GalaPos ID, Jakarta.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Asisten Logistik (Aslog) Kasal dan Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Laut (Kadislitbangal) di Auditorium Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Serah terima jabatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya memperkuat fondasi penelitian dan logistik maritim Indonesia.
"TNI Angkatan Laut kembali melakukan rotasi pejabat strategis. Di tengah tantangan modernisasi pertahanan laut nasional, pergeseran jabatan ini menjadi bagian penting dari penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja riset dan logistik pertahanan maritim."
Baca juga:
- Bukan Hanya Banjir, Pohon Tumbang Kini Jadi Ancaman Baru Jakarta
- Novita Hardini Janjikan Aksi Nyata bagi Guru dan Pendidikan Daerah
- Sekolah, Jualan dan Doa Jadi Satu: Kisah Zulfa Garut
Gala Poin:
1. TNI AL melakukan rotasi jabatan strategis di bidang logistik dan penelitian untuk memperkuat modernisasi pertahanan laut.
2. Kolonel Laut (T) Teguh Kadyat Yudharto resmi menjabat Kadislitbangal setelah menempuh karier panjang di bidang logistik dan riset militer.
3. Mutasi ini mencerminkan upaya Kasal Laksamana Muhammad Ali mendorong kemandirian riset dan inovasi maritim Indonesia.
Dalam upacara tersebut, jabatan Aslog Kasal diserahterimakan dari Laksda TNI Eko Sunarjanto kepada Laksma TNI Mulyatna. Sementara itu, posisi Kadislitbangal resmi berganti dari Laksma TNI Mulyatna kepada Kolonel Laut (T) Teguh Kadyat Yudharto.
Pergantian jabatan ini menandai regenerasi penting dalam tubuh TNI AL, terutama di bidang logistik dan penelitian yang menjadi tulang punggung modernisasi kekuatan maritim Indonesia.
Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Laut menyebutkan,
“Kolonel Teguh mengawali karier tahun 1995 sebagai Ass Kadiv MPK KRI Mandau, tahun 2016 sebagai Aslog Guspurla Koarmabar, tahun 2017 Dansatgas Yekda DN KAL 45 meter BTM, tahun 2022 Kasatharmattim Dismatal, 2023 sebagai Aslog Koarmada I, tahun 2024 sebagai Paban VI BMN Slogal, dan pada September tahun 2025 mendapatkan promosi Pati Bintang Satu TNI AL sebagai Kadislitbangal.”
Baca juga:
SMAN 15 Pandeglang, Gubernur Banten Andra Soni Tinjau Program MBG
Kolonel Laut (T) Teguh Kadyat Yudharto merupakan alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 40 Tahun 1994. Lahir di Bogor, 31 Juli 1972, perwira ini dikenal sebagai figur teknokratis yang tumbuh dari jalur operasional hingga riset pertahanan.
Dalam perjalanan kariernya, Kolonel Teguh tidak hanya ditempa di medan tugas, tetapi juga mengasah kemampuan akademiknya di berbagai lembaga bergengsi dalam dan luar negeri.
“Pada tahun 2009 Armed Forces Staff di Malaysia, tahun 2016 Advanced Management Program dan Ilead Courses di USA, serta pada tahun 2023 mengikuti PPRA angkatan 65 Lemhannas RI,” tertulis dalam keterangan resmi Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Laut.
Pergantian pejabat di lingkungan TNI AL kerap dipandang sebagai langkah penyegaran organisasi. Namun, di balik formalitas seremonial, rotasi kali ini memegang arti penting — terutama dalam memperkuat riset dan inovasi maritim yang selama ini masih menjadi tantangan besar.
Kadislitbangal memiliki peran vital dalam pengembangan teknologi pertahanan laut, riset alat utama sistem senjata (alutsista), dan penguatan industri pertahanan nasional. Posisi ini menjadi jembatan antara inovasi ilmiah dan kesiapan tempur.
Pengangkatan Kolonel Teguh yang berlatar teknis dan memiliki pengalaman logistik serta riset diharapkan menjadi angin segar bagi transformasi ilmiah TNI AL di tengah persaingan geopolitik kawasan.
Langkah Kasal Laksamana Muhammad Ali dalam melakukan penyegaran jabatan di lingkungan Mabesal menjadi pesan bahwa institusi pertahanan laut dituntut adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tantangan di era digital, kebutuhan modernisasi armada, serta ketergantungan terhadap teknologi impor menuntut TNI AL memperkuat riset internalnya.
Baca juga:
Kelompok Tani dengan PT Socfindo, Konflik Lahan di Batu Bara Memanas
Modernisasi pertahanan maritim bukan hanya tentang senjata dan kapal, tetapi tentang pengetahuan, teknologi, dan kepemimpinan yang visioner.
Baca juga:
Novita Hardini Resmi Jadi Bunda Guru PGRI Trenggalek 2025–2030
"Di tengah dorongan kemandirian industri pertahanan nasional dan tuntutan peningkatan riset militer, TNI Angkatan Laut kembali melakukan rotasi strategis di jajaran perwira tinggi. Serah terima jabatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya memperkuat fondasi penelitian dan logistik maritim Indonesia."
#TNIAL #Rotasi #Sertijab #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia
.jpg)
.jpg)