GalaPos ID, Tangerang Selatan.
Banyak orang menganggap nyeri hebat setelah jatuh atau kecelakaan hanyalah keseleo biasa. Akibatnya, tidak sedikit penderita patah tulang tetap memaksakan diri berjalan atau bekerja tanpa pemeriksaan medis.
Padahal, fraktur yang terlambat ditangani dapat menyebabkan tulang menyambung tidak sempurna, infeksi, hingga kecacatan permanen.
"Banyak orang takut biaya rontgen, tetapi lupa bahwa biaya operasi akibat patah tulang yang terlambat ditangani jauh lebih mahal."
Baca juga:
- Aktivitas Subduksi Picu Gempa M5 di Laut Maluku, Ini Penjelasan BMKG
- Kebakaran TPA Jatiwaringin Masuk Hari Ke-7, Alarm Keras Pengelolaan Sampah
- OJK Denda 100 Pelaku Pasar Modal Rp86,26 Miliar, IHSG Masih Tertekan
Gala Poin:
1. Fraktur memiliki sedikitnya 14 pola patahan yang membutuhkan penanganan berbeda sesuai tingkat keparahan.
2. Pemeriksaan rontgen, CT scan, atau MRI sangat penting untuk memastikan diagnosis dan mencegah komplikasi.
3. Pemenuhan kalsium, vitamin D, olahraga, serta pencegahan osteoporosis menjadi investasi utama menjaga kesehatan tulang.
Fraktur atau patah tulang terjadi ketika tekanan yang diterima tulang melebihi kekuatan yang mampu ditahannya. Cedera ini dapat berupa retakan halus yang hampir tidak terlihat hingga tulang pecah menjadi beberapa bagian akibat benturan berenergi tinggi seperti kecelakaan lalu lintas atau jatuh dari ketinggian.
Semakin berat cedera, semakin besar pula risiko komplikasi yang dapat mengganggu fungsi tubuh dalam jangka panjang.
Fraktur Tertutup dan Fraktur Terbuka
Secara umum, fraktur dibedakan menjadi dua jenis utama. Fraktur tertutup terjadi ketika tulang patah tetapi kulit tetap utuh.
Sementara fraktur terbuka (fraktur kompon) terjadi ketika tulang menembus kulit sehingga meningkatkan risiko infeksi karena jaringan dan tulang terpapar lingkungan luar. Fraktur terbuka merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.
14 Jenis Fraktur yang Perlu Diketahui
Tidak semua patah tulang memiliki bentuk yang sama. Dokter akan menentukan jenis fraktur karena setiap pola cedera membutuhkan penanganan berbeda.
Baca juga:
Puting Berdarah Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kanker Payudara
Beberapa jenis fraktur yang paling sering ditemukan meliputi:
Fraktur avulsi
Fraktur kominutif
Fraktur kompresi
Fraktur dislokasi
Fraktur greenstick
Fraktur garis rambut (hairline fracture)
Fraktur impaksi
Fraktur longitudinal
Fraktur oblik
Fraktur patologis
Fraktur spiral
Fraktur stres
Fraktur torus (buckle)
Fraktur transversal
Pada anak-anak, fraktur greenstick dan torus lebih sering terjadi karena struktur tulang masih lebih lentur dibandingkan orang dewasa.
Penyebab Fraktur
Sebagian besar patah tulang terjadi akibat benturan dengan energi tinggi. Penyebab yang paling sering meliputi:
- Jatuh
- Kecelakaan lalu lintas
- Cedera olahraga
- Benturan keras
- Luka tembak
- Osteoporosis atau penyakit yang melemahkan tulang
Pada lansia, patah tulang bahkan dapat terjadi hanya karena terjatuh ringan akibat kepadatan tulang yang telah menurun.
