Harga QI Tertekan, Apa Tantangan BENQI di 2025, 2026?

GalaPos ID, Jakarta.
BENQI (QI), salah satu protokol DeFi utama di jaringan Avalanche, menghadapi ujian berat sepanjang 2025.
Data terbaru menunjukkan mayoritas indikator teknikal jangka pendek dan menengah berada dalam sentimen bearish, dengan sinyal “jual” yang dominan.

DeFi Avalanche BENQI Masih Solid, Tapi Pasar Belum Mendukung
Benqi coin (QI) adalah token tata kelola asli untuk BENQI, sebuah protokol pasar likuiditas dan liquid staking terdesentralisasi yang dibangun di atas jaringan Avalanche. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan mendapatkan bunga dari aset kripto mereka.

"Fundamental kuat belum tentu berbanding lurus dengan harga. BENQI (QI) menjadi contoh nyata dilema altcoin di tengah pasar kripto yang lesu."

Baca juga:
Gala Poin:
1. Indikator teknikal QI masih menunjukkan tren bearish.
2. Fundamental BENQI kuat dengan dukungan institusional.
3. Prospek jangka panjang bergantung pada pemulihan pasar kripto.


Rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari yang terus menurun menandakan tekanan harga belum mereda. Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap altcoin, di tengah dominasi Bitcoin dan rendahnya indeks kepercayaan pasar kripto global.

Di sisi lain, para analis menilai fundamental BENQI tetap kuat. Sebagai protokol pasar likuiditas non-penahanan dan liquid staking, BENQI menawarkan utilitas nyata: pinjam-meminjam aset digital, staking, serta optimalisasi modal melalui sAVAX.

Kepercayaan institusional juga mulai terbangun. Kemitraan dengan Anchorage Digital memungkinkan klien institusi melakukan staking AVAX dan mencetak sAVAX melalui infrastruktur BENQI, sebuah langkah strategis yang dinilai meningkatkan kredibilitas jangka panjang proyek.

Dari sisi adopsi, BENQI mencatat Total Nilai Terkunci (TVL) lebih dari US$228 juta dengan lebih dari 80.000 pengguna, menunjukkan daya tarik nyata di ekosistem Avalanche.

Baca juga:
Tak Perlu Mahal, Pisang Jadi Solusi Camilan Sehat dan Bergizi


Namun, kinerja QI tetap sangat bergantung pada pertumbuhan jaringan Avalanche dan pemulihan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

Untuk akhir 2025, sebagian model analitik memproyeksikan harga QI bergerak di kisaran saat ini, dengan potensi kenaikan terbatas.

Sementara itu, proyeksi jangka panjang 5–10 tahun menunjukkan peluang pertumbuhan bertahap, meski tetap disertai risiko penurunan jika kondisi makro tidak membaik.

Kesimpulan analis relatif seragam: BENQI bukan proyek lemah, tetapi pasar sedang tidak ramah bagi altcoin. Investor publik disarankan menimbang faktor teknikal dan fundamental secara seimbang sebelum mengambil keputusan.

Analisis BENQI: Peluang Jangka Panjang di Tengah Tren Bearish
Akhir 2025: Harga QI diperkirakan akan menutup tahun 2025 di kisaran $0,0031 hingga $0,0033. Di pasar Indonesia, harga saat ini terpantau berada di sekitar Rp52,07 per koin.

 

Prediksi harga BENQI (QI) bervariasi, namun umumnya menunjukkan potensi kenaikan jangka panjang, meskipun ada volatilitas, dengan target harga di kisaran $0.003 hingga $0.01+ pada tahun 2025-2030, didorong oleh sentimen pasar, adopsi ekosistem Avalanche, dan analisis teknikal yang seringkali menunjukkan momentum bullish setelah periode koreksi, namun selalu waspada terhadap pergerakan pasar kripto yang dinamis.

 

 

Baca juga:
Selebgram Donna Fabiola Terjerat Kasus Narkoba Ditangkap Bareskrim

"BENQI (QI) memiliki fundamental DeFi yang solid di ekosistem Avalanche, namun tekanan pasar membuat harga tertahan. Artikel ini mengulas analisis ahli, tantangan makro, dan prospek jangka panjang QI."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BENQI #DeFiAvalanche #Kripto

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال