan penarikan SAND melalui Base. CoinMarketCap menilai langkah ini dapat membuka partisipasi pengguna baru, meski dampaknya belum signifikan terhadap volume.

Namun, tantangan terbesar tetap pada sentimen. Keterlibatan pasar terhadap GameFi dan metaverse menurun drastis, sehingga narasi play-to-earn kehilangan daya tarik.

Selain itu, penghapusan margin trading di KuCoin menambah tekanan likuiditas dan meningkatkan volatilitas harga SAND.

Secara teknikal, RSI sempat menunjukkan kondisi oversold yang membuka peluang rebound jangka pendek. Meski demikian, resistensi kuat masih berada di sekitar SMA 200-hari di level $0,23. Tanpa peningkatan volume yang konsisten, setiap kenaikan berisiko bersifat sementara.

SAND dan Ujian 2026: Antara Utilitas Nyata dan Sentimen Lesu
 

Kesimpulan fundamental menunjukkan The Sandbox memiliki basis teknologi, komunitas kreator, dan kemitraan global yang solid.

Namun, tipisnya volume pasar dan lemahnya sentimen metaverse membuat SAND sangat rentan terhadap tekanan makro kripto.

Bagi publik, pemahaman atas risiko ini menjadi krusial sebelum mengambil keputusan apa pun.

 

Baca juga:
Groundbreaking Jembatan Ancol–JIS Digelar 25 Januari 2026

"Analisis fundamental The Sandbox (SAND) 2026 mengungkap kekuatan ekosistem, risiko tokenomics, dan tantangan likuiditas di tengah lesunya sektor metaverse global."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KriptoUpdate #GameFi #SAND

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال