GalaPos ID, Jakarta.
Dogecoin (DOGE), mata uang kripto yang lahir dari parodi, kembali menjadi sorotan publik. Namun kali ini bukan karena lonjakan harga, melainkan tekanan pasar yang kian berat. Per 25 Desember 2025, DOGE diperdagangkan di kisaran Rp2.140 hingga Rp2.158 atau setara US$0,126–0,133, dengan volatilitas harian sekitar 3 persen.
"Dari lelucon internet menjadi aset bernilai puluhan miliar dolar, Dogecoin kini menghadapi ujian terberatnya di tengah pasar kripto yang melemah."
Baca juga:
- Prediksi Harga Pi Coin, Realistis atau Terlalu Optimistis?
- Dari “Laksamana Raja di Laut”, Jejak Iyeth Bustami ke DPR
- Kasus Donna Fabiola Buka Tabir Sindikat Narkoba Internasional
Gala Poin:
1. DOGE turun tajam sepanjang 2025 dalam tren bearish.
2. Aktivitas whale dan sentimen “Extreme Fear” menekan harga.
3. Pemulihan bergantung pada adopsi nyata dan katalis institusional.
Kondisi tersebut mencerminkan tren bearish yang mendominasi sepanjang tahun. Secara tahunan, Dogecoin tercatat mengalami penurunan sekitar 58 persen, setelah sempat menyentuh level lebih tinggi pada awal 2025.
Level US$0,125 kini menjadi titik dukungan penting, sementara area US$0,14–0,15 berfungsi sebagai penghalang kenaikan yang sulit ditembus. Sentimen pasar kripto secara umum berada pada fase “Extreme Fear”, ditandai dengan pelepasan leverage dan minimnya minat spekulatif.
Tekanan ini diperparah oleh laporan penurunan kepemilikan dari investor besar atau whale, khususnya kelompok pemegang 100 juta hingga 1 miliar DOGE sepanjang Desember. Padahal, Dogecoin memiliki sejarah unik. Diciptakan pada 2013 oleh Billy Markus dan Jackson Palmer, DOGE dirancang sebagai kritik ringan terhadap Bitcoin.
Tidak seperti Bitcoin yang memiliki suplai terbatas, Dogecoin bersifat inflasioner, dengan tujuan mendorong transaksi mikro dan budaya tipping di internet.
Baca juga:
Tak Perlu Mahal, Pisang Jadi Solusi Camilan Sehat dan Bergizi
Harapan pemulihan kini diarahkan ke 2026. Sejumlah katalis yang dinanti meliputi adopsi nyata sebagai alat pembayaran, potensi ETF Dogecoin, serta pengaruh figur publik seperti Elon Musk melalui inisiatif Department of Government Efficiency (DOGE).
Namun tanpa fundamental penggunaan yang jelas, reli harga berisiko kembali bersifat sesaat. Ringkasan Status Dogecoin (hingga 25 Desember 2025)
- Performa Pasar: Harga sedang dalam fase konsolidasi setelah kehilangan level dukungan psikologis di $0,13.
- Sentimen Institusional: Tahun 2025 ditandai dengan peningkatan legitimasi institusional melalui pengajuan dan peluncuran beberapa Spot Dogecoin ETF di bursa AS (NYSE Arca dan Nasdaq) oleh manajer aset seperti Grayscale, Bitwise, dan 21Shares.
- Adopsi Nyata: Beberapa perkembangan signifikan mencakup adopsi Dogecoin untuk pembayaran pajak di Buenos Aires dan fitur perdagangan berjangka di Coinbase AS.
- Prediksi & Analisis: Analis teknikal mencatat adanya pola "rounding bottom" yang menyerupai siklus sebelum bull run 2021, namun tantangan inflasi pasokan dan berkurangnya euforia media sosial tetap menjadi faktor penghambat.
Baca juga:
Selebgram Donna Fabiola Terjerat Kasus Narkoba Ditangkap Bareskrim
"Dogecoin (DOGE) melemah tajam sepanjang 2025. Artikel ini mengulas harga terkini, tekanan pasar, peran whale, serta masa depan DOGE sebagai kripto berbasis komunitas."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Dogecoin #Kripto #Indonesia
.jpeg)
.jpeg)