GalaPos ID, Surabaya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton, angka yang disebut sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Klaim tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap stabilitas harga pangan, distribusi beras, dan kesejahteraan petani di lapangan.
Namun di tengah capaian tersebut, masyarakat masih menunggu transparansi distribusi serta pengaruhnya terhadap harga beras dan daya beli konsumen.
"Stok beras nasional diklaim menembus 5,3 juta ton—angka yang disebut tertinggi sejak Indonesia merdeka. Namun, di tengah klaim surplus dan lonjakan kesejahteraan petani, publik masih menunggu transparansi distribusi, stabilitas harga, dan dampak nyata di tingkat petani serta konsumen."
Baca juga:
- Emas Antam Turun Tajam Hari Ini, Sinyal Koreksi atau Peluang Beli?
- Peternak Telur Bangkrut, Prof IPB Bongkar Dugaan Monopoli Industri Ayam Nasional
- DPR Soroti Homeless Media, Antara Ruang Demokrasi dan Ancaman Mesin Buzzer
Gala Poin:
1. Pemerintah mengklaim stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
2. Mentan menyebut surplus produksi mencapai 4 juta ton berdasarkan data BPS, FAO, dan USDA.
3. Publik masih menyoroti dampak nyata terhadap harga pangan, distribusi beras, dan kesejahteraan petani di lapangan.
Pemerintah menyebut capaian itu sebagai indikator keberhasilan penguatan sektor pertanian nasional di era Presiden Prabowo Subianto. Namun, sejumlah pertanyaan masih mengemuka: apakah lonjakan stok benar-benar berdampak pada harga beras di pasar dan peningkatan pendapatan petani secara merata?
“Alhamdulillah hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah, yaitu 5,3 juta ton. Mudah-mudahan akhir bulan atau bulan depan bisa mencapai 5,5 juta ton. Ini adalah yang tertinggi selama Republik ini merdeka,” ujar Amran di Gudang Ramokalisari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Amran, capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Mentan juga menyoroti peningkatan kesejahteraan petani yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP saat ini disebut berada pada level tertinggi dalam 33 tahun terakhir.
Baca juga:
Cegah PMK Jelang Iduladha, Pemprov Babel Perketat Pengawasan Hewan Kurban
Amran menjelaskan data produksi nasional menunjukkan hasil yang konsisten dari berbagai lembaga.
Berdasarkan data BPS, produksi beras nasional mencapai 34,6 juta ton. Angka tersebut juga sejalan dengan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) sebesar 36 juta ton serta data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang mencatat 34,6 juta ton.
Ia menilai kesamaan data dari lembaga nasional maupun internasional memperkuat validitas capaian produksi nasional yang disebut surplus sekitar 4 juta ton.
“Ini bukan kata Kementerian Pertanian, bukan kata Menteri Pertanian. Data dunia maupun nasional mengatakan produksi kita 34 juta ton dan surplus empat juta ton,” ucap Amran.
Amran juga membandingkan capaian stok beras saat ini dengan rekor sebelumnya pada 1984, ketika Indonesia mencatat stok tertinggi sebesar 2,6 juta ton dan menerima penghargaan dari FAO pada era Presiden Soeharto.
Menurutnya, capaian stok 5,3 juta ton saat ini menjadi tonggak baru dalam sejarah ketahanan pangan nasional.
Ia menambahkan Indonesia juga telah menerima dua penghargaan tertinggi dari FAO secara berturut-turut sebagai pengakuan atas keberhasilan pengelolaan sektor pertanian nasional.
“Ini adalah capaian pemerintah dalam waktu satu tahun lebih dan seluruhnya sudah diumumkan secara resmi oleh BPS,” tutur Amran.
Baca juga:
Tim SAR Gabungan Temukan Korban Jatuh di Sungai Serayu Sejauh 3,9 KM
"Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Pemerintah menyebut surplus produksi dan kenaikan Nilai Tukar Petani menjadi indikator keberhasilan sektor pertanian, namun publik masih menanti dampak konkret terhadap harga pangan dan kesejahteraan petani."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #StokBeras #KetahananPangan #MentanAmran #PertanianIndonesia #BerasNasional
.jpg)
.jpg)