GalaPos ID, Jakarta.
Di tengah kehidupan Jakarta yang semakin padat, cepat, dan sering membuat manusia sibuk dengan urusannya sendiri, momentum Idul Adha kembali menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial belum sepenuhnya hilang.
Saat sebagian warga kota berlomba mengejar pencitraan dan popularitas digital, sebagian lainnya masih memilih berbagi daging kurban untuk memastikan tidak ada masyarakat yang merasa ditinggalkan.
“Ketika sebagian orang sibuk pamer gaya hidup di media sosial, sebagian lainnya masih sibuk memastikan tetangganya bisa makan daging saat Idul Adha.”
Baca juga:
- ASTON Serang Sabet Best Audit hingga Thermal Fluida di Archipelago Awards 2026
- Xiaomi 17T vs 17T Pro: Duel Flagship Baru dengan Kamera Periskop 5x
- Divisi Media Coordinator GalaPos ID
Gala Poin:
1. PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta bersama Dana Mustadhafin menyalurkan 6 sapi dan 71 kambing kurban kepada masyarakat Jakarta dan sekitarnya.
2. Kegiatan ini menekankan pentingnya solidaritas sosial dan gotong royong di tengah kehidupan urban yang semakin individualis.
3. Dukungan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dinilai sebagai simbol sinergi kemanusiaan antara pemerintah dan komunitas sosial.
PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta bersama Dana Mustadhafin menyelenggarakan pemotongan dan penyaluran hewan kurban pada Kamis, 28 Mei 2026, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dalam kegiatan tersebut, total 6 ekor sapi dan 71 ekor kambing disalurkan kepada masyarakat di berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Salah satu sapi kurban berasal dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Dukungan tersebut dinilai menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan komunitas sosial dalam memperkuat jaringan kemanusiaan di tengah tantangan masyarakat urban yang semakin kompleks.
Bagi PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta, Idul Adha tidak semata menjadi ritual tahunan keagamaan. Momentum ini dipandang sebagai ruang sosial untuk menghidupkan kembali nilai gotong royong yang perlahan terkikis oleh gaya hidup individualis di perkotaan.
“Kurban pada dasarnya adalah pelajaran tentang ketulusan dan kemanusiaan. Ia mengajarkan manusia untuk rela berbagi, mengurangi ego, dan menghadirkan dirinya bagi kebahagiaan orang lain,” tutur Budhi Haryadi, Sekretaris PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Jumat, 29 Mei 2026.
Baca juga:
Bakul Purun Mulai Gantikan Kantong Plastik untuk Pembagian Daging Kurban
“Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi sebagian masyarakat, kurban menjadi pengingat bahwa tidak boleh ada yang merasa ditinggalkan. Daging yang dibagikan bukan sekadar pangan, tetapi simbol perhatian, penghormatan, dan rasa saling memiliki,” tandas Budhi.
Dukungan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dinilai memiliki makna penting untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan di ibu kota. PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta juga menyampaikan apresiasi atas amanah dan dukungan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada wakil gubernur, bapak Rano Karno atas amanah dan kepercayaannya. Ini bermakna penting untuk mempererat solidaritas sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat Jakarta. Semoga Jakarta semakin unggul, maju, dan impian pak Wagub menjadikan Jakarta kota sinema yang menjadi kiblat perfilman Asia dan dunia dapat terwujud,” ujar Budhi Haryadi.
![]() |
| Jakarta makin penuh gedung tinggi, tapi rasa peduli antarmanusia jangan sampai makin rendah. Foto: istimewa |
Selain itu, Budhi juga menyampaikan doa bagi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, beserta istrinya yang tengah menjalankan ibadah haji.
“Semoga haji pak gubernur Pramono Anung dan Ibu Hani Pramono menjadi haji yang mabrur serta momen Idul Adha ini semakin memperkuat tali kasih, persaudaraan, dan solidaritas sosial masyarakat Jakarta.”
Di tengah situasi sosial yang semakin menonjolkan kompetisi dan pencapaian pribadi, kegiatan kurban seperti ini menjadi pengingat sederhana: manusia tetap membutuhkan manusia lain. Sebab, kota sebesar Jakarta pun tidak akan pernah benar-benar hidup jika warganya kehilangan rasa saling peduli.
Baca juga:
Geger Siang Hari di Unand, Office Boy Fakultas Kedokteran Tak Bernyawa
"Di kota yang warganya lebih sering berbagi story daripada berbagi empati, pembagian kurban PW Matahari Pagi DKI Jakarta menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial belum sepenuhnya punah. Saat hidup makin individualis, daging kurban justru jadi simbol bahwa manusia masih bisa saling menjaga."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #IdulAdha2026 #PWMPIDKIJakarta #DanaMustadhafin #SolidaritasSosial #KurbanUntukSesama
.jpg)
.jpg)