Baca juga:
Kematian Tahanan dan Isu Ponsel di Lapas Labuhanruku Picu Aksi Ratusan Warga
Nyeri hebat merupakan tanda paling umum patah tulang. Namun, gejala lain juga perlu diwaspadai, seperti:
- Bunyi "krek" saat cedera
- Bengkak dan memar
- Sulit menggerakkan anggota tubuh
- Bentuk tulang tampak berubah
- Kesulitan menopang berat badan
- Perdarahan pada fraktur terbuka
- Tulang tampak menembus kulit
- Pusing, mual, atau pingsan akibat syok
Apabila tulang keluar menembus kulit, penderita harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan dan tidak dianjurkan mencoba mengembalikan posisi tulang sendiri.
Bagaimana Dokter Menentukan Diagnosis?
Pemeriksaan fisik menjadi langkah awal untuk menilai tingkat cedera. Selanjutnya dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa:
- Rontgen
- CT Scan
- MRI
Baca juga:
Paket Publikasi Media dan Promosi Digital untuk Bisnis
Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui pola patahan, posisi tulang, serta kemungkinan cedera pada pembuluh darah, saraf, maupun jaringan lunak di sekitarnya.
Penanganan Fraktur
Penanganan bertujuan mengembalikan posisi tulang agar menyatu kembali secara optimal. Metode yang dilakukan dapat berupa:
1. Reposisi Tulang
Dokter mengembalikan posisi tulang ke bentuk anatomis sebelum proses penyembuhan berlangsung.
2. Gips atau Fiberglass
Gips digunakan untuk menjaga tulang tetap stabil selama pembentukan jaringan tulang baru.
3. Traksi
Pada kondisi tertentu, sistem katrol digunakan untuk mempertahankan posisi tulang tetap sejajar.
Baca juga:
Diskusi Publik Tak Lagi Asal Ramai, GalaPos ID Tawarkan EO Profesional dan Terukur
4. Operasi
Fraktur kompleks sering membutuhkan tindakan operasi berupa pemasangan pelat logam, sekrup, batang logam, maupun fiksasi eksternal.
5. Obat-obatan dan Rehabilitasi
Obat diberikan untuk mengurangi nyeri, mencegah infeksi, serta mendukung proses penyembuhan. Setelah tulang menyatu, pasien umumnya menjalani fisioterapi agar fungsi anggota tubuh kembali optimal.
Pencegahan Lebih Murah daripada Operasi
Risiko patah tulang dapat dikurangi melalui gaya hidup sehat. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:
- Memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D.
- Berolahraga secara rutin, terutama latihan beban.
- Berjemur pada pagi hari sesuai kebutuhan.
- Menghindari rokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
Baca juga:
Tingkatkan Branding Bisnis dengan Paket Publikasi GalaPos ID
- Menjaga berat badan ideal.
- Mencegah osteoporosis, terutama pada perempuan setelah menopause.
- Kepentingan Publik: Jangan Biarkan Cedera Berubah Menjadi Disabilitas
Masih banyak masyarakat yang menganggap patah tulang cukup diobati dengan pijat tradisional tanpa pemeriksaan radiologi. Padahal, tidak semua cedera dapat dikenali hanya dari bentuk luar.
Fraktur garis rambut sekalipun dapat berkembang menjadi patah tulang yang lebih berat apabila tetap dipaksa beraktivitas. Sebaliknya, tindakan manipulasi tanpa diagnosis yang tepat justru berisiko memperparah cedera.
Karena itu, akses terhadap layanan rontgen, dokter ortopedi, dan rehabilitasi medis yang terjangkau perlu menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan. Penanganan yang cepat bukan hanya mempercepat penyembuhan, tetapi juga mengurangi risiko kecacatan, kehilangan produktivitas, dan beban biaya pengobatan bagi masyarakat.
Baca juga:
Jasa Publikasi Siaran Pers, Solusi Efektif Komunikasi dengan Publik
Kalau layar ponsel retak langsung ke service center. Giliran tulang retak, malah ke tukang pijat tanpa tahu benar atau tidak patah.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Fraktur #PatahTulang #KesehatanTulang #Ortopedi #EdukasiKesehatan

.jpg)