GalaPos ID, Bogor.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa karakter menjadi faktor penentu utama kesuksesan, bahkan mencapai 80 persen, saat menutup Program Magang Kementerian Dalam Negeri di Bogor, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia mengingatkan bahwa kompetensi tanpa karakter kuat tidak cukup untuk membentuk pemimpin berkualitas.
![]() |
| Wamendagri Bima Arya menegaskan pentingnya karakter dalam menentukan kesuksesan dan kepemimpinan saat penutupan program magang Kemendagri,Rabu, 6 Mei 2026, di Bogor. Foto: istimewa |
"Karakter, bukan sekadar kecerdasan, disebut menentukan hingga 80 persen kesuksesan. Pesan ini ditegaskan Wamendagri Bima Arya saat menutup program magang Kemendagri."
Baca juga:
- Hotel Bali Andalkan Pengelolaan Sampah Mandiri, Investasi Teknologi Mahal
- Bisnis Ikan Nila Menggiurkan, Tapi Biaya Pakan Jadi Penentu
- Okupansi Hotel Mataram Tertekan, Event Nasional Jadi Harapan
Gala Poin:
1. Bima Arya menilai karakter menentukan 80 persen kesuksesan, melampaui kompetensi.
2. Nilai seperti disiplin, kejujuran, dan keberanian menghadapi risiko menjadi kunci kepemimpinan.
3. Program magang dinilai berperan penting dalam membentuk karakter dan integritas generasi muda.
Dalam penutupan yang berlangsung di Auditorium Bima Arya, Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, ia menekankan bahwa karakter mencakup nilai-nilai mendasar seperti kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, dan ketangguhan—hal yang tidak selalu tercermin dalam kemampuan akademik semata.
“Karakter itu adalah nilai-nilai yang kalian yakini. Kalian jujur, kalian disiplin, kalian menjadi fighters, kalian menjadi petarung, itu karakter,” kata Bima, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menjelaskan, meskipun kompetensi penting sebagai bekal keterampilan dan pengetahuan, faktor tersebut hanya menyumbang sebagian kecil terhadap keberhasilan seseorang.
Baca juga:
Reintegrasi Sosial Lewat Budidaya Ikan Nila di Minahasa Utara
Menurutnya, individu dengan kemampuan biasa dapat melampaui mereka yang lebih cerdas jika memiliki disiplin dan mental yang kuat.
“Kalian akan bisa menyalip teman-teman kalian yang jenius, ketika kalian lebih disiplin. Itu baru satu saja disiplin, belum lagi yang lain-lain lho, itu baru satu disiplin. Yang kedua adalah kebiasaan kalian untuk berani menghadapi perbedaan, ujian, cobaan, dan lain-lain,” terangnya.
Bima juga menyoroti bahwa pembentukan karakter tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan keberanian keluar dari zona nyaman dan kesiapan menghadapi risiko.
“Kita punya banyak pilihan, dan orang-orang besar itu berani mengambil risiko untuk pilihan. Pilihan yang berisiko. Teman-teman kalian yang enggak datang mungkin alasannya sangat penting, mungkin juga enggak. Mungkin juga mereka memilih untuk ada di zona nyaman saja,” tambah Bima Arya.
![]() |
| Karakter, bukan sekadar kecerdasan, disebut menentukan hingga 80 persen kesuksesan. Pesan ini ditegaskan Wamendagri Bima Arya saat menutup program magang Kemendagri. Foto: istimewa |
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kemampuan membaca momentum dalam kehidupan. Menurutnya, keputusan yang tepat di waktu yang tepat sangat dipengaruhi oleh kekuatan karakter individu.
“Kalian ini masih masa-masa membentuk karakter. Jadi mudah-mudahan magang di Kemendagri ini ikut berkontribusi membentuk karakter dan keberadaan kalian menjadi pemimpin dan orang hebat,” tandasnya.
Penekanan pada penguatan karakter ini sekaligus menjadi refleksi bahwa program magang tidak hanya berfungsi sebagai ruang pembelajaran teknis, tetapi juga sebagai sarana pembentukan integritas dan kepemimpinan bagi generasi muda.
Baca juga:
Cara Efektif Membuat Press Release agar Dilirik Media Nasional
"Wamendagri Bima Arya menegaskan pentingnya karakter dalam menentukan kesuksesan dan kepemimpinan saat penutupan program magang Kemendagri di Bogor."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BimaArya #Kepemimpinan #PengembanganDiri
.jpeg)
.jpeg)