GalaPos ID, Pangkep.
Tingginya angka stunting akibat belum optimalnya pemenuhan gizi ibu dan anak masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menghadirkan program MAMAMU (Makan Aman, Gizi Makin Utama) di Kelurahan Pabundukang, Kecamatan Pengkajene, Kabupaten Pangkep sebagai upaya meningkatkan edukasi gizi dan mencegah stunting sejak dini.
"Sering kali yang kurang bukan makanan, melainkan pengetahuan memilih makanan yang tepat bagi ibu dan anak."
Baca juga:
- Dandim 0208/Asahan Ajak Pers dan Pemuda Jaga Kondusivitas Wilayah
- Korupsi Tata Kelola Tambang PT PMM, Tiga Orang Jadi Tersangka
- Future Leader Sejak Dini, Morinaga Tawarkan Nutrisi Berbasis Riset Jepang
Gala Poin:
1. Mahasiswa KKN 116 Universitas Hasanuddin menggelar program MAMAMU untuk meningkatkan literasi gizi ibu hamil dan ibu menyusui di Kelurahan Pabundukang.
2. Edukasi difokuskan pada pemenuhan gizi aman, pola makan seimbang, dan pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai langkah pencegahan stunting.
3. Pangkep memiliki potensi pangan lokal melimpah yang perlu diimbangi peningkatan kesadaran masyarakat agar berdampak pada kualitas kesehatan generasi berikutnya.
Program yang dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2026, menyasar ibu hamil dan ibu menyusui sebagai kelompok yang berperan penting dalam menentukan kualitas generasi mendatang. Melalui penyuluhan, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya memilih bahan pangan yang aman, menyusun menu bergizi seimbang, hingga membangun kebiasaan makan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga diskusi interaktif dan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi selama masa kehamilan maupun menyusui.
Program MAMAMU menjadi salah satu inovasi mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga menyusui, termasuk mendukung produksi ASI serta mengoptimalkan tumbuh kembang bayi melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh.
Baca juga:
DPRD Kendal dan BMPS Sepakati Evaluasi SPMB, Disdikbud Pastikan Tak Ada Wacana Pendirian Sekolah Baru
Mahasiswa KKN 116 Universitas Hasanuddin berharap edukasi tersebut dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai fondasi utama pembentukan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Program ini juga memperlihatkan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, kader kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Kelurahan Pabundukang.
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) sendiri memiliki potensi besar di sektor perikanan, pertanian, pariwisata bahari, industri, dan pertambangan.
Ketersediaan sumber pangan lokal tersebut menjadi modal penting apabila mampu diiringi dengan peningkatan literasi gizi masyarakat, sehingga potensi daerah tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang.
Baca juga:
Rp60 Miliar Disita dari Brankas Tersembunyi, Polisi Telusuri Dugaan Korupsi dan TPPU
Gudang pangan boleh penuh, tapi jika literasi gizi kosong, stunting tetap punya ruang tumbuh.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Pangkep #KKNUnhas #CegahStunting #GiziIbuAnak #1000HPK

