GalaPos ID, Jakarta.
Ripple (XRP) kembali mencuri perhatian dunia kripto setelah muncul kabar potensi lisensi bank nasional di Amerika Serikat serta rencana peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF). Dua isu besar ini dinilai dapat mengubah peta investasi aset digital secara global dan memperkuat posisi XRP di sektor keuangan formal.
"Ripple (XRP) kembali menjadi sorotan global. Dari isu lisensi bank di Amerika Serikat hingga wacana ETF, mata uang kripto ini digadang-gadang bukan sekadar alat spekulasi, tetapi calon tulang punggung sistem pembayaran internasional."
Baca juga:
- Cara Cek Broker Forex Resmi dan Hindari Penipuan 2025
- Terseret Ombak, Pemancing 17 Tahun Ditemukan Meninggal 1,6 Km dari Lokasi
- Bencana di Sumatra: Alam atau Gagal Tata Kelola Negara?
Gala Poin:
1. Ripple fokus pada solusi pembayaran lintas negara, bukan sekadar aset spekulatif
2. Isu lisensi bank AS dan ETF menjadi katalis utama pergerakan XRP
3. Risiko regulasi dan volatilitas tetap membayangi prospek jangka panjang
Ripple adalah mata uang digital berbasis blockchain yang dirancang khusus untuk memfasilitasi transaksi lintas negara dengan cepat dan berbiaya rendah.
Berbeda dengan Bitcoin yang lebih dikenal sebagai instrumen investasi, Ripple menempatkan diri sebagai solusi pembayaran bagi bank dan lembaga keuangan internasional. Token yang digunakan dalam ekosistem ini dikenal dengan nama XRP.
Keunikan Ripple terletak pada posisinya yang bukan hanya sebagai aset kripto, melainkan sebagai ekosistem teknologi pembayaran.
Sistem ini memungkinkan proses settlement antarbank berlangsung lebih efisien dibandingkan metode konvensional seperti SWIFT, yang selama ini mendominasi transaksi internasional.
Baca juga:
Drama Angkat Besi, Lifter Luluk Diana Juara Kelas 48 Kg SEA Games
Perkembangan terbaru Ripple menunjukkan arah yang semakin serius. Perusahaan ini dikabarkan tengah menunggu persetujuan lisensi bank nasional dari regulator Amerika Serikat. Jika disetujui, Ripple berpotensi memiliki akses langsung ke sistem Federal Reserve, sebuah langkah yang dapat meningkatkan legitimasi sekaligus kepercayaan investor terhadap XRP.
Selain itu, sejumlah manajer investasi besar seperti Franklin Templeton dan CoinShares telah mengajukan produk ETF berbasis XRP.
Kehadiran ETF dinilai dapat membuka pintu bagi investor institusional untuk masuk lebih masif ke pasar XRP, yang selama ini relatif didominasi investor ritel.
Meski demikian, analis menilai bahwa potensi tersebut tetap harus dilihat secara kritis. Transparansi Ripple dalam mengelola suplai XRP memang menjadi nilai tambah, namun risiko regulasi dan volatilitas pasar kripto masih menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Dengan fokus pada sektor keuangan formal, XRP sering diposisikan sebagai “jembatan pembayaran global”, berbeda dengan Bitcoin yang kerap disebut sebagai “emas digital”.
Jika dukungan perbankan dan kejelasan regulasi terus menguat, XRP berpeluang menjadi salah satu aset kripto yang lebih stabil dibandingkan pesaingnya.
Baca juga:
SEA Games 2025: Ubed vs Alwi, Indonesia Kunci Emas Tunggal Putra
"Ripple (XRP) kembali jadi sorotan dunia kripto dengan isu lisensi bank AS dan ETF. Apakah XRP siap menjadi tulang punggung pembayaran global?"
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #RippleXRP #Cryptocurrency #AsetDigital
%20Menguat,%20Dari%20Isu%20Lisensi%20Bank%20hingga%20ETF%20Global.jpg)
