The Fed Dibayangi Inflasi, Harga Emas dan Perak Serempak Turun

GalaPos ID, Jakarta.
Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, waktu setempat atau Rabu, 13 Mei 2026, pagi Waktu Indonesia Barat. Penurunan terjadi ketika pasar global diguncang lonjakan harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran inflasi Amerika Serikat yang dapat membuat suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Pasar kini menanti langkah The Fed dan perkembangan hubungan AS-China.

The Fed Dibayangi Inflasi, Harga Emas dan Perak Serempak Turun
Harga emas Antam kembali terkoreksi dengan buyback ikut melemah menjadi Rp2.656.000 per gram. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pajak buyback yang tetap berlaku, investor kini mencari momentum terbaik untuk masuk ke pasar emas. Foto: ilustrasi

"Ketegangan Timur Tengah kembali mengguncang pasar global. Saat harga minyak melonjak dan inflasi AS memanas, harga emas dunia justru melemah karena investor khawatir suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Harga emas dunia turun akibat lonjakan harga minyak dan inflasi AS.
2. Pasar khawatir The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
3. Konflik AS-Iran dan data inflasi menjadi pemicu utama volatilitas pasar global.


Dilansir dari Reuters, harga emas spot turun 1,2 persen menjadi 4.678,49 dollar AS per ons. Sementara harga emas berjangka AS melemah 0,9 persen ke level 4.686,70 dollar AS per ons.

Pelemahan harga emas kali ini menunjukkan paradoks pasar global. Di tengah konflik geopolitik dan ancaman stagflasi, emas yang biasanya menjadi aset safe haven justru mengalami tekanan.

Kenaikan harga minyak dipicu memudarnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan upaya gencatan senjata berada dalam kondisi “nyaris gagal” setelah Teheran menolak proposal AS untuk mengakhiri konflik.

Akibat situasi tersebut, harga minyak dunia melonjak lebih dari 3 persen dalam sehari. Investor mulai khawatir inflasi global kembali meningkat akibat mahalnya energi.

Baca juga:
Cegah PMK Jelang Iduladha, Pemprov Babel Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Analis TD Securities Bart Melek mengatakan kondisi itu dapat memaksa bank sentral global mempertahankan bahkan menaikkan suku bunga.
 
"Harga minyak yang lebih tinggi meningkatkan risiko bank sentral AS dan lainnya harus menaikkan suku bunga untuk melawan kondisi stagflasi yang kemungkinan akan muncul. Karena itu emas merespons tekanan tersebut," ujar dia.

Data terbaru juga menunjukkan inflasi konsumen AS naik untuk bulan kedua berturut-turut pada April 2026. Kenaikan itu menghasilkan laju inflasi tahunan terbesar dalam hampir tiga tahun terakhir.

Situasi tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Bagi investor global, suku bunga tinggi menjadi ancaman serius bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti deposito atau obligasi.

Harga Emas Dunia Melemah, Konflik Timur Tengah Picu Kepanikan Pasar
Harga emas Antam hari ini turun Rp20.000 per gram menjadi Rp2.839.000 setelah sebelumnya melonjak tajam. Kondisi ini memicu dilema bagi investor ritel di tengah tekanan inflasi global, lonjakan harga minyak, dan ancaman suku bunga tinggi Amerika Serikat. Foto ilustrasi Emas

 

Meski demikian, UBS Investment Bank masih mempertahankan pandangan optimistis terhadap emas. Ahli strategi logam mulia UBS, Joni Teves, menilai fundamental emas masih kuat.

"Kami masih melihat harga emas bisa pulih dari level saat ini dan terus mencetak rekor tertinggi baru tahun ini," kata Teves.

Pasar kini menanti data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang akan dirilis pekan ini, serta pertemuan Presiden Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Kamis hingga Jumat.

Tidak hanya emas, logam mulia lain juga mengalami tekanan. Harga perak spot turun 1,1 persen menjadi 85,12 dollar AS per ons setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dua bulan.

"Meningkatnya harga minyak mendorong penjualan kendaraan listrik yang pada akhirnya akan meningkatkan permintaan perak untuk teknologi surya dan energi terbarukan lainnya," tulis analis SP Angel.

Sementara itu, platinum turun 1,5 persen menjadi 2.099,05 dollar AS per ons dan palladium melemah 2 persen menjadi 1.479,27 dollar AS per ons.

 

Baca juga:
Tim SAR Gabungan Temukan Korban Jatuh di Sungai Serayu Sejauh 3,9 KM

"Harga emas dunia turun lebih dari 1 persen akibat lonjakan harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran inflasi AS. Pasar kini menanti langkah The Fed dan perkembangan hubungan AS-China."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #HargaEmasDunia #InflasiAS #TheFed #EkonomiGlobal #PasarKomoditas

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